Medan, investigasi.news – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM Indonesia) berkolaborasi dengan PT Pegadaian dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia menggelar seminar inspiratif untuk mendorong peran aktif generasi muda dalam pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi hijau.
Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Parlindungan Purba ( Ketua Yayasan USM Indonesia yang sekaligus sebagai keynote speaker dengan menegaskan Hari Kebangkitan menjadi hari kebangkitan bagi kreativitas yang didukung oleh kemauan, kemampuan dan kesempatan. Ia memaparkan tentang Peran Pemuda untuk Lingkungan agar disikapi oleh seluruh mahasiswa. Jum’at (22/05/2026).
Acara yang berlangsung di Kota Medan ini menghadirkan 150 mahasiswa terpilih yang dipersiapkan menjadi pionir gerakan keberlanjutan. Seminar ini mengusung tema “Kebangkitan Generasi Muda Sebagai The Next Youth Green Leader yang Adaptif, Inovatif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Rektor USM Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes., menegaskan bahwa momentum 20 Mei bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan titik balik kebangkitan bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan global.
“Melalui half-day seminar ini, kami menghubungkan peran generasi muda langsung dengan tantangan perubahan iklim. Kami ingin membentuk Sustainability Mindset dan Driver Mentality agar mereka memiliki cara berpikir visioner demi masa depan yang lebih baik. Ini adalah momen kebangkitan karakter pemuda yang tangguh terhadap dinamika lingkungan global,” ujar Prof. Ivan Elisabeth dalam siaran persnya.
“Peluncuran Aplikasi TRING untuk Keuangan Hijau”.
Sebagai bentuk aksi nyata, PT Pegadaian memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan aplikasi TRING di lingkungan kampus guna mendukung Pusat Inovasi Hijau USM Indonesia. Inovasi layanan digital ini dirancang untuk mempermudah akses keuangan berbasis lingkungan (green finance), mendorong inklusi keuangan di kalangan mahasiswa, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Deputy Bisnis Area Medan II, Heri Susianto, menyatakan bahwa kepedulian lingkungan saat ini harus berjalan selaras dengan sektor ekonomi.
“Seminar ini menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan lagi sebatas sikap moral, melainkan harus terhubung dengan gerakan ekonomi hijau yang melibatkan multi stakeholder. Generasi muda dituntut mengembangkan growth mindset dan mental berkelanjutan sebagai benteng utama menghadapi ancaman perubahan iklim,” kata Heri.
“Kolaborasi Lintas Sektor untuk Solusi Nyata”.
Acara tersebut juga menjadi ruang diskusi strategis yang menghadirkan para pakar dan pemangku kebijakan lintas sektor.
Ir. Arnus Hisari Gunawan Siahaan, S.T., M.Si; (Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3Kota Medan-red) memaparkan tantangan, permasalahan, serta solusi integratif penanganan sampah di Kota Medan.
Heri Susianto Deputy Bisnis Area Medan II menyampaikan gagasan konektivitas ekonomi hijau dan inklusi keuangan digital lewat aplikasi TRING.
Yayan Sopian (Regional Public Affairs Manager CCEP Indonesia-red) mengulas peluang kerja hijau (Green Jobs) di masa depan serta pentingnya membangun sikap mental yang tangguh dan berkelanjutan bagi generasi muda.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh Moderator Dr. Indra Utama, M.Si. Para peserta aktif berdiskusi mengenai isu lingkungan, peluang ekonomi hijau, serta peran generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi bersama, serta sesi ramah tamah antar peserta dan narasumber. Melalui kegiatan ini, USM-Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Man/Karya).



















