Karimun – Komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun dalam mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus menunjukkan hasil nyata. Hingga awal Juni 2026, sebanyak empat unit KDKMP telah rampung 100 persen dan kini memasuki tahap penyempurnaan. Sementara itu, Pemkab Karimun bersama Kodim 0317/Tanjung Balai Karimun (TBK) terus menggenjot pembangunan pada 20 titik prioritas guna mengejar target penyelesaian 71 KDKMP yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karimun.
Percepatan pembangunan tersebut menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan itu menegaskan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, PLN, PDAM, BPN, pemerintah desa, dan instansi terkait untuk memastikan program strategis nasional ini berjalan sesuai target meski menghadapi berbagai tantangan khas daerah kepulauan.

Komandan Kodim 0317/TBK, Letkol Inf. Andit Franata, mengungkapkan bahwa progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dari 20 titik prioritas yang menjadi fokus pengerjaan saat ini, empat lokasi telah mencapai progres fisik 100 persen.
“Alhamdulillah, empat titik sudah selesai secara fisik dan saat ini berada pada tahap finishing atau penyempurnaan. Salah satunya berada di Kelurahan Darussalam yang beberapa waktu lalu telah melaksanakan syukuran. Adapun titik lainnya menunjukkan progres yang cukup signifikan, berkisar antara 34 hingga 80 persen,” ujarnya.
Meski demikian, Andit mengakui bahwa pembangunan KDKMP di Karimun tidak lepas dari tantangan geografis. Sebagai wilayah kepulauan, distribusi material bangunan antar pulau, ketersediaan armada angkut, hingga keterbatasan tenaga tukang menjadi kendala yang membutuhkan koordinasi intensif dan kerja sama seluruh pihak.
Selain pembangunan fisik, kesiapan infrastruktur penunjang juga menjadi perhatian serius. Setiap KDKMP membutuhkan pasokan listrik minimal tiga phase dengan daya 16.500 VA untuk mendukung operasionalnya. Sementara sebagian besar wilayah kepulauan masih menggunakan jaringan satu phase.
Namun demikian, PLN telah menyatakan kesiapan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik tersebut agar seluruh KDKMP dapat beroperasi secara optimal setelah pembangunan selesai.
Di sisi lain, persoalan ketersediaan air bersih juga terus dikoordinasikan oleh Pemerintah Kabupaten Karimun bersama PDAM dan instansi terkait. Bahkan, dalam kondisi tertentu, jajaran TNI AD di lapangan siap membantu memfasilitasi kebutuhan air bersih guna mempercepat penyelesaian pembangunan.
Tak hanya itu, aspek legalitas dan ketersediaan lahan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Untuk desa atau kelurahan yang belum memiliki lahan strategis, pemerintah telah menyiapkan sejumlah solusi, termasuk pemanfaatan lahan milik instansi lain melalui mekanisme perizinan resmi.
Apabila opsi tersebut belum memungkinkan, Pemkab Karimun siap memfasilitasi pengadaan lahan agar pembangunan KDKMP tetap berjalan sesuai rencana.
Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menegaskan bahwa pembangunan KDKMP merupakan bagian dari program prioritas nasional yang memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Ini merupakan program prioritas nasional yang menjadi kebanggaan kita bersama. Pemerintah Kabupaten Karimun berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dari sisi pembiayaan maupun legalitas lahan. Kami juga akan berkoordinasi dengan BPN untuk mempercepat proses sertifikasi lahan yang dibutuhkan,” tegas Iskandarsyah.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Karimun juga tengah menyiapkan dukungan pembiayaan melalui APBD Perubahan 2026 dan APBD Tahun Anggaran 2027. Anggaran tersebut akan diarahkan untuk membantu pembangunan fasilitas pendukung, bantuan kepada desa, hingga pengadaan lahan di wilayah kelurahan.
Dengan dukungan seluruh pihak, Bupati Iskandarsyah optimistis target penyelesaian tahap awal dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami menargetkan 20 titik prioritas ini dapat diselesaikan hingga Agustus 2026. Dengan kolaborasi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, PLN, PDAM, BPN, pemerintah desa, dan seluruh stakeholder terkait, kami yakin target tersebut dapat tercapai,” katanya.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan fisik semata, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru di tengah masyarakat. Kehadiran KDKMP diyakini mampu membuka peluang usaha, memperkuat jaringan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mendorong terwujudnya desa dan kelurahan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Adv / Sapi’i







