Beranda blog

Preman Kampung Kembali Berulah, Diduga Mabuk Aniaya 2 Remaja: Dilaporkan Ke SPKT Polres Sula

0
Surat Tanda Terima Laporan.

Malut, Investigasi.News-, Kondisi mencekam terjadi pada Sabtu sore menjelang malam, tanggal 5 September 2026, di Desa Fokalik Kecamatan Sanana, kejadian ini dipicu ulah seorang Pemuda berinisial SU alias Surandi yang dalam keadaan dipengaruhi minuman keras (mabuk) menghunus sebilah parang dan mengamuk di dalam kampung.

SU mengamuk dan melakukan pengancaman, kejadian berawal saat SU menegur 2 remaja yang tengah bersantai diujung kampung (jembatan) sambil menghisap rokok, bukan hanya teguran SU bahkan memukul (menganiaya) 2 remaja tadi yang bernama M (17) dan F (19) keduanya merupakan Kaka beradik (sepupu), tidak terima anaknya dianiaya SU, orang tua dari remaja tadi melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Sula.

Sebelum dilaporkan, perbuatan SU sempat dilerai warga lainnya, RW alias Roni sempet menegur SU, kenapa harus sampai memukul kedua remaja tadi, apalagi SU dalam keadaan mabuk, Roni sempat memberikan tamparan (lap) berupa peringatan kepada SU agar menyadari perbuatannya, namun alih-alih sadar, SU malah naik pitam, pulang kerumah mengambil parang dan mengamuk dalam kampung sambil mengacungkan parang.

Dalam amukannya itu SU juga sempat mengancam akan membunuh anak Roni.

SEE (KAMU) PUNG ANAK ABANG ITU, BE (SAYA) DAPA, BE BUNUH !!!

Kira-kira begitu teriak SU dalam amukannya, tindakan SU ini sebenarnya sudah cukup meresahkan warga Desa Fokalik, apalagi ini bukan kali pertama, SU juga pernah dibui karena melakukan penganiyaan warga Desa Nahi.

“Anak itu bukan yang pertama, dia pernah dipenjara karena pukul orang, Preman Kampung begitu sudah”, ujar warga desa Fokalik yang minta tidak disebutkan identitasnya.

Media ini sempat mengkonfirmasi kejadian ini ke SPKT Polres Sula, dalam keterangannya petugas SPKT menyampaikan bahwa SU dilaporkan, namun meski sebagai Terlapor oleh orang tua remaja yang dianiaya SU, orang tua SU juga balik melapor Roni, kedua laporan ini semua sudah ditangani unit Reskrim Polres Kepulauan Sula, terakhir Roni juga melaporkan SU dengan aduan tindak pengancaman tadi.

“Semua saling melapor, jadi Surandi berstatus sebagai Terlapor sekaligus juga sebagai Korban, karena orang tuanya juga melaporkan seorang warga yang melakukan pemukulan”, kata petugas SPKT.

Polisi di SPKT Polres Sula juga membenarkan bahwa SU alias Surandi seorang residivis yang pernah dihukum karena perbuatan serupa.

Sementara itu sampai berita ini ditayangkan, awak media kami masih berupaya mengkonfirmasi pihak Reskrim Polres Sula untuk dimintai keterangannya terkait penanganan laporan ini.

Diskominfo Agam Pantau Pembangunan Jalan Padang Koto Gadang–Tompek

0
Diskominfo Agam Pantau Pembangunan Jalan Padang Koto Gadang–Tompek. Foto: Screenshot

AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam terus mendorong percepatan pembangunan dan pemulihan infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas akses transportasi serta konektivitas antarwilayah.

Salah satu pekerjaan yang tengah berlangsung berada di ruas Jalan Padang Koto Gadang–Tompek Harapan (R.08.002), Kecamatan Palembayan. Ruas jalan tersebut menjadi bagian dari program rekonstruksi jalan yang mendapat perhatian pemerintah daerah pada tahun 2026.

Pada 4 September 2026, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Agam melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan di lapangan sekaligus mendokumentasikan proses pembangunan yang sedang berjalan.

Ruas Padang Koto Gadang–Tompek Harapan merupakan salah satu dari tiga ruas jalan yang masuk dalam Paket 1 (Tambahan TKD) pekerjaan rekonstruksi jalan di Kecamatan Palembayan.

Pembangunan dan pemulihan ruas jalan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas warga, distribusi barang dan hasil usaha masyarakat, serta membuka akses transportasi yang lebih baik antarwilayah.

