Iklan muba

Nama ‘Haloho’ Muncul dalam Dugaan Jaringan Solar Ilegal Barelang, Aparat Diminta Bertindak Tegas

More articles

 

Batam, investigasi.news – Pada April 2026, Polda Kepri menggelar razia besar-besaran terhadap BBM ilegal. Jika hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu, aktivitas mencurigakan di kawasan Jembatan III Barelang seharusnya tidak pernah berlangsung. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.

Tim investigasi.news menemukan dugaan praktik distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ilegal yang dilakukan secara terbuka dan terorganisir. Tidak ada upaya penyamaran dan tidak terlihat rasa takut. Aktivitas berlangsung terang-terangan, seolah menjadi rutinitas yang dianggap wajar.

Dalam verifikasi lapangan di lokasi, tim menyaksikan langsung proses pemindahan solar dari kendaraan tangki ke dalam jerigen berkapasitas sekitar 35 liter. Jerigen tersebut kemudian disusun dan dipindahkan ke kendaraan lain untuk didistribusikan keluar kawasan.

Salah satu sopir di lokasi, pengemudi kendaraan dengan nomor polisi BP 8259 DF, mengakui bahwa solar tersebut akan dikirim ke wilayah Nongsa milik seorang mantan anggota DPRD Kota Batam berinisial Haloho. Ia juga menyebutkan bahwa dalam satu hari distribusi bisa mencapai puluhan jerigen.

“Bisa puluhan jerigen sehari,” ujarnya singkat kepada tim di lapangan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa solar diperoleh dari berbagai kendaraan, kemudian dikemas ulang dan dijual dengan harga Rp300 ribu per jerigen.

Pola ini mengindikasikan adanya sistem distribusi yang berjalan secara berulang dan terstruktur. Tim juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait. Pihak kepolisian telah dikonfirmasi, namun hingga kini belum memberikan jawaban.

Yang menjadi sorotan tajam bukan hanya aktivitasnya, tetapi juga kondisi di mana praktik ini berlangsung tanpa hambatan berarti. Tidak terlihat adanya pengawasan ataupun tindakan dari aparat berwenang di lokasi saat aktivitas berlangsung.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat: apakah pengawasan benar-benar berjalan, atau praktik semacam ini telah dianggap biasa hingga luput dari penindakan?

Barelang yang selama ini dikenal sebagai ikon pembangunan dan konektivitas wilayah Batam kini menghadapi ujian terhadap integritas penegakan hukum di lapangan. Jika dugaan aktivitas ilegal ini terus berlangsung tanpa tindakan tegas, maka pesan yang tersampaikan ke publik menjadi sangat berbahaya—bahwa pelanggaran dapat berjalan selama tidak tersentuh hukum.

Ini bukan sekadar persoalan BBM ilegal, tetapi juga menyangkut wibawa hukum dan kepercayaan publik.

Jika aparat memilih diam, maka diam itu sendiri akan ditafsirkan sebagai sikap. Dan ketika kepercayaan publik runtuh, yang tersisa hanyalah satu kesimpulan: hukum ada, tetapi tidak bekerja.

Redaksi investigasi.news menegaskan bahwa investigasi akan terus berlanjut, termasuk menelusuri data kendaraan lain yang terlibat serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mendorong tindakan yang tegas dan transparan.

Fransisco Chrons

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest