Pulang Pisau, investigasi.news – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus memperkuat langkah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat, berbagai kebijakan terus disiapkan agar laju inflasi tetap terkendali, daya beli masyarakat terjaga, dan aktivitas ekonomi lokal semakin berkembang.
Komitmen tersebut ditunjukkan Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama pemerintah pusat dan sejumlah kementerian yang rutin dilaksanakan setiap pekan. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Pulang Pisau, Senin (15/6/2026).
Rapat tersebut membahas perkembangan inflasi nasional maupun daerah, termasuk pemantauan harga sejumlah komoditas pangan strategis yang menjadi perhatian pemerintah. Salah satu komoditas yang dibahas adalah bawang merah yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Jayadikarta menyampaikan kabar positif bahwa harga bawang merah di Kabupaten Pulang Pisau kini telah kembali stabil setelah sempat mengalami lonjakan dalam beberapa waktu terakhir.
“Harga bawang merah sebelumnya sempat naik dari kisaran Rp63.000 per kilogram hingga mencapai sekitar Rp80.000 per kilogram. Namun berdasarkan data per 12 Juni 2026, harga bawang merah kembali normal di kisaran Rp63.333 per kilogram,” ujarnya.
Menurutnya, stabilnya harga komoditas pangan merupakan hasil dari pemantauan yang dilakukan secara rutin serta koordinasi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah, instansi terkait, distributor, dan para pelaku usaha. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi di Kabupaten Pulang Pisau.
Selain membahas pengendalian inflasi, rapat juga menyoroti pelaksanaan kegiatan olahraga masyarakat yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026. Ahmad Jayadikarta menilai kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan partisipasi masyarakat di bidang olahraga, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal.
Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dan pengunjung dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Untuk memaksimalkan manfaat ekonomi tersebut, Wakil Bupati mengusulkan agar jadwal pameran pembangunan daerah yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 5 hingga 12 Juli dapat dipertimbangkan penyesuaiannya dengan agenda olahraga masyarakat.
Ia menilai penyelarasan berbagai agenda besar akan menciptakan pusat keramaian yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan transaksi ekonomi, memperkenalkan produk unggulan daerah, serta memberikan peluang usaha yang lebih besar bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Pulang Pisau.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, lanjut Ahmad Jayadikarta, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah tersebut diharapkan mampu mempertahankan inflasi daerah pada level yang terkendali, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui sinergi yang terus dibangun, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau optimistis stabilitas ekonomi daerah dapat terus terjaga, sehingga berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulang Pisau.
Zulmi