Kondisi infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan diharapkan tidak hanya mengejar penyelesaian secara fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas dan ketahanan jalan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Peninjauan lapangan juga menjadi bagian penting untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Dengan terus digenjotnya pembangunan dan rekonstruksi sejumlah ruas jalan, Pemkab Agam menargetkan konektivitas wilayah semakin baik dan akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik semakin mudah. (Daji)

Dua Jembatan di Tanjung Raya Agam Dibangun, Diskominfo Pantau Progres dan Manfaat bagi Warga

0
Aktivitas pekerjaan pembangunan jembatan di Tanjung Raya, Agam. Foto: Screenshot Video instagram Diskominfo Agam

 

AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan Jembatan Batang Tumayo (J.206) dan Jembatan Balok di Kecamatan Tanjung Raya.

Progres pembangunan kedua jembatan tersebut turut menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Agam melalui pemantauan informasi dan perkembangan pembangunan di lapangan. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan informasi terkait pembangunan infrastruktur daerah dapat diketahui masyarakat secara terbuka.

Kedua jembatan tersebut dibangun melalui kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2026, subkegiatan Pembangunan Jembatan. Infrastruktur ini memiliki peran strategis karena menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan kawasan Sungai Batang menuju Maninjau dan sebaliknya.

Berdasarkan informasi Pemerintah Kabupaten Agam, pembangunan Jembatan Batang Tumayo dan Jembatan Balok merupakan bagian dari Paket I (Tambahan TKD) JBT.

Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.686.306.857, dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender. Pelaksana pekerjaan adalah CV Hadispitra Jaya Kencana, sedangkan pengawasan dilakukan oleh PT Putra Aulia Konsultan.

Pekerjaan tersebut bersumber dari TKD, dengan nomor kontrak 2.2.43/JBT.TKD-P.I/DPUTR-AG/VII.2026.

Di lokasi, proses pembangunan masih terus berlangsung. Sejumlah material konstruksi terlihat berada di sekitar area pekerjaan, sementara pengerjaan struktur jembatan terus dilakukan untuk mengejar target penyelesaian sesuai kontrak.

Pemantauan terhadap pembangunan ini tidak hanya penting dari sisi progres pekerjaan, tetapi juga untuk melihat sejauh mana keberadaan infrastruktur tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sejumlah warga di sekitar lokasi mengaku mulai merasakan perubahan positif, khususnya terkait kondisi air yang sebelumnya kerap mengganggu permukiman ketika debit sungai meningkat.

Salah seorang warga mengatakan, pembangunan tersebut sangat membantu masyarakat. Sebelumnya, ketika hujan deras dan air sungai membesar, air kerap meluap hingga masuk ke rumah warga.

“Pembangunan ini sangat bermanfaat bagi kami. Biasanya kalau air besar, air sampai naik ke rumah. Sekarang sudah tidak lagi, karena sudah mengikuti aliran sungai yang dibentuk,” ungkap warga.

Menurut warga, kondisi tersebut membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman. Selain akses transportasi menjadi lebih baik, pembangunan infrastruktur juga dinilai membantu mengurangi dampak luapan air yang sebelumnya menjadi persoalan bagi warga di sekitar lokasi.

Masyarakat berharap pembangunan kedua jembatan tersebut dapat diselesaikan sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan. Mereka juga berharap infrastruktur yang dibangun mampu bertahan dalam jangka panjang sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.

Keberadaan dua jembatan ini diharapkan semakin memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga di kawasan Tanjung Raya.

Pemerintah Kabupaten Agam terus mendorong pembangunan dan peningkatan infrastruktur secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pemantauan dan penyampaian informasi pembangunan, Diskominfo Agam turut berperan dalam memastikan perkembangan pembangunan daerah dapat diketahui publik secara jelas, termasuk manfaat yang mulai dirasakan masyarakat.

Jembatan dibangun, akses diperkuat, persoalan luapan air berkurang, dan aktivitas masyarakat diharapkan semakin lancar. (Daji) 

Jelang MTQ Nasional di Semarang, Gubernur Mahyeldi Beri Penguatan Kafilah Sumbar

0
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberikan arahan dan penguatan kepada Dewan Hakim, pelatih, serta kafilah MTQ Sumbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Padang, Minggu (6/9/2026).

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah memberikan penguatan kepada Dewan Hakim, pelatih, dan kafilah Sumbar yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional di Semarang, Jawa Tengah. Ia berpesan agar seluruh anggota kafilah memaksimalkan persiapan, menjaga kekompakan, serta menjadikan keikutsertaan pada ajang nasional tersebut sebagai bagian dari ikhtiar mengharumkan nama Sumbar.

Pesan itu disampaikan Gubernur Mahyeldi saat menerima audiensi dan silaturahmi keluarga besar Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumbar bersama Dewan Hakim dan para pelatih di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (6/9/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran LPTQ dan kafilah untuk memohon doa, restu, serta arahan Gubernur sebelum bertolak ke Semarang.

Menurut Mahyeldi, keberhasilan dalam sebuah kompetisi tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kesungguhan, kedisiplinan, kekompakan, dan keikhlasan dalam menjalani setiap proses. Karena itu, ia meminta seluruh kafilah dan pendamping memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mematangkan persiapan sekaligus menjaga kondisi fisik dan mental.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Jaga kekompakan, disiplin, dan niatkan seluruh perjuangan ini sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk mengharumkan nama Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga mengingatkan bahwa keikutsertaan Sumbar dalam MTQ Nasional tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membumikan nilai-nilainya dalam kehidupan masyarakat.

“Prestasi tentu kita harapkan. Tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan. Karena itu, tampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjaga akhlak dan semangat kebersamaan,” katanya.

Gubernur Mahyeldi mengajak seluruh masyarakat Sumbar untuk memberikan dukungan dan doa bagi perjuangan kafilah. Ia berharap semangat dan doa masyarakat menjadi kekuatan tambahan bagi para peserta dalam membawa nama Sumbar di tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Provinsi Sumbar, Prof. Ikhwan Matondang melaporkan bahwa persiapan kafilah telah dilakukan melalui dua kali pemusatan latihan (TC). Dari rencana awal tiga kali TC, pelaksanaan TC kedua dan ketiga kemudian digabungkan sebagai bagian dari penyesuaian dengan kondisi anggaran dan kebijakan efisiensi.

“Walaupun TC kita cukup minim, ini tidak mengurangi semangat para pelatih dan kafilah untuk berjuang mencapai yang terbaik. Kita satukan semangat, insyaallah bisa meraih prestasi,” ujar Prof. Ikhwan.

Ia menjelaskan, pembinaan terhadap kafilah tidak berhenti pada TC formal. Para pelatih tetap melakukan pendampingan dan pembinaan secara mandiri di tempat masing-masing, termasuk menjaga rutinitas latihan bersama para peserta. Menurutnya, semangat tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional.

“Secara formal memang hanya dua kali TC, tetapi dalam kenyataannya kita minta semangat fi sabilillah, lillahi ta’ala, untuk membina anggota di bawahnya masing-masing secara mandiri,” katanya.

Optimisme LPTQ juga diperkuat oleh capaian kafilah Sumbar pada MTQ Korpri Nasional yang baru saja berhasil mempertahankan predikat juara umum untuk ketiga kalinya. Prestasi tersebut diharapkan menjadi energi positif sekaligus motivasi bagi kafilah MTQ Nasional untuk kembali memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional.

Selain kesiapan kafilah, LPTQ Sumbar juga melaporkan bahwa lima orang dari Sumbar terpilih menjadi Dewan Hakim MTQ Nasional. Mereka adalah Prof. Ulfatmi dan Rita Gamasari pada cabang Syarhil Qur’an, Ade pada cabang Khat Al-Qur’an, serta Ihsan Nuzula dan Suwardi.

LPTQ Sumbar merencanakan kafilah bertolak menuju Semarang pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Menjelang keberangkatan, seluruh unsur yang terlibat akan terus memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mematangkan persiapan serta memastikan peserta berada dalam kondisi terbaik.

Prof. Ikhwan berharap seluruh ikhtiar yang telah dilakukan mendapat ridha dan pertolongan Allah SWT, sehingga kafilah Sumbar mampu mencapai target yang telah ditetapkan dan kembali membawa prestasi terbaik untuk Ranah Minang. (adpsb/rmz/bud)

Puluhan Tahun Menanti, Pompanisasi Tenaga Surya Kini Alirkan Air ke 400 Hektare Sawah Tanjung Barulak

0
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah beserta jajaran tampak menyambut gembira peresmian pompanisasi irigasi tenaga surya di Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (6/9/2026).

