Banner iklan

Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan 166 Hunian Layak di Gresik, Kawasan Kumuh Berubah Menjadi Lingkungan ASRI

More articles

 

Gresik – Komitmen pemerintah dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui transformasi kawasan permukiman kumuh menjadi lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan 166 unit hunian layak hasil Program Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK-TPPKT) Tahun Anggaran 2025 di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8/2026).

Peresmian tersebut menjadi tonggak keberhasilan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menghadirkan kawasan permukiman yang lebih aman, sehat, resik, indah (ASRI), dan berkelanjutan.

Program ini tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menata lingkungan secara menyeluruh. Sebanyak 166 unit hunian berhasil diwujudkan, terdiri dari 69 unit rumah relokasi, 33 unit pembangunan baru in situ, 43 unit peningkatan kualitas rumah, serta 21 unit rumah yang dibangun melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) Pakuwon Group bersama Habitat for Humanity Indonesia.

Selain pembangunan rumah, kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai infrastruktur dasar, seperti jalan lingkungan, drainase, tandon air, sambungan air bersih rumah tangga, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan, kenyamanan, serta produktivitas masyarakat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, keberhasilan pembangunan kawasan ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini masyarakat Desa Campurejo bisa merasakan manfaat nyata dari sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih layak huni,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, dari total 166 unit rumah yang diresmikan, sebanyak 145 unit dibiayai melalui DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu, sedangkan 21 unit lainnya berasal dari dukungan CSR.

Menurut Khofifah, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi model pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dalam mempercepat pengentasan kawasan kumuh.

“Kami bersyukur masyarakat Desa Campurejo kini memiliki lingkungan yang jauh lebih tertata di atas kawasan seluas 7,11 hektare. Program ini memberikan manfaat bagi 288 kepala keluarga atau sekitar 1.152 jiwa, dengan rumah berukuran 6 x 7 meter di atas lahan 6 x 10 meter,” jelasnya.

Ia berharap kawasan tersebut dapat menjadi contoh nasional dalam penataan permukiman berbasis kolaborasi.

“Semoga kawasan ini menjadi inspirasi bahwa dengan gotong royong antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, perubahan besar dapat diwujudkan. Terima kasih kepada Pakuwon Group dan Habitat for Humanity Indonesia atas kontribusinya,” tambahnya.

Usai peresmian, Gubernur Khofifah dan Menko AHY meninjau langsung kawasan permukiman baru sekaligus berdialog dengan warga penerima manfaat. Momen tersebut berlangsung penuh haru ketika sejumlah warga menyampaikan rasa syukur atas perubahan besar yang mereka rasakan.

“Saya sangat terharu mendengar langsung ungkapan terima kasih dari warga. Kini mereka memiliki rumah yang jauh lebih layak dan lingkungan yang sehat untuk membesarkan keluarga,” ungkap Khofifah.

Ia menegaskan, pembangunan kawasan permukiman tidak cukup hanya membangun rumah, tetapi juga harus didukung infrastruktur dasar yang memadai agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, aman, dan produktif.

“Perubahannya luar biasa. Bukan hanya rumah yang dibangun atau direnovasi, tetapi juga jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, instalasi pengolahan air limbah, hingga sistem pengelolaan sampah. Inilah pembangunan kawasan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas komitmennya mempercepat pengentasan kawasan permukiman kumuh.

Menurut AHY, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang memperoleh Program DAK-TPPKT Tahun 2025 di lima lokasi, yakni Kabupaten Gresik, Lumajang, Mojokerto, Pasuruan, dan Kota Madiun. Di luar itu, Pemprov Jatim juga memberikan dukungan tambahan melalui APBD untuk memperkuat penanganan di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan.

“Saya mengapresiasi Ibu Gubernur. Selain memperoleh dukungan DAK di lima lokasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengalokasikan APBD untuk memperluas manfaat program ini. Ini menunjukkan komitmen kuat agar semakin banyak masyarakat memperoleh hunian yang layak,” ujar AHY.

Ia menegaskan, pembangunan kawasan permukiman yang sehat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Negara hadir melalui pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. Hunian yang layak akan melahirkan kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan bermartabat,” katanya.

Salah seorang penerima manfaat, Imam Hamsori, mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa syukur setelah keluarganya akhirnya memiliki rumah yang layak huni.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Menko AHY, Ibu Gubernur Khofifah, Bapak Bupati Gresik, Pak Camat, dan Pemerintah Desa Campurejo. Dulu rumah saya bocor dan selalu kebanjiran saat hujan. Sekarang Alhamdulillah kami sudah memiliki rumah yang nyaman,” tuturnya.

Ia mengatakan, perubahan tidak hanya terlihat pada rumah yang kini lebih baik, tetapi juga pada wajah lingkungan yang berubah total menjadi lebih bersih, tertata, aman, dan harmonis.

“Dulu kampung kami kumuh. Sekarang jauh lebih rapi, nyaman, dan masyarakat semakin kompak. Kami benar-benar merasakan perubahan yang luar biasa,” pungkasnya.

Guh

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest