PIDIE JAYA – Wajah Water Boom di kawasan Objek Wisata Pantai Khutang, Kabupaten Pidie Jaya, kini mulai menunjukkan perubahan. Penataan lingkungan, pengecatan pagar, hingga kebersihan kawasan membuat salah satu fasilitas wisata milik pemerintah daerah tersebut terlihat lebih rapi, bersih, dan menarik perhatian pengunjung.
Perubahan itu terlihat saat kawasan wisata Pantai Khutang ramai dikunjungi masyarakat, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (9/8/2026). Salah satu titik yang cukup ramai menjadi perhatian adalah area Pemandian Water Boom yang berada di dalam kawasan objek wisata tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan, sejumlah bagian Water Boom telah mendapatkan sentuhan penataan. Pagar yang sebelumnya tampak kusam kini telah dipoles dengan warna biru, sementara halaman dan lingkungan sekitar terlihat lebih bersih serta tertata.
Perubahan sederhana tersebut memberi kesan berbeda. Kawasan yang sebelumnya dinilai kurang terawat kini mulai menghadirkan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat yang datang bersama keluarga maupun rombongan.
Di balik pembenahan tersebut, terdapat upaya Plt. Kabid Pariwisata Disporapar Pidie Jaya, Erlindawati, S.E., yang secara langsung mendorong penataan fasilitas sekaligus kebersihan kawasan.
Bahkan, di sela kesibukannya, Erlindawati terlihat ikut turun langsung membersihkan halaman di sekitar kompleks objek wisata. Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa pembenahan tidak hanya dilakukan melalui perencanaan di atas meja, tetapi juga dimulai dari hal-hal sederhana yang bersentuhan langsung dengan kenyamanan pengunjung.
Erlindawati mengatakan, pembenahan Water Boom akan terus dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Saya berupaya menjadikan Water Boom ini sebagai destinasi unggulan sehingga mampu memberikan PAD sesuai harapan kita bersama. Selain itu, kita ingin menjadikan Water Boom ini sebagai tempat yang indah, nyaman, dan menarik bagi pengunjung,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan objek wisata tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas yang tersedia. Kebersihan, kenyamanan, promosi, serta pelayanan kepada pengunjung juga menjadi bagian penting untuk membangun daya tarik wisata.
Karena itu, pihaknya berencana melakukan penataan secara bertahap sekaligus meningkatkan promosi melalui berbagai platform media agar keberadaan Water Boom Pantai Khutang semakin dikenal masyarakat luas.
“Nanti kita akan mencoba menggunakan anggaran yang ada untuk menata semuanya agar ke depan lebih baik. Kita juga akan meningkatkan promosi melalui berbagai platform media supaya keberadaan Water Boom ini semakin dikenal masyarakat luas,” katanya.
Selain pembenahan fisik dan promosi, Water Boom tersebut juga mulai memberikan kemudahan bagi pelajar yang datang secara berkelompok. Tiket masuk bagi pelajar yang datang bersama rombongan dan guru pembimbing disebut dipatok Rp5.000 per orang.
Kebijakan tarif tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi sekolah atau kelompok pelajar yang ingin menjadikan kawasan wisata sebagai ruang rekreasi sekaligus kegiatan bersama.
Respons positif pun mulai muncul dari pengunjung.
Nurmala (47), warga Sigli, mengaku melihat perbedaan kondisi Water Boom dibandingkan kunjungannya beberapa waktu sebelumnya.
“Dulu saya pernah juga ke sini, tetapi tidak sebagus sekarang. Dulu dindingnya tidak berwarna, sekarang sudah dicat sehingga terlihat lebih indah. Kebersihannya juga saya lihat sangat bagus, tidak ada lagi sampah yang berserakan,” ujarnya.

Perubahan tersebut menjadi sinyal bahwa pengelolaan objek wisata daerah tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Penataan lingkungan, kebersihan, pelayanan, promosi, dan keberanian pengelola untuk turun langsung ke lapangan juga dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kembali daya tarik sebuah destinasi.
Jika konsistensi pembenahan terus dijaga, Water Boom Pantai Khutang berpeluang berkembang bukan sekadar menjadi tempat pemandian, tetapi menjadi salah satu destinasi rekreasi keluarga yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pidie Jaya.
(Herry)




