SITUBONDO, investigasi.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208 yang akan digelar pada 15 Agustus 2026. Tahun ini, perayaan dikemas lebih meriah dengan mengusung budaya lokal sebagai identitas utama dalam setiap rangkaian kegiatan.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan bahwa Harjakasi 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan.
Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Rio, konsep perayaan tahun ini telah dipersiapkan lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berbagai agenda baru akan ditambahkan tanpa meninggalkan tradisi yang selama ini menjadi ciri khas Harjakasi.
“Peringatan Harjakasi tahun ini dipersiapkan lebih matang. Agenda kegiatan diperbanyak dan semakin banyak mengangkat budaya lokal,” ujar Mas Rio usai rapat Selasaan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Intelligence Room Pemkab Situbondo, Selasa (30/6/2026).
Salah satu fokus utama Harjakasi 2026 adalah menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai ditinggalkan generasi muda. Pemkab Situbondo ingin menjadikan permainan rakyat sebagai bagian dari warisan budaya yang terus dikenalkan kepada masyarakat.
Tidak hanya menggelar berbagai perlombaan permainan tradisional, pemerintah daerah juga berencana mendeklarasikan Komunitas Permainan Tradisional Indonesia sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keberlangsungan budaya tersebut.
Mas Rio menilai permainan tradisional mengandung nilai pendidikan, kebersamaan, serta mampu membentuk karakter anak. Karena itu, keberadaannya perlu terus dilestarikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi alternatif positif bagi anak-anak agar tidak sepenuhnya bergantung pada telepon genggam dalam mengisi waktu luang.
“Ini untuk menggantikan sekaligus mereposisi peran HP di anak-anak yang sekarang begitu kuat,” katanya.
Selain permainan tradisional, tradisi Ancak Agung kembali menjadi daya tarik utama Harjakasi 2026. Bahkan, Pemkab Situbondo menargetkan sebanyak 1.500 Ancak Agung akan ikut memeriahkan perayaan tahun ini.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Dengan melibatkan lebih banyak peserta, tradisi Ancak Agung diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Situbondo.
Mas Rio menjelaskan, arak-arakan Ancak Agung tahun ini akan dikemas berbeda. Peserta akan bergerak dari dua jalur yang berbeda sebelum akhirnya bertemu di Alun-alun Situbondo sebagai titik puncak perayaan.
Konsep tersebut diyakini akan menghadirkan suasana yang lebih semarak sekaligus memberikan pengalaman baru bagi masyarakat yang menyaksikan jalannya tradisi tersebut.
“Ancak Agung nanti kita buat dua arah, kemudian puncaknya bertemu di Alun-alun Situbondo,” jelasnya.
Kemeriahan Harjakasi juga tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten. Pemerintah daerah akan menggelar berbagai lomba budaya dan kegiatan masyarakat secara serentak di seluruh kecamatan.
Seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga kelompok masyarakat di desa-desa, akan dilibatkan secara aktif dalam setiap rangkaian kegiatan.
Dengan konsep tersebut, Harjakasi ke-208 diharapkan benar-benar menjadi pesta rakyat yang mampu mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya dan identitas daerah.
“Lomba-lomba akan digelar di setiap kecamatan dengan melibatkan masyarakat. Permainan anak-anak juga semuanya dilibatkan. Jadi semacam pesta rakyat yang tersebar di berbagai wilayah,” ujar Mas Rio.
Selain mempersiapkan Harjakasi ke-208, Pemkab Situbondo juga mulai menyusun agenda Hari Jadi Besuki (Harjabes) ke-262 yang akan diperingati pada 8 September 2026. Perayaan tersebut akan dikemas lebih matang sebagai momentum pelestarian budaya sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap sejarah dan identitas daerah.
(Agus)



