Banner iklan

Revitalisasi SMAN 2 Mazo Tanpa Papan Proyek, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

More articles

Nias Selatan – Proyek revitalisasi gedung SMA Negeri 2 Mazo, Kecamatan Mazo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, menjadi sorotan setelah pekerjaan fisik berlangsung tanpa dilengkapi papan informasi proyek di lokasi kegiatan.

Pantauan di lapangan, Senin (14/9/2026), menunjukkan sejumlah pekerjaan telah berjalan. Atap seng bangunan lama terlihat telah dibongkar, rangka baja ringan mulai terpasang, dan pembangunan dua unit toilet juga sedang berlangsung.

Namun, di tengah aktivitas proyek tersebut, tidak ditemukan papan informasi yang memuat keterangan pekerjaan sebagaimana lazimnya proyek yang menggunakan anggaran pemerintah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai sumber pendanaan, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, serta target pelaksanaan proyek.

Padahal, papan informasi proyek merupakan salah satu sarana keterbukaan informasi yang memungkinkan masyarakat mengetahui rincian kegiatan sekaligus melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.

Ketiadaan informasi tersebut dinilai berpotensi menghambat akses publik untuk memperoleh data mengenai proyek yang sedang berjalan. Situasi ini kemudian memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait transparansi pelaksanaan pekerjaan.

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pelaksanaan pekerjaan fisik pemerintah harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik juga menegaskan hak masyarakat untuk memperoleh informasi terkait penggunaan anggaran publik.

Saat dikonfirmasi di lokasi, seorang guru yang mengaku sebagai Ketua Panitia Pembangunan, Damaikan J. Hulu, mengatakan proyek tersebut merupakan program revitalisasi yang bersumber dari Direktorat Pusat.

«”Ini bangunan revitalisasi dari direktorat pusat, pagunya Rp872 juta,” ujarnya.»

Terkait belum adanya papan informasi proyek, ia menjelaskan bahwa papan tersebut telah diserahkan kepada pihak komite sekolah untuk dipasang. Menurutnya, biaya pembuatan papan informasi juga telah dibayarkan.

«”Papan proyek sudah dititipkan kepada ketua komite, tetapi sampai sekarang belum dipasang. Biaya pembuatannya juga sudah dibayar,” katanya.»

Di sisi lain, sejumlah warga mulai mempertanyakan kualitas pekerjaan yang sedang berlangsung. Salah seorang warga berinisial AH mengaku melihat material pasir yang digunakan diduga bercampur lumpur sehingga menimbulkan keraguan terhadap mutu konstruksi bangunan.

Selain itu, warga juga menyoroti tingkat kehadiran Kepala SMAN 2 Mazo, Agustina Dachi, yang disebut-sebut jarang berada di sekolah selama proyek berlangsung. Informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.

Upaya konfirmasi kepada Kepala SMAN 2 Mazo telah dilakukan melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan substantif atas sejumlah pertanyaan yang disampaikan. Pesan yang diterima media hanya berisi keterangan bahwa anaknya sedang sakit.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak sekolah maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan belum dipasangnya papan informasi proyek serta pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan revitalisasi tersebut.

Ketiadaan papan informasi pada proyek yang menggunakan anggaran negara menjadi perhatian penting, mengingat transparansi merupakan salah satu instrumen utama untuk mencegah penyimpangan serta memastikan setiap rupiah anggaran publik digunakan sesuai peruntukannya. ( Abdul)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest