Air Sering Mati, Masyarakat Minta Pengurus PDAM Kenagarian Sarilamak Diganti

More articles

spot_img

Kabupaten 50 Kota, Investigasi.newsPDAM Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat, kerap mengalami gangguan pasokan air. Ini menjadi perhatian serius mengingat air adalah kebutuhan pokok sehari-hari bagi masyarakat. Terutama, di Jorong Ketinggian, pasokan air sering terputus, memicu kekhawatiran dan keluhan di kalangan ibu-ibu rumah tangga.

Yet, seorang ibu rumah tangga dari Nagari Sarilamak, mengekspresikan ketidakpuasan kepada media, “Jika pengelola PDAM tidak mampu menjalankan tugasnya dengan profesional, mengapa tidak diganti? Apakah pejabat yang bertanggung jawab terkait PDAM memiliki hubungan keluarga dengan Bupati atau Ketua Dewan?” ujarnya dengan rasa kesal.

Yet merasa bahwa pelayanan publik di pusat Ibukota Kabupaten tidak memadai, terutama dalam hal pasokan air oleh PDAM. “Air sering mati, terkadang hanya mengalir pada malam hari dengan debit yang sangat kecil. Ini tidak bisa diterima,” tambahnya sambil tertawa pahit.

Selain itu, air yang mengalir pun seringkali keruh atau tercampur lumpur. Namun, meskipun demikian, masyarakat tetap membutuhkan air tersebut untuk keperluan sehari-hari.

“Musim panas menjadi masa sulit karena pasokan air mati. Kami terpaksa pergi ke sungai untuk mencuci dan mandi, yang tentunya merepotkan terutama bagi saya yang memiliki tiga anak kecil,” keluh seorang ibu.

Pemerintah seharusnya memberikan perhatian yang lebih besar terhadap fasilitas publik di pusat Ibukota Kabupaten. Mengingat semua kantor pemerintahan berada di sini, termasuk Dewan dan Bupati yang juga berasal dari daerah ini. Namun, mereka terkesan acuh tak acuh terhadap keluhan kami. Seharusnya mengawasi pelayanan publik adalah salah satu tugas utama mereka. Tidak mungkin mereka tidak mengetahui kondisi di daerah ini,” tambahnya dengan kekecewaan.

“Alasan apapun tidak cukup untuk mengabaikan Sarilamak sebagai prioritas pembangunan. Sebagai pusat Ibukota Kabupaten dan daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, Sarilamak harus menjadi fokus utama pembangunan. Program pembangunan dari pinggiran harus menjadi bagian dari agenda pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki semangat pembangunan yang berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan,” tutur seorang tokoh masyarakat Sarilamak, mengakhiri pembicaraan.

( Tomy/Red )

 

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img