Banner iklan

Kepala Dusun Pasa Hilalang Luruskan Isu yang Menyeret Nama Kadis Sosial: “Tidak Ada Kejadian Seperti yang Beredar”

More articles

Padang Pariaman – Kepala Dusun Pasa Hilalang, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Dodi B, memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait dugaan keterlibatan Kepala Dinas Sosial, Siska, dalam sebuah peristiwa di rumah pribadi. Menurutnya, isu yang berkembang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Dodi B kepada awak media saat ditemui di Cafe JK, Pauh Kambar, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (4/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia didampingi Ketua Pemuda Pasa Hilalang Taluak Akir untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya.

Dodi B menegaskan bahwa informasi yang mengaitkan Kepala Dinas Sosial dengan dugaan perbuatan yang tidak benar merupakan isu yang tidak berdasar. Ia mengaku mengetahui secara langsung situasi di lokasi sehingga merasa perlu memberikan klarifikasi agar informasi yang berkembang tidak semakin liar.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi hanya sebatas pemberian teguran secara baik kepada seorang tamu pria yang melintas di sekitar lokasi pada pukul 21.30 WIB. Teguran tersebut dilakukan semata-mata sebagai langkah antisipasi untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami hanya memberikan teguran dengan baik. Tidak ada kejadian seperti yang diisukan. Mohon informasi ini diluruskan,” tegas Dodi B.

Ia kembali menekankan bahwa tidak ada peristiwa sebagaimana yang ramai diperbincangkan. Karena itu, ia membantah berbagai informasi yang berkembang lantaran dinilai tidak sesuai dengan fakta yang diketahuinya secara langsung.

Senada dengan itu, Ketua Pemuda Pasa Hilalang Taluak Akir juga menegaskan bahwa kejadian yang berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, tidak lebih dari sekadar pemberian teguran kepada seorang tamu. Menurutnya, tidak ada tindakan lain sebagaimana isu yang beredar di tengah masyarakat.

Keduanya berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terlebih terhadap kabar yang belum dipastikan kebenarannya. Mereka mengimbau agar setiap informasi yang beredar terlebih dahulu diverifikasi kepada pihak-pihak yang mengetahui kejadian secara langsung.

“Dengan adanya klarifikasi ini, kami berharap tidak ada lagi kesalahpahaman maupun fitnah yang dapat merugikan pihak mana pun. Mari bersama-sama mengedepankan fakta, klarifikasi, dan penyampaian informasi secara bertanggung jawab,” tutup mereka.

Afridon

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest