250 Peserta Adu Keahlian di Kawasan Terpadu Nusantara 2, Semarak Perayaan Hari Jadi Kabupaten Makin Terasa
BINTUNI, PB – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni semakin terasa dengan digelarnya lomba mancing yang berhasil menyedot perhatian ribuan warga. Kegiatan yang berlangsung di Kawasan Terpadu Nusantara 2, Distrik Bintuni, Minggu (7/6/2026), menjadi salah satu agenda favorit masyarakat dalam rangkaian perayaan hari jadi kabupaten tersebut.
Sejak pagi hari, lokasi perlombaan sudah dipenuhi peserta dan warga yang ingin menyaksikan secara langsung keseruan kompetisi. Sebanyak 250 pemancing dari berbagai kalangan turut ambil bagian, menjadikan kawasan tersebut ramai dan penuh antusiasme.
Lomba secara resmi dimulai pukul 13.00 WIT dan berlangsung hingga sore hari. Suasana kompetitif berpadu dengan nuansa kekeluargaan, menciptakan hiburan tersendiri bagi masyarakat yang hadir.
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, turut hadir meninjau langsung jalannya perlombaan. Kehadiran orang nomor satu di Teluk Bintuni itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk berinteraksi dan berfoto bersama.
Ketua panitia menjelaskan, lomba mancing tahun ini memiliki makna khusus karena jumlah pemenang yang ditetapkan sebanyak 23 orang, menyesuaikan usia Kabupaten Teluk Bintuni yang genap berusia 23 tahun.
“Sebanyak 23 peserta terbaik akan menjadi pemenang sebagai simbol usia Kabupaten Teluk Bintuni yang ke-23. Penilaian dilakukan berdasarkan hasil tangkapan ikan nila dengan bobot terberat setelah perlombaan berakhir,” ujarnya.
Tidak hanya memperebutkan hadiah utama, seluruh peserta juga diperbolehkan membawa pulang hasil tangkapan mereka. Kebijakan tersebut disambut positif karena memberikan nilai tambah bagi para peserta yang telah mengikuti perlombaan.
“Seluruh hasil tangkapan boleh dibawa pulang. Jadi selain berpeluang mendapatkan hadiah, peserta juga bisa menikmati hasil pancingannya,” tambahnya.
Menambah kemeriahan acara, panitia juga menyediakan hadiah jackpot yang menjadi magnet tersendiri bagi para peserta. Hadiah tersebut membuat suasana perlombaan semakin seru karena setiap pemancing memiliki peluang meraih keberuntungan.
“Yang dicari bukan hanya juara berdasarkan berat ikan, tetapi juga hadiah jackpot. Itu yang membuat kami semakin bersemangat mengikuti lomba,” ungkap salah seorang peserta.
Demi menjaga sportivitas dan keadilan, panitia menerapkan aturan ketat dengan membatasi penggunaan satu joran dan satu mata kail untuk setiap peserta. Sementara itu, jenis umpan dibebaskan sehingga para pemancing dapat mengandalkan strategi dan pengalaman masing-masing.
Hingga perlombaan berakhir, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan. Tingginya partisipasi peserta serta membludaknya jumlah penonton menjadi bukti bahwa lomba mancing tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan masyarakat dalam merayakan HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni.
Kemeriahan yang tercipta di Kawasan Terpadu Nusantara 2 sekaligus menunjukkan kuatnya semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Teluk Bintuni dalam mendukung berbagai agenda pembangunan dan kegiatan sosial yang digelar pemerintah daerah.
Jhon







