Banner iklan

Dosen Universitas Hang Tuah Pekanbaru Berikan Edukasi dan Pelatihan Peer Support sebagai Strategi Coping Adaptif untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Santriwati Al Ihsan Boarding School

More articles

Kampar, Investigasi.News – Dosen Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi santriwati di Pondok Pesantren Al Ihsan Boarding School, Kabupaten Kampar, Riau, pada Minggu, 20 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB tersebut diikuti oleh 10 orang santriwati.

Kegiatan mengangkat tema “Program Peer Support Santriwati untuk Penguatan Strategi Coping Nyeri Haid”, dengan fokus pada edukasi dan pelatihan strategi adaptif dalam mengelola nyeri haid atau dismenore. Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan remaja putri agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam menghadapi keluhan nyeri saat menstruasi.

Kegiatan tersebut diawali dengan pemberian materi edukasi oleh Ketua Tim, Dr. Hetty Ismainar, SKM, MPH. didampingi oleh anggota tim Bd. Ani Triana, SST, M.Kes dan Dahlia. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai menstruasi, dismenore, dampak nyeri haid terhadap aktivitas sehari-hari, serta pentingnya menerapkan strategi coping yang adaptif. Dalam program ini, konsep peer support atau dukungan teman sebaya juga diperkenalkan sebagai salah satu pendekatan untuk membantu santriwati saling memberikan dukungan, berbagi pengalaman, dan memperoleh informasi kesehatan reproduksi yang tepat. Pihak Pondok pesantren sebagai mitra kerjasama mensupport penuh kegiatan ini dengan mempersiapkan tempat dan memfasilitasi media edukasi ini.

Peserta Kegiatan Edukasi

Dr. Hetty Ismainar.SKM. MPH. menjelaskan Program peer support menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena lingkungan pesantren memiliki interaksi sosial yang kuat antarsantriwati. Melalui dukungan teman sebaya, santriwati diharapkan memiliki ruang yang nyaman untuk berbagi pengalaman ketika mengalami nyeri haid dan mengetahui langkah penanganan yang tepat. Konsep tersebut juga telah dirancang dalam program pengabdian tim sebagai upaya membentuk dukungan teman sebaya yang dapat berkelanjutan di lingkungan pesantren.

Praktik Pelatihan Strategi Coping Adaptif Mengurangi Nyeri Haid

Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penanganan nyeri haid secara nonfarmakologis. Santriwati mendapatkan demonstrasi dan praktik mengenai relaksasi napas dalam, kompres hangat menggunakan buli-buli panas, serta peregangan ringan. Teknik tersebut dipilih sebagai keterampilan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri ketika mengalami nyeri haid. Materi pelatihan strategi coping nonfarmakologis juga menjadi salah satu solusi utama dalam rancangan program pengabdian, yang mencakup relaksasi napas dalam, kompres hangat, peregangan ringan, manajemen stres, dan pola hidup sehat.

Materi Edukasi

Pada sesi akhir, seluruh santriwati diminta mempraktikkan kembali teknik yang telah diberikan. Praktik dilakukan untuk memastikan peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mencoba menerapkan strategi coping secara langsung. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian Universitas Hang Tuah Pekanbaru mendorong santriwati untuk lebih terbuka dalam memahami kesehatan reproduksi dan tidak menganggap nyeri haid sebagai keluhan yang harus selalu diterima tanpa penanganan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pengetahuan, keterampilan, serta dukungan teman sebaya bagi santriwati dalam menghadapi dismenore secara lebih adaptif dan mandiri. Nantinya ke sepuluh orang santriwati ini ditunjuk sebagai kader “PEDULI Nyeri Haid” sebagai pelopor edukasi bagi teman sebaya mereka.

Foto Bersama Dosen Universitas Hang Tuah Pekanbaru dan Santriwati Al Ihsan Bording School

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Universitas Hang Tuah Pekanbaru, khususnya Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, dalam berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan reproduksi remaja melalui kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

(Yuridis)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest