Banner iklan

Sedang Proses Perceraian, ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri

More articles

Kayuagung, Investigasi.News — Peristiwa berdarah mengguncang lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Inspektorat Kabupaten OKI, Anton (32), tewas setelah mengalami serangan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh istrinya sendiri, Deka Ayu (30), Senin (21/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan belakang Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) OKI, yang berada tidak jauh dari Kantor Inspektorat serta lingkungan masjid di kawasan perkantoran Pemkab OKI.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika Deka mendatangi Anton di tempat kerjanya. Pertemuan pasangan suami istri tersebut kemudian berujung pada perselisihan hingga terjadi penyerangan menggunakan senjata tajam.

Anton yang saat itu masih mengenakan pakaian dinas sempat berusaha menyelamatkan diri. Namun, akibat luka yang dialaminya, korban akhirnya terjatuh dan meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah pegawai yang berada di sekitar kawasan perkantoran sontak dibuat terkejut. Suasana yang sebelumnya berlangsung normal berubah menjadi kepanikan setelah mengetahui seorang ASN tergeletak dalam kondisi bersimbah darah.

Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi, melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Deka Ayu selanjutnya diamankan untuk menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres OKI. Polisi juga mengamankan senjata tajam yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto membenarkan bahwa perempuan yang diamankan merupakan istri korban. Sementara Kasat Reskrim Polres OKI Iptu M Raka Dwi Darma menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk motif dan rangkaian kejadian sebelum penikaman.

Rumah Tangga Retak, Sedang Proses Perceraian

Di balik tragedi tersebut, persoalan rumah tangga korban dan terduga pelaku ternyata telah berlangsung cukup lama.

Kakak korban yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan membenarkan bahwa Anton dan Deka Ayu sedang dalam proses perceraian. Keduanya juga disebut sudah tidak menjalani kehidupan rumah tangga secara harmonis.

Menurut keterangan keluarga, keretakan rumah tangga tersebut bukan terjadi secara tiba-tiba. Persoalan antara keduanya disebut telah berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya hingga akhirnya hubungan mereka berada di ujung perceraian.

“Memang sedang proses perceraian,” ungkap kakak korban.

Keluarga juga mengungkapkan adanya persoalan lain dalam rumah tangga tersebut. Anton, menurut pihak keluarga, disebut beberapa kali mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh istrinya.

Bahkan, pihak keluarga menyebut perlakuan tersebut sudah dialami korban sejak awal pernikahan.

“Korban sudah tidak tahan karena sering mendapat perlakuan kekerasan, bahkan sejak sekitar sebulan setelah menikah,” ungkap sumber keluarga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Kakak korban menggambarkan karakter Deka sebagai pribadi yang keras dan kerap terjadi pertentangan dalam rumah tangga mereka.

“Istrinya ini orangnya keras dan sering melawan,” ujar kakak korban.

Namun, keterangan mengenai dugaan KDRT tersebut merupakan pernyataan dari pihak keluarga korban dan masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan maupun pemeriksaan aparat penegak hukum.

Polisi Dalami Motif

Sementara itu, polisi masih mendalami motif pasti di balik penyerangan yang menyebabkan Anton meninggal dunia.

Sejumlah pemberitaan menyebut sebelum kejadian terdapat persoalan terkait kebutuhan anak, termasuk permintaan biaya pengobatan. Polisi disebut masih memeriksa terduga pelaku dan saksi-saksi untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.

Dengan demikian, motif pembunuhan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat. Penyidik masih memiliki tugas untuk mengurai apa yang sebenarnya terjadi sebelum penyerangan, termasuk hubungan rumah tangga korban dan terduga pelaku.

Jenazah Anton kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kayuagung untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Sementara Deka Ayu telah diamankan dan menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres OKI.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terlebih karena peristiwa terjadi di lingkungan perkantoran pemerintahan dan korban merupakan seorang ASN yang tengah menjalankan aktivitas kedinasannya.

Penyidikan masih berlangsung. Publik kini menunggu keterangan resmi kepolisian mengenai motif, kronologi lengkap, barang bukti, serta pasal yang akan dikenakan terhadap terduga pelaku.

Suprene

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest