Malut, Investigasi.News-, Tuntas sudah tanggung jawab CV. Gela Karya Utama sebagai pihak Ke-3 (Kontraktor) Pelaksana Pekerjaan Talud Kali Baleha, di Kecamatan Sulabesi Timur, Kepulauan Sula-Maluku Utara, pasca selesainya pekerjaan rehab Talud yang sempat patah diterjang banjir pada awal bulan April 2026 lalu.
Diketahui Talud Penahan Banjir Kali Baleha sepanjang 539 meter dikerjakan pada tahun 2025, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 6,7 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024, yang direalisasikan pada tahun 2025, dengan instansi pengendali pekerjaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pekerjaan selesai pada penghujung tahun, namun sayangnya pada April 2026 terjadi Patahan Talud akibat diterjang banjir, namun disini pihak kontraktor pasang badan dan melakukan perbaikan.
“Sebenarnya kita bisa lebih cepat menyelesaikan pekerjaan rehab ini, hanya saja kita menghormati masyarakat yang berduka kemudian menutup jalan (pasang tenti) jadi selesai hari baru kita bisa mobilisasi alat berat keatas”, ujar Bhernad Ham Mandagi atau akrab disapa Ko Titi CEO dari CV. Gela Karya Utama (19/5).
Menurutnya, patahan Talud harus segera dibenahi mengingat saat ini curah hujan masih tinggi, sehingga bencana banjir tidak menjadi ancaman bagi masyarakat diseputaran kali Baleha.
“Setelah kami melakukan observasi, ternyata penyebab patahnya Talud kemarin karena derasnya air (banjir) menabrak pohon dibelakang Talud, pohon sampai tercabut akarnya, kemudian setelah menabrak pohon dia balik (tek-tok) menghantam Talud”, tambah Ko Titi.
Sehingga untuk mensiasati agar tidak terulang kejadian serupa makanya galian lebih diperdalam, dikontrak hanya kedalaman 1.30 meter, tapi membenahi patahan ini, kita perdalam jadi 2.80 meter, lanjutnya.
“Pekerjaan Rehab kemarin kita bukan saja diawasi Dinas Teknis (BPBD) tapi juga dipantau oleh masyarakat setempat dan Pemerintah Desa, namun kami menyambut positif karena ini untuk kebaikan dan kepentingan bersama”, pungkas Ko Titi kepada media ini sambil tersenyum.
Hal lainya yang menjadi catatan bahwa rehab Talud Kali Baleha dilakukan sepanjang kurang lebih 14 meter, bukan 5 meter seperti hasil pantauan pihak BPBD saat terjadi patahan.
“Kurang lebih yang diperbaiki 14 meter, dan pekerjaan dilakukan selama 14 hari dengan kekuatan full, dan semua sudah kita laporkan ke pihak dinas (BPBD-red)“, tutup Ko Titi dari pihak pelaksana pekerjaan.
Sementara itu sampai berita ini ditayangkan, awak media investigasi masih menunggu konfirmasi dari BPBD Pemda Kabupaten Kepulauan Sula, terkait telah rampungnya pekerjaan rehab Talud Kali Baleha.



















