Beranda blog Halaman 4378

Nota Kesepakatan Terhadap Rancangan APBD Kabupaten Pasaman 2022 Ditandatangani

0
apbd

Lubuk Sikapinginvestigasi.news-Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pasaman dengan agenda jawaban Bupati Pasaman atas pemandangan Fraksi – Fraksi terhadap Ranperda APBD Kabupaten Pasaman tahun 2022 dan penandatanganan nota kesepakatan terhadap rancangan APBD Kabupaten Pasaman 2022.

Kegiatan Rapat Paripurna tersebut di Pimpin Ketua DPRD Kabupaten Pasaman di dampingi Wakil Ketua DPRD dan turut hadir Bupati Pasaman, H.Benny Utama SH MM, Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS, S.Ag Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, Sekretaris DPRD, Kepala SKPD dan para awak media di gedung Syamsiar Thaib, Rabu (24/11/2021)

Rapat Paripurna ini yang di jadwalkan pada pukul 14.00 WIB tertunda sampai pukul 18.00 WIB karena tidak mencukupi Kuorum, setelah Kuourm cukup sidang paripurna di skor sampai pukul 20.00 WIB karena telah memasuk sholat Maghrib.

Sebelum menyampaikan jawaban Bupati Pasaman atas pemandangan Fraksi – Fraksi terhadap Ranperda APBD Kabupaten Pasaman tahun 2022, Wakil Bupati Pasaman mengucapkan terima kasih kepada Fraksi – Fraksi DPRD Kabupaten Pasaman yang secara umum telah memberikan dukungan dan masukan dan ini secara langsung memberikan energi positif bagi Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat.

Wakil Bupati menyampaikan terima kasih kepada tujuh Fraksi – Fraksi DPRD Kabupaten Pasaman yakni Fraksi Nasdem, yang telah menerima dan memahami Ranperda Anggaran Pendapatan Daerah ( APBD) 2021.

Sabar AS,S.Ag berharap apa yang telah di jelaskan akan dapat dimaklumi dan diterima sehingga Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pasaman 2022 dapat diteruskan prosesnya sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku untuk dijadikan Peraturan Daerah Kabupaten Pasaman.

Setelah penyampaian jawaban Bupati Pasaman atas pemandangan fraksi – fraksi DPRD Pasaman dilanjutkan penandatanganan nota kesepakatan terhadap rancangan APBD Kabupaten Pasaman 2022, oleh Bupati Pasaman, H.Benny Utama SH MM, Ketua DPRD Pasaman, Bustomi SE, Wakil Ketua I, Dany Ismaya SP Datuk Sandaran dan Wakil Ketua II, Yasri Roland. (Ris)

Bukittinggi Targetkan Minimal 70% Pencapaian Vaksin

0
bukittinggi

Bukittinggiinvestigasi.news-Di masa-masa akhir waktu pencapaian target minimal 70 persen masyarakat Kota Bukittinggi untuk divaksin pada tahun 2021 ini, RSUD menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi.

Pada Kamis (25/11) ini, rumah sakit yang belum genap berusia setahun, sejak pagi sudah ramai didatangi masyarakat untuk mendapatkan vaksin.

Anwar (56) , warga Tembok, mengaku sengaja datang ke RSUD sejak pagi karena sudah mendapat informasi, sejak beberapa hari terakhir, sudah terjadi antrian untuk mendapatkan vaksin.

“Sebelum ke sini, saya sudah bertanya kepada tetangga yang sudah divaksin, bagaimana keadaan di RSUD. Jawabnya, kalau bisa datang lebih pagi karena banyak yang juga ingin divaksin,” tuturnya.

Kondisi ini dibenarkan Kepala Seksi Humas RSUD, Nugrahadi. Dia menyebutkan, mendekati saat-saat akhir untuk mencapai target minimal 70 persen warga yang divaksin, dari hari ke hari semakin banyak masyarakat yang datang untuk divaksin ke RSUD.

Karena masih terus diupdate berapa jumlah masyarakat yang divaksin di RSUD, Nugra memperkirakan sudah lebih dari 12.000 orang.

Malin

Peserta UKW PWI Bukittinggi Gelar Test Rapid

0
ukw

Bukittinggiinvestigasi.news– Dari jumlah peserta 24 orang dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bukittinggi, dan semuanya telah divaksin, penyelenggara Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Provinsi Sumbar, tetap mensyarakatkan peserta untuk tes Rapid antigen.

Tes Rapat yang dilakukan di RSUD Bukittinggi ini, Kamis (25/12) pagi tadi, dijelaskan ketua PWI Kota Bukittinggi, H.Anasrul, untuk mengantisipasi kemungkinan diantara peserta terkonfirmasi positif atau minimal reaktif.

Program UKW untuk tingkat Muda bagi 24 orang wartawan Bukittinggi yang tergabung dalam PWI Bukittinggi, dijadualkan berlangsung Jumat dan Sabtu (26 & 27/11), di aula kantor Balaikota, terlaksana dengan dukungan Pemko Bukittinggi melalui dana hibah tahun 2021, dengan kenyelenggara PWI Sumbar.

“Melalui UKW, kita berharap mampu mewujudkan dan meningkatkan kompetensi wartawan yang bertugas di Bukittinggi dan sekitarnya,” ulas Anasrul.

Sesuai dengan kondisi masa pendemi Covid 19, menurut Anasrul, sebelumnya, juga atas dukungan Pemko Bukittinggi bekerjasama dengan RSUD, juga sudah diberikan vaksin pada sebagian besar anggota PWI, kecuali yang kormobit.

Begitu pula dalam pelaksanaan UKW selama dua hari, mengingat akan terjadi kerumunan meski dalam jumlah masih pada toleransi, namun pengurus PWI Bukittinggi maupun Sumbar, tidak ingin sampai kecolongan.

Karena itu, walau hanya dengan Rapid, paling tidak akan diketahui ada tidaknya minimal gejala awal para peserta terkonfirmasi positif Covid 19,sehingga kegiatan benar-benar “clear” dari virus Corona.

Hasil tes Rapid bagi peserta UKW sendiri akan diumumkan oleh RSUD secara kolektif hari ini juga. ***

Dukung Hilirisasi Mineral, PLN Pasok Listrik 385 MVA ke Smelter dan Kawasan Industri SIIP di Kalsel

0
pln

Jakartainvestigasi.news-PT PLN (Persero) mendukung pelaksanaan hilirisasi mineral di Tanah Air, dengan memenuhi permintaan pasokan listrik dari pelanggan tegangan tinggi PT Sebuku Iron Lateritic Ores (PT SILO) dan Kawasan Industri Sebuku Indonesia Industrial Park (KI SIIP) sebesar 385 Mega Volt Ampere (MVA).

Komitmen penyediaan pasokan listrik ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) sebesar 75 MVA untuk pengoperasian _smelter_ milik PT SILO dan Nota Kesepahaman atau _Memorandum of Understanding_ (MoU) penyediaan listrik ke Kawasan Industri Sebuku Indonesia Industrial Park sebesar 310 MVA.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, listrik telah menjadi kebutuhan dasar, termasuk untuk mendukung kegiatan bisnis dan industri. PLN pun berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik dari pelanggan kecil sampai besar seperti industri, dengan menyediakan pasokan listrik yang handal _(reliability)_, berkualitas _(quality)_ dan harga yang kompetitif _(price)_.

“Kami berharap kerja sama ini bisa mendukung pengoperasian _smelter_ dan kawasan industri yang dikelola SILO Group sehingga bisa mendorong perekonomian dan berkontribusi dalam mencetak lapangan kerja di daerah,” kata Bob Saril saat menghadiri penandatanganan PJBTL PT SILO dan MOU Penyediaan Tenaga Listrik untuk KI SIIP.

Menurut Bob Saril, PLN telah menyediakan pasokan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, seiring dengan pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik. Dengan tersedianya pasokan listrik dapat mendatangkan investor, sehingga energi tersebut dapat menjadi penggerak perekonomian.

“Kita sudah menyediakan pembangunan pembangkitan 10 ribu MW tahap satu dan tahap dua. Kemudian pemerintahan selanjutnya Presiden Jokowi ada 35 ribu MW harapannya dapat menjadi penggerak ekonomi, sehingga datang ke Indonesia investor tidak sulit lagi ada infrastrukturnya,” ujar Bob Saril.

PLN di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah memiliki cadangan daya mencapai 664 MW, sehingga permintaan pasokan listrik untuk _smelter_ PT SILO dan KI SIIP dapat terpenuhi.

“Sistem kelistrikan Barito yang ada di Kalselteng saat ini sudah terinterkoneksi dengan sistem kelistrikan Mahakam di Kaltim sehingga makin andal dengan cadangan daya sebesar 664 MW, sehingga kami sangat siap untuk mendukung perkembangan dunia usaha termasuk industri,” papar Bob.

Bob menjelaskan, penyediaan energi listrik sebesar 75 MVA untuk kebutuhan PT SILO yang bergerak di bidang industri biji besi ini dibagi kedalam 3 tahap yaitu dari 30 MVA pada April 2022, meningkat menjadi 45 MVA pada Juni 2022 dan terakhir bertambah menjadi 75 MVA pada Februari 2023.

Dengan tersediaannya tenaga listrik sebesar 75 MVA pada Februari 2023, PLN mendukung keberlangsungan industri pertambangan mineral atas pembangunan dan operasional _smelter_ di Kalimantan Selatan. Pasalnya, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara (Minerba) menetapkan ekspor produk mineral yang belum dimurnikan didalam negeri akan ditutup pada Juni tahun 2023.  Jika _smelter_ belum beroperasi hingga juni 2023 maka para pengusaha tidak bisa melakukan ekspor produk mineral logam tertentu yang belum dimurnikan ke luar negeri.

Penyediaan tenaga listrik guna pengembangan kawasan KI SIIP yang dikelola oleh SILO GROUP juga merupakan langkah awal untuk mendukung peningkatan produksi pengolahan mineral dalam negeri di masa yang akan datang.

Dengan jadwal awal penyediaan tenaga listrik pada Juli 2025 sebesar 50 MVA dan puncaknya pada Desember 2027 ketersediaan energi listrik untuk Kawasan Industri SIIP adalah sebesar 21 MVA.

Direktur Utama PT SILO, Effendy Tios menyampaikan apresiasi yang luar biasa terhadap Langkah berani  PLN untuk mendukung penuh pengembangan industri dalam negeri melalui hilirisasi mineral. Dengan ditambahnya pasokan listrik ke smelter PT SILO menjadi 75 MVA dari PLN sangat mendukung terealisasinya industri _smelter_ dan _leaching_ di Pulau Sebuku.

“Sesuatu yang luar biasa dilakukan oleh PLN karena dapat mendukung pengembangan industri dalam negeri melalui tambang mineral” tutur Effendy

Dia menambahkan, akan banyak keuntungan yang didapatkan oleh perusahaannya ketika sudah dapat menggunakan suplai listrik dari PLN, dalam jangka panjang maka akan menekan biaya operasional yang signifikan.

Sebelum mendapat pasokan listrik PLN, PT SILO menggunakan Genset untuk melistriki fasilitas produksi bajanya, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan genset jauh lebih mahal ketimbang membeli listrik dari PLN.

“Kita pakai genset 15 MW pakai bahan bakarnya solar biayanya kan 1 banding 3, kalau harga listrik dari PLN sekitar Rp 1.200 kita Rp 3.600, apalagi solar harganya sekarang lebih tinggi bisa Rp 4 ribu. Kalau kita pakai solar bukan cari untung tapi cari rugi,” ujarnya.

***

Jelang HUT Kota, Payakumbuh Raih Peringkat Pertama Pelayanan Investasi Terbaik Nasional

0
payakumbuh

JAKARTAinvestigasi.news– Luar Biasa. Adalah kata yang pantas disematkan untuk Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi setelah kota yang dipimpinnya mendapat penghargaan peringkat pertama sebagai kota terbaik tingkat nasional dalam pelayanan investasi tahun 2021.

Ini juga menjadi satu kado terindah bagi Kota Payakumbuh yang akan berulang tahun pada 17 Desember 2021 nanti. Kota Payakumbuh satu-satunya kota kecil sebagai pemuncak pada acara tersebut.

Dengan keterbatasan anggaran bukan sesuatu yang tidak mungkin bahwa Kota Payakumbuh mampu bersaing dengan kota besar lainnya di Indonesia.

Wali Kota yang sudah memimpin kota randang selama dua periode itu memang dikenal telah melakukan banyak reformasi birokrasi guna memberikan pelayanan terbaik untuk membuahkan hasil kepada masyarakat, apalagi dengan adanya Mal Pelayanan Publik (MPP) di lantai 1 balai kota yang menjadi primadona masyarakat.

Presiden RI Joko Widodo yang langsung menyerahkan penghargaan tersebut kepada Riza Falepi dalam kegiatan Rakornas Investasi dan Anugerah Pelayanan Investasi tahun 2021 Kementerian Investasi dan BKPM di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (24/11).

Mendapatkan penghargaan tersebut, Riza Falepi menjelaskan semua ikhtiar dari jajarannya dalam melakukan reformasi terhadap layanan dengan kemudahan telah membuahkan hasil. Ini juga menjadi bukti kalau Kota Payakumbuh adalah kota yang ramah bagi investor. Selain itu, terkait izin usaha dan administrasinya sangat mudah, cepat, dan dikelola secara profesional.

“Saya ucapkan terima kasih kepada kawan-kawan ASN atas capaian ini. Sekretaris Daerah kota Payakumbuh Rida Ananda, Kepala DPMPTSP Harmayunis, Kadis Kominfo Junaidi yang sudah menyiapkan Sistem Informasi dan Publikasi serta semua pihak yang terlibat dalam mensukseskan capaian luar biasa ini.

Meskipun begitu, saya tetap ingatkan, kita tidak boleh berpuas diri, harus kita berikan pelayanan sebaik-baiknya kepada rakyat,” ujar Riza Falepi.

Menurut Riza Falepi, masih ada banyak pekerjaan besar ke depan yang mestinya dilakukan, yakni mewujudkan realisasi investasi di Kota Randang. Hal itu bisa dilakukan setelah pelayanan yang ditunjukkan kepada masyarakat semakin lama semakin baik.

“Seperti pesan Presiden, bagaimana meningkatkan realisasi, beliau juga berpesan jangan hanya investasi yang besar-besar saja, namun investasi yang kecil, UKM dan sebagainya juga harus terus tumbuh di Kota Payakumbuh,” kata Riza.

Riza Falepi mengaku tidak menduga bakal mendapat peringkat pertama dalam ajang ini, karena pada waktu sebelumnya, Kota Payakumbuh hanya masuk nomor kesekian.

“Ini suatu hal yang baik bagi kita karena memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Layanan ini tidak hanya kepada investor besar tapi juga investor kecil bahkan UMKM, sebagaimana amanat presiden karena itu pasti membuka lapangan kerja,” ungkapnya.

Layanan investasi skala kecil dan menengah juga harus sama layanannya dengan investasi besar, tukuk presiden.

Riza menyambung pesan Presiden RI, sudah dilayani dengan baik saja belum tentu investor datang, apalagi tidak dilayani atau dicuekin, serta memakai pula cara-cara lama dengan meminta uang, ini sudah tidak zamannya lagi.

“Untuk itu mari kita berbenah, dan menyiapkan tempat dengan baik untuk bisa investor nyaman dengan kita dan kemudian menginvestasikan dananya kepada kita, sehingga terjadi penciptaan kesejahteraan di tempat kita. Inilah tujuan kenapa kita mati-matian melayani mereka dengan baik.

Istilahnya berikanlah karpet merah buat mereka, Karena merekalah “the real hero” atau pahlawan atau pejuang dalam mensejahterakan masyarakat kita. Oleh karena itu, kita sebagai pemerintah memberikan layanan terbaik untuk itu,” tukuk Riza.

Dalam arahannya, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan sudah hampir 2 tahun Indonesia mengalami pandemi, dan dampaknya betul-betul di luar perkiraan, berimbas kemana-mana. Banyak negara mengalami kelangkaan energi, kelangkaan kontainer dan kenaikan inflasi yang menakutkan semua negara.

Dan akhir-akhir ini banyak negara yang mengalami kenaikan harga produsen yang mengakibatkan harga konsumen juga menjadi naik.

“Ini yang saya sebut ketidakpastian dan kompleksitas yang diminta kepada kepala daerah untuk mengkalkulasi dan mampu membaca serta mengatasinya. Kuncinya yaitu harus mampu melakukan pengendalian pandemi Covid-19. Tanpa mengendalikan ini maka perekonomian tidak akan bisa bangkit,” ucap Jokowi.

Jokowi juga menjelaskan kalau investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi. Karena Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan APBN dan APBN, akan defisit jika tidak mampu menanggulangi pandemi. Oleh sebab itu, yang diluar APBN atau investasi ini harus digerakkan.

“Kalau investasi muncul, maka peredaran uang akan semakin banyak dan itu akan menimbulkan efek ke daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi juga naik. Kalau ada yang tanya, investasi apa yang dibutuhkan sekarang, yaitu investasi yang memiliki nilai tambah tinggi. Inilah transformasi ekonomi yang disebut dibutuhkan saat ini,” tegas Presiden. ***

Pemerintah Daerah Perlu Kerja Ekstra, Pertumbuhan Ekonomi 6,3 % Masih Rendah

0
pemerintah

PADANG investigasi.news- Pemerintah daerah perlu kerja ekstra dalam mencapai target pemulihan ekonomi di penghujung tahun, ditambah serapan anggaran yang masih rendah berdampak pada putaran uang yang bertumpuk pada sisa waktu tahun anggaran. Angka Rp3,6 triliun yang dipatok gubernur dinilai masih kecil untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 6,3 persen.

Pakar Ekonomi Universitas Andalas (Unand) Prof Elfindri mengatakan, serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 yang terbilang rendah akan mengakibatkan velocity of money atau perputaran uang akan menumpuk pada akhir tahun di bulan November dan Desember.

“Ini harus jadi catatan agar tidak terulang di tahun 2022, karena ini menyebabkan perputaran uang tidak merata dan program yang dibuat seolah dipaksakan agar serapan anggaran terjadi, tapi programnya itu tidak meninggalkan dampak apa-apa bagi masyarakat,” kata Elfindri, Rabu (24/11).

Ia menilai, pemerintah daerah tidak cukup hanya mengandalkan APBD baik tingkat provinsi atau pun kabupaten/kota untuk mencapai putaran uang sebesar Rp3,5 triliun dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 6,3 persen pada triwulan IV. Ditambah pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan III cukup melambat dari triwulan sebelumnya.

Menurut Elfindri, kepala daerah dan OPD harus mengoptimalkan sumber lain selain APBD. Seperti menarik dana pemerintah pusat melalui proyek nasional di Sumbar, atau mengoptimalkan potensi penanaman modal yang belum tergarap dengan baik di Sumbar.

Elfindri menambahkan, dengan kondisi ekonomi yang mulai pulih dari krisis pandemi Covid-19, target pertumbuhan ekonomi 6,3 persen merupakan angka yang realistis. Sumbar, katanya, bisa mencapai target tersebut dengan mengoptimalkan sektor-sektor potensial, seperti pertanian dengan memulai membangun industri turunan produk tani dan membangun pabrik pupuk.

Termasuk juga, sambung Elfindri, kebutuhan dana sekitar Rp3,5 triliun juga cukup rasional bila merujuk pada Incremental Capital Output Ratio (ICOR) atau rasio antara tambahan output dan tambahan modal yang terjadi di Sumbar.

“Angka kebutuhan akan investasi, berapa perkiraan pertumbuhan ekonomi itu bisa diukur lewat indikator ini. Jika angka yang dirujuk gubernur Rp3,5 triliun agar bisa tumbuh enam persen itu adalah angka yang cukup kecil,” ucapnya.

Elfindri menyebutkan, keperluan dana tersebut bisa diperoleh dari pihak swasta, investasi dan pengelolaan aset pemerintah, serta masyarakat yang berasal dari pengualaran domestik keluarga atau orang dari luar yaitu remitans yang masuk ke Sumbar.

Selain itu, kata Elfindri, pola konsumsi masyarakat juga harus didorong untuk beralih kepada produk-produk lokal, sehingga putaran uang di Sumbar bisa lebih tinggi. “Masyarakat harus memulai menggunakan produk yang dihasilkan di dalam daerah sendiri, sehingga terjadinya perputaran uang atau uang yang ada tidak lari ke luar daerah,” katanya.

Meski demikian, Elfindri menyatakan, kepala daerah perlu memperhatikan bahwa investasi yang masuk itu mesti bisa meningkatkan nilai tambah di tengah masyarakat. Sehingga pemerintah daerah tidak hanya fokus dalam mendongkrak pemulihan ekonomi, tetapi juga mampu menambah lapangan pekerjaan.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen dibutuhkan perputaran uang sekitar Rp3,5 triliun. Hal tersebut dihitung berdasarkan, pertumbuhan ekonomi 1 persen dibutuhkan dana masuk dan berputar di Sumbar sekitar Rp1,16 triliun.

“Jadi untuk mencapai 6 persen butuh sekitar Rp3,5 triliun. Ini yang harus kita upayakan. Dana masuk itu bisa dari semua pintu baik anggaran pusat yang masuk lewat program dan kegiatan di OPD, investasi atau kegiatan di instansi vertikal,” ujar Mahyeldi.

Ia menyebutkan, seluruh potensi Sumbar harus dioptimalkan sebaik mungkin dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, seperti dana investasi masyarakat ber KTP Sumbar mencapai Rp37 triliun yang berputar di bursa efek. Potensi tersebut harus bisa ditarik ke Sumbar untuk pertumbuhan ekonomi daerah.

Maka, Mahyeldi menambahkan, iklim investasi harus dibangun dengan baik, terutama pada aspek kepastian hukum dan insentif. Apa lagi, katanya, berbagai balai yang menjadi perpanjangan tangan kementrian di daerah yang terkendala banyaknya aksi premanisme yang mengganggu kegiatan di daerah.

“Ini menyebabkan balai-balai menjadi malas membawa uang untuk program dan kegiatan ke Sumbar sehingga dana yang masuk ke daerah juga menjadi berkurang. Persoalan ini harus kita sikapi dengan serius. Satpol PP dan Kesbangpol harus segera menindak. Kalau memang aksi premanisme itu mendapatkan bekingan dari oknum, kita akan koordinasikan dengan penegak hukum,” katanya.

Di samping itu Mahyeldi juga mengingatkan OPD-OPD untuk menindaklanjuti hasil kunjungan kerja menteri ke Sumbar sepanjang 2021 yang menjanjikan proyek-proyek nasioal. Seperti Bappenas, Kementerian PUPR, Menko Maritim, dan Kementerian Investasi.

“Pada 2022 saya memberi pekerjaan rumah pada seluruh OPD untuk bisa menindaklanjuti menteri yang berkaitan dalam rangka mengupayakan dana pusat turun ke daerah. Tapi OPD jangan hanya pandai meminta, alokasikan dulu anggaran di daerah sebagai bentuk keseriusan baru minta tambahan ke pusat,” katanya.

(*)

Cangkang Sawit Kerap Berserakan, Pemko Padang Sepakati Aturan dengan Pengusaha

0
berserakan

Padang investigasi.news-Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama pengusaha menyepakati aturan untuk mengatasi masalah cangkang sawit yang kerap berserakan di beberapa titik jalan nasional di Kota Padang.

Sebagai informasi, cangkang sawit itu jatuh dari angkutan umum yang membawanya, dan telah menimbulkan kerugian bahkan korban jiwa dari pengendara roda dua yang melintas.

“Kita bersama telah sepakat. Kita tentu berharap jangan ada lagi cangkang sawit yang berserakan di jalan. Para pengusaha terkait pun telah menyetujuinya,” ujar Wali Kota Padang Hendri Septa di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (24/11/2021).

Dia menuturkan aturan tersebut yaitu terhitung 25 November 2021 sepanjang Jalan Raya Bypass Kota Padang harus bersih dan bebas dari cangkang sawit yang berserakan.

Kemudian, untuk menghindari agar tidak jatuh dari kendaraan, cangkang sawit harus dimuat secara datar sesuai dengan dimensi bak kendaraan dan ditutup rapat dengan terpal atau bahan sejenis.

Jika ada cangkang sawit yang berserakan di jalan, tanggung-jawab pembersihannya berada di perusahaan angkutan umum barang yang membawa material.

“Perusahaan angkutan umum barang wajib mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan, dan kelas jalan tersebut,” jelas Hendri.

Aturan selanjutnya, apabila terjadi pelanggaran dalam kesepakatan ini, maka Pemko Padang beserta Ditlantas Polda Sumbar, Polresta Padang, BPTD Wilayah III Sumbar, Dinas Perhubungan Sumbar dan Padang akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan. ***

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Mengecam Keras Kasus Pemerkosaan Dan Penganiayaan

0
kementerian

Jakarta investigasi.news– Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengecam keras kasus pemerkosaan dan penganiayaan terhadap seorang siswi Sekolah Dasar di Kota Malang, Jawa Timur.

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar meminta aparat mengusut tuntas, menegakan hukuman serta memberikan sanksi terhadap pelaku sesuai dengan UU yang berlaku.

“Kasus pemerkosaan dan penganiayaan yang terjadi sangat keji. Korban yang masih berusia 13 tahun, diperkosa saat pulang dari sekolah dan kemudian dianiaya oleh delapan orang termasuk oleh satu orang pelaku pemerkosaan,” kata Nahar melalui siaran pers, Jakarta di terima Kamis.

Nahar menegaskan kasus tersebut harus diusut tuntas dengan menerapkan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pelaku dapat dijerat dengan dua pasal sekaligus, yaitu Pasal 80 atas tindak kekerasan dan Pasal 81 atas tindak pemerkosaan kepada korban.

Atas pengungkapan kasus ini, pihaknya mengapresiasi Polresta Malang yang cepat menangkap para terduga pelaku dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Meski para terduga pelaku masih berusia anak, kata Nahar, Kemen PPPA akan memastikan agar proses hukum para terduga pelaku sesuai dengan UU Sistem Peradilan Pidana Anak Nomor 11 Tahun 2012.

“Kami telah berkoordinasi dengan Bareskrim, Pemprov Jatim, Pemkot Malang dan Lembaga Pendamping Anak untuk mengambil langkah-langkah penanganan dan melakukan pendampingan terhadap korban. Saat ini korban ditempatkan di Rumah Aman di Batu untuk memulihkan psikis,” kata Nahar.

Nahar mengemukakan korban dalam dua tahun terakhir tinggal di salah satu Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa yang dititipkan oleh ibu kandungnya.

Korban yang masih duduk di bangku kelas VI SD ini merupakan anak tunggal dari ibu yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan tinggal di Sidoarjo.

Nahar pun meminta lembaga-lembaga panti asuhan yang merawat dan mengasuh anak harus dapat melaksanakan tugasnya sesuai standar, termasuk memastikan anak-anak yang bersekolah di luar lembaga tempat tinggalnya terhindar dari ancaman tindak kejahatan dan risiko buruk lainnya. ***

Sudah 3 Jurnalis Yang Dipenjarakan Akibat UU ITE

0
jurnalis

Jakarta investigasi.news-Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mencatat sedikitnya tiga jurnalis telah dipenjarakan pada periode kedua pemerintahan Joko Widodo.

Direktur LBH Pers, Ade Wahyudin menyebut ketiga jurnalis itu dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Bahkan, menurutnya, polanya pun sama.

Mereka dijerat memakai pasal terkait penghinaan, pencemaran nama baik dan menyebarkan hoaks. Pola berikutnya, ketiga kasus itu tetap diproses di pengadilan meskipun Dewan Pers sudah menyatakan bahwa produk yang dipermasalahkan termasuk karya jurnalistik.

Seharusnya, kata Ade, kasus sengketa pers cukup diproses di Dewan Pers. “Kalau misalkan dia memang karya jurnalistik, seharusnya mekanisme sengketa pers atau penyelesaian melalui UU Pers. Kalau melanggar kode etik, ya sanksinya sanksi etik, bukan sanksi hukum,” kata Ade, Rabu (24/11).

“Ini sangat berpotensi menjadi preseden yang tidak baik bagi kebebasan pers kita,” imbuhnya.

Berikut tiga jurnalis yang telah dan atau sedang dipenjara karena dijerat UU ITE atas karya jurnalistiknya.

Muhammad Asrul

Jurnalis Muhammad Asrul dijatuhi vonis penjara tiga bulan oleh Pengadilan Negeri Palopo, Sulawesi Selatan setelah berusaha membongkar dugaan kasus korupsi di Palopo lewat tiga tulisannya yang dimuat di berita.news.

Ketiga berita yang dipersoalkan merupakan hasil liputan Asrul. Namun, Asrul dituduh melanggar pasal pencemaran nama baik karena menyebut nama anak Wali Kota Palopo dalam karya jurnalistiknya itu.

Majelis Hakim PN Palopo menyatakan Asrul terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 45 ayat 1 juncto pasal 27 ayat 3 UU ITE pada Selasa (23/11).

Tiga judul berita yang ditulis Asrul kemudian dipermasalahkan yaitu Putra Mahkota Palopo Diduga ‘Dalang’ Korupsi PLTNH dan Keripik Zaro Rp11M, terbit pada 10 Mei 2019; Aroma Korupsi Revitalisasi Lapangan Pancasila Palopo Diduga Seret Farid Judas, terbit 24 Mei 2019; Jilid II Korupsi Jalan Lingkar Barat Rp5 M, Sinyal Penyidik Untuk Faird Judas?, terbit 25 Mei 2019.

Sebelumnya, Asrul juga sempat ditahan pada 30 Januari-5 Maret 2020 usai diperiksa dan menjalani BAP oleh penyidik pada 29 Januari. Asrul baru bebas pada 5 Maret setelah Dewan Pers melayangkan surat ke Polda Sulsel.

Surat tersebut berisi penegasan bahwa kasus yang menjerat Asrul adalah ranah jurnalistik. Asrul kemudian keluar dari tahanan polisi. Namun, kasusnya tetap berjalan dan akhirnya saat ini Asrul harus kembali mendekam di penjara.
Diananta
Mantan Pemimpin Redaksi Banjarhits, Diananta Putra Sumedi ditahan selama 3,5 bulan di Rutan Polres Kotabaru. Diananta ditahan karena dianggap menulis berita yang diduga menyinggung SARA dan dijerat Pasal 28 UU ITE.

Berita Diananta yang dipermasalahkan yaitu berjudul Tanah Dirampas Jhonlin, Dayak Mengadu ke Polda Kalsel yang dimuat di Banjarhits.id pada 9 November 2019.

Dewan Pers dalam surat bernomor 02/P-DP/VIII/200 mengatakan, semestinya karya tersebut diselesaikan dengan mengacu UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, bukan dibawa ke ranah pidana.

Mohammad Sadli Saleh

Jurnalis Mohamad Sadli Saleh divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Hakim menilai Sadli terbukti bersalah karena menyebarkan informasi hingga menimbulkan kebencian di masyarakat lewat tulisannya.

Sadli digugat oleh Bupati Buton Tengah karena berita berjudul Abracadabra: Simpang Lima Labungkari Disulap Menjadi Simpang Empat.

Sadli didakwa melanggar Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2), Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ketua Bidang Advokasi AJI Indonesia, Erick Tanjung mengatakan, belum lama ini, jurnalis Metro Aceh, Bahrul Walidin juga digugat menggunakan pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 UU ITE.

Ia dilaporkan setelah menulis berita terkait penipuan ke Polda Aceh pada 24 Agustus 2020. Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan.

“Sekarang Bahrul kasusnya naik tahap penyidikan di Polda Aceh,” kata Erick, Rabu (24/11).

Selain dipolisikan, jurnalis juga rentan mendapat kekerasan. Berdasarkan laporan tahunan LBH Pers, pada 2020 terdapat 117 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun 2019 yakni kekerasan tercatat sebanyak 79 kasus.

Sementara itu, berdasarkan catatan AJI Indonesia, pada kurun waktu 2014-2021 alias selama Jokowi menjabat presiden, kekerasan terhadap jurnalis mencapai 473 kasus.***

Desa Suka Damai Dinobatkan Jadi Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama

0
sadar

Tungkal Jayainvestigasi.news-Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP melaunching Desa Suka Damai Kecamatan Tungkal Jaya sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Muba.Rabu (24/11/2021).

Meski berada di kawasan pelosok, namun Desa Suka Damai Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Muba hidup dengan rukun. Keberagaman agama dan suku tampak jelas pada suasana desa itu.

Dalam kesempatan ini Beni Hernedi mengatakan bahwa Pemkab Muba menyambut baik launching Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama, dan berkomitmen mendukung dan akan ikut hadir dalam mewujudkan cita-cita bersama tersebut.

“Hari ini kegiatan yang sangat luar biasa, tidak banyak tempat yang bisa menyelenggarakan seperti ini, dengan ditetapkan desa sadar kerukunan umat beragama, di Sumsel sendiri belum ada yang seperti kita,” ujarnya.

Ia berharap dengan dilaunching Desa Suka Damai Sebagai Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama dapat semakin memupuk kebersamaan dan mempraktekkan kehidupan sebagai amanat UUD 1945 dan Pancasila.

“Jadi memang ini kegiatan positif sangat baik, menjadi kelebihan kita selain SDA juga dari potensi SDM nya. Kita sudah menunjukkan keunggulan antar manusia, Memang kita mengakui Suka Damai inilah yang layak menjadi contoh kerukunan umat beragama,” serunya.

Kepala Kementerian Agama Muba H Win Hartan SAg MPdI mengungkapkan dasar launching Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama di Muba adalah hasil Rakornas Forum Kerukunan Umat Beragama di Bandung beberapa tahun lalu, yang menghimbau agar setiap desa membentuk contoh desa sadar kerukunan di daerah masing-masing.

“Ini bukan direkayasa, memang sudah ada lima agama di Desa ini, sudah lama berdiri Masjid, Pura, Biara dan ada Gereja protestan dan Katolik. Alhamdulillah penduduknya ini ada 160 KK muslim, 74 Agama Hindu, 4 KK Agama Budha, Protestan 6 KK, dan Katolik 6 KK. Yang mana ini memenuhi syarat menjadi desa kerukunan beragama, tidak ada desa yang selengkap ini,” ungkapnya.

Lanjut Win Hartan, terbentuknya desa kerukunan itu juga atas dukungan Plt Bupati Muba.

“Kalau bisa tahun depan kita mewakili desa kerukunan tingkat provinsi,” tandasnya.

Sementara Kakanwil Kemenag Sumsel Deni Apriansyah mengucapkan selamat untuk Kabupaten Muba atas launching tersebut dan akan melaporkan ke Pemerintah Pusat bahwa satu-satunya kabupaten yang melaunching kerukunan umat beragama ada di Muba.

“Kami merasa sangat bahagia berkumpul di desa ini, kekompakan masyarakat dan kebersamaan dalam bergama luar biasa. Inilah Indonesia beraneka ragam, berbagai macam suku dan Agama, tapi tetap rukun,” pungkasnya.

Turut hadir, Asisten I Setda Muba H Yudi Herzandi SH MH, Plt Kepala Badan Kesbangpol Muba Marko Susanto SSTP MSi, Kepala Bappeda Muba Iskandar Syahrianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba Andi Wijaya, Kabag Kerjasama Setda Muba Dicky Meiriando SSTP MH, dan Camat Tungkal Jaya Sugeng Riyadi.***