Butuh Kejujuran & Keadilan : Masyarakat Kawata Tolak Musdes Dan Usir Camat Beserta Rombongan

Malut, Investigasi.news – Keadaan desa Kawata-Kec. Mangoli Utara Timur tidak baik-baik saja, hal ini ditandai dengan aksi mayoritas masyarakat desa yang menolak digelar musyawarah desa (musdes) kemarin Kamis 25 Januari 2024, bukan hanya memboikot gedung serbaguna tempat dilaksanakannya musdes, tapi mereka juga mengusir camat dan rombongan untuk segera meninggalkan desa Kawata.

”Kalian keluar, bubar, bubar !!!”, teriak massa aksi yang memaksa Camat dan rombongan keluar dari gedung serbaguna.

Bukan hanya itu, masyarakat desa Kawata juga meneriakkan kata: Pulang Kalian, Pulang, Pulang, Kami Butuh Kejujuran dan Keadilan!!!
Mengiringi Camat dan rombongan menuju bodyfiber mereka untuk segera meninggalkan desa Kawata.

Sikap masyarakat desa Kawata disinyalir terpicu karena kesal dengan pemerintah desa Kawata yang tidak jujur dan transparan dalam mengelola dana desa, karena selain banyak menemukan indikasi penyelewengan dana desa dilapangan yang kemudian dilaporkan ke Inspektorat Pemda Sula, BPD dan masyarakat juga menemukan banyak keganjilan pada LPJ APBDes tahun 2023 yang kemudian dilaporkan ke Polres Sula menyangkut tindakan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Sekdes Kawata.

“Yang kami inginkan adanya rapat umum untuk pertanggung jawaban penggunaan anggaran tahun 2022 dan 2023 baru buat rencana anggaran tahun 2024 melalui musdes”, ujar Zulvikar Makian salah satu koordinator aksi penolakan musdes (25/1).

Sebagai informasi tambahan, sebelumnya mayoritas masyarakat desa Kawata juga menolak Musyawarah Dusun atau Musdus, makanya berbuntut juga pada penolakan Musdes.

Sementara itu Pejabat/PJ Kepala Desa (Kades) Kawata, Ikhsan Jawa Umasugi ketika di hubungi media ini mengatakan.

“Iya betul masyarakat menolak musdes karena menginginkan digelar terlebih dahulu rapat umum”, pungkas PJ. Kades Ikhsan melalui chat di WhatsApp.

Ikhsan juga menceritakan dalam aksi tadi terjadi pembakaran ban bekas, dan rencana pemalangan gedung pertemuan tapi kemudian tidak jadi dipalang.

“Semoga ada solusi yang terbaik agar kami bisa focus bekerja”, tutup Ikhsan Jawa Umasugi PJ Kades Kawata.

( RL )

IKLAN HPN

Related Articles

Iklan hpn
Iklan HPN
Iklan hpn
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Latest Articles