SITUBONDO, investigasi.news – Semangat gotong royong masyarakat dalam menyukseskan Haul Masyayikh se-Nusantara Ittisholana terus mengalir dari berbagai penjuru Kabupaten Situbondo. Salah satu yang menjadi perhatian adalah inisiatif Pemerintah Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, yang mendirikan dapur umum dan menyiapkan sebanyak 3.000 nasi gulung untuk para jamaah.
Kesiapan Desa Kotakan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, saat mengunjungi dapur umum desa tersebut pada Sabtu (18/7/2026).
Kedatangan Bupati disambut hangat oleh Kepala Desa Kotakan, H. Saiful Iman, Camat Situbondo, Rosy Rosaindratna, S.Sos. beserta perangkat desa, relawan, dan masyarakat yang sejak pagi bergotong royong menyiapkan ribuan nasi gulung.
Di dapur umum, suasana terlihat begitu hidup. Warga dari berbagai kalangan bahu-membahu memasak, membungkus nasi, hingga menata makanan agar siap didistribusikan kepada jamaah Haul Masyayikh se-Nusantara Ittisholana.
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengaku bangga melihat semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Desa Kotakan.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi haul tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan membangun kepedulian sosial.
Ia menilai, keterlibatan pemerintah desa bersama masyarakat dalam menyediakan konsumsi bagi para jamaah merupakan bentuk pelayanan yang patut diapresiasi.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan, ibu-ibu, pemuda, dan perangkat desa yang telah meluangkan waktu serta tenaga demi menyukseskan pelaksanaan haul.
“Semangat seperti inilah yang menjadi kekuatan Kabupaten Situbondo. Kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga,” ungkap Bupati saat meninjau aktivitas dapur umum.
Sementara itu, Kepala Desa Kotakan, H. Saiful Iman, mengatakan bahwa penyediaan 3.000 nasi gulung merupakan bentuk ikhtiar masyarakat desa untuk ikut berkontribusi dalam menyambut para tamu dan jamaah yang akan menghadiri Haul Masyayikh se-Nusantara Ittisholana.
Ia menjelaskan, seluruh proses dilakukan secara swadaya dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, kader PKK, tokoh masyarakat, hingga para relawan.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun selama proses persiapan menjadi nilai tersendiri yang patut disyukuri.
“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah dan para jamaah yang hadir di Situbondo. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi Desa Kotakan,” ujar H. Saiful Iman.
Camat Situbondo, Rosy Rosaindratna, S.Sos., turut memberikan apresiasi atas kekompakan warga Desa Kotakan yang mampu menunjukkan semangat gotong royong dalam skala besar.
Ia menyebut keterlibatan seluruh unsur masyarakat menjadi contoh positif bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dapat diwujudkan dalam kegiatan keagamaan.
Menurut Rosy, Haul Masyayikh se-Nusantara Ittisholana bukan hanya menjadi agenda religius, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan, kepedulian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Situbondo, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan kepada seluruh desa yang ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Dengan kesiapan dapur umum dan ribuan nasi gulung yang telah disiapkan, Desa Kotakan menjadi salah satu desa yang menunjukkan kontribusi nyata dalam menyambut ribuan jamaah yang diperkirakan memadati Alun-alun Situbondo.
Semangat kebersamaan yang diperlihatkan masyarakat Desa Kotakan menjadi gambaran bahwa suksesnya Haul Masyayikh se-Nusantara Ittisholana bukan hanya hasil kerja panitia, melainkan buah dari gotong royong seluruh elemen masyarakat Situbondo yang bersama-sama ingin menghadirkan pelayanan terbaik bagi para tamu dan jamaah.(Agus)



