Sawahlunto Besti 2024: Menutup Jendela Stunting Menuju Generasi Emas Indonesia

Sawahlunto, investigasi.new – Sawahlunto bebas stunting (Sawahlunto besti) 2024, ditandai dengan penandatanganan komitmen penting (menutup jendela stunting) semua stake holder dalam rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam rangka optimalisasi upaya intervensi sensitif dan spesifik menuju Sawahlunto besti, Senin (5/2/2024) di Aula IKM Sawahlunto.

Rakor yang dibuka oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sawahlunto Zefnihan itu juga ditegaskan, meski secara statistik tidak bisa sampai nol, tetapi dengan angka yang hanya 191 kasus stunting di Sawahlunto daoat dilibas habis atau bebas stunting.
“Terlebih jika dilihat data statistik, angka kemiskinan 2023 dicatatkan 2,27 persen (terkecil di Indonesia), ini kekuatan kita bisa menyatakan dan mengambil tindakan Sawahlunto besti tercapai tahun ini,” tegas Pj Zefnihan.

Selain itu sebut Pj Zefnihan, dari 191 kasus balita stunting, 80 persennya diakibatkan oleh perilaku atau pola asuh termasuk hal substansi dan mendasar lainnya seperti perilaku hidup bersih dan sehat dengan tidak buang air besar sembarangan (BABS).
“Kenapa kita harus mendeklarasikan hal ini, agar semua pihak ikut bertanggungjawab dalam menyelesaikan permasalahan stunting demi terciptanya generasi emas Indonesia 2045 mendatang,” tegas dia.

Sementara Kepala perwakilan BKKBN Sumatra Barat yang diwakili ketua Tim Kerja Perencanaan dan Manajemen Kinerja Reni Erlin menyampaikan apresiasi kepada kota Sawahlunto, dimana kota pertama dari 19 kota/kabupaten di Sumbar yang menggelar Rakor TPPS.
“Ini adalah bentuk keseriusan dari Sawahlunto dalam upaya membangun SDM bersama dalam menuntaskan stunting,” kata dia.

Melalui rakor ini lanjut dia, akan lahir strategi-strategi dalam menguatkan kualitas penyiapan, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses air minum dan sanitasi dalam menuntaskan kasus stunting menuju Sawahlunto besti.
Sebelumnya ketua TPPS Sawahlunto Ambun Kadri menyebut, rakor yang digelar ini adalah upaya memastikan kapasitas kelembagaan dan SDM semua tingkatan. Menyusun rencana strategis intervensi, optimalkan semua bidang TPPS serta mengevaluasi jejak kerja di 2023 dan menyusun langkah di 2024, sehingga cita-cita Sawahlunto besti dapat tercapai.(rki/T.Ab)

IKLAN HPN

Related Articles

Iklan hpn
Iklan HPN
Iklan hpn
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Latest Articles