Sawahlunto — Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana sekaligus membuka Jambore Penguatan Kapasitas Kewilayahan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto di Camping Ground Kandi, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah peningkatan kompetensi, koordinasi, dan kesiapsiagaan bagi Kelompok Siaga Bencana (KSB) dari berbagai desa dan kelurahan di Kota Sawahlunto dalam menghadapi potensi bencana serta memperkuat kemampuan mitigasi dan penanganan keadaan darurat di wilayah masing-masing.
Dalam amanatnya, Wali Kota Riyanda Putra menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kesiapsiagaan masyarakat merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kota Sawahlunto dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan responsif.
Menurutnya, KSB memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan, mitigasi, hingga penanganan awal saat terjadi bencana. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kemampuan secara berkelanjutan melalui pelatihan, simulasi, dan penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan.
“Upaya pencegahan dan mitigasi harus menjadi prioritas utama. Pemetaan risiko, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat agar kita mampu mengurangi dampak bencana sejak dini,” ujar Riyanda.
Ia juga mengajak BPBD bersama seluruh anggota KSB untuk terus menumbuhkan semangat responsif, adaptif, dan kolaboratif dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Kota Sawahlunto.
Usai apel, Wali Kota berdialog langsung dengan para kepala desa, lurah, dan personel KSB guna mendengarkan berbagai laporan, tantangan, serta kebutuhan yang dihadapi di lapangan. Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan dasar penyusunan langkah tindak lanjut melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
Riyanda menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen untuk terus hadir mendampingi dan memfasilitasi pemerintah desa, kelurahan, serta KSB dalam menjalankan tugas-tugas kebencanaan.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah terdepan, dan masyarakat, kita berharap sistem penanggulangan bencana di Sawahlunto semakin tangguh, mampu merespons keadaan darurat secara cepat, serta meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan,” katanya.
Melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Jambore Penguatan Kapasitas Kewilayahan ini, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap lahir sumber daya kebencanaan yang semakin siap, terlatih, dan mampu menjadi ujung tombak dalam melindungi masyarakat dari berbagai potensi bencana.