Tanah Datar — Penantian panjang masyarakat Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar, untuk mendapatkan sumber air yang lebih terjamin bagi lahan pertanian mulai terjawab. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat (Sumbar), pompanisasi irigasi berbasis tenaga surya kini mulai mengalirkan air ke lahan persawahan masyarakat.

Program bertajuk “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” tersebut diresmikan pada Minggu (6/9/2026), sekaligus menjadi bagian dari program PLN Peduli dalam menyambut dan menyemarakkan Hari Jadi Sumbar ke-81. Sistem pompanisasi memanfaatkan sumber air Batang Manganan yang dipompa menggunakan energi surya untuk kemudian dialirkan menuju lahan pertanian di Tanjung Barulak.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah yang hadir dalam peresmian tersebut mengatakan, hadirnya aliran air menjadi jawaban atas penantian masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, masyarakat kini memiliki peluang meningkatkan produktivitas pertanian dan intensitas tanam yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan.

“Penantian yang sudah berpuluh-puluh tahun dari masyarakat Tanjung Barulak, alhamdulillah kini terjawab. Dengan telah mengalirnya air sampai ke Tanjung Barulak dan dinikmati masyarakat, padi pun sudah mulai tumbuh. Mudah-mudahan yang selama ini sekali setahun bisa menjadi tiga kali tanam,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, ketersediaan air bukan hanya menyangkut kebutuhan pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah memungkinkan program tersebut terwujud, mulai dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Nagari, masyarakat, Fakultas Teknik Universitas Andalas, PLN, Bank Nagari, PT Semen Padang, dan berbagai unsur lainnya.

“Ini adalah buah daripada persatuan, kekompakan, kerja sama dan sinergi. Ketika kita kompak dan bersatu, insyaallah tidak ada yang berat,” katanya.

Gubernur juga meminta masyarakat bersama-sama menjaga dan memelihara fasilitas pompanisasi beserta jaringan pipanya. Dengan jaringan yang memiliki panjang sekitar empat kilometer, infrastruktur tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan air dapat terus mengalir dan memberikan manfaat bagi lahan pertanian masyarakat.

Ia menekankan, keberlanjutan program tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, tetapi harus diikuti dengan kesadaran bersama untuk merawat dan mengelolanya. Setiap persoalan yang muncul juga diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat.

“Bulek aia dek pembuluh, bulek kato dek mupakat. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dimanfaatkan dan apa yang akan dilakukan, mari dimusyawarahkan bersama,” pesan Mahyeldi.

Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas rencana pengembangan bak penampungan air untuk mengoptimalkan distribusi dan pemanfaatan air. Gubernur mendorong agar rencana tersebut dikaji dan dirancang secara bersama dengan melibatkan Pemprov Sumbar, Bank Nagari, PT Semen Padang, serta pihak terkait lainnya.

Mahyeldi berharap, kehadiran infrastruktur pertanian tersebut diikuti dengan pengembangan fasilitas pendukung kehidupan masyarakat, termasuk musala dan ruang aktivitas bagi anak-anak. Menurutnya, pembangunan harus memberikan dampak yang lebih luas dan dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

“Dengan adanya air ini, mudah-mudahan akan ada pengembangan-pengembangan lain yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Nikmat yang sudah ada ini harus kita syukuri dengan cara menjaga, memelihara dan merawatnya dengan sebaik-baiknya,” tutur Mahyeldi.

Ia berharap pompanisasi berbasis tenaga surya tersebut menjadi titik awal bagi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan masyarakat Tanjung Barulak. Dengan kolaborasi dan semangat gotong royong yang terus dipelihara, fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi bagian dari upaya Sumatera Barat memperkuat ketahanan pangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanah Datar, Abdul Rahman Hadi menjelaskan sistem pompanisasi tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 400 hektare persawahan masyarakat Tanjung Barulak. Bahkan, dengan pengembangan lebih lanjut, jangkauan layanan air berpotensi diperluas ke nagari-nagari yang berbatasan dengan Tanjung Barulak.

Ia menyebutkan, Nagari Tanjung Barulak dihuni sekitar 1.700 kepala keluarga atau sekitar 5.000 jiwa. Selama ini, sebagian besar aktivitas pertanian masyarakat masih mengandalkan sistem tadah hujan. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk dalam pelaksanaan program bajak sawah gratis karena lahan yang kekurangan air cenderung lebih sulit diolah.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Sumbar, Ririn Rachma Wardini mengatakan pompanisasi tersebut merupakan hasil kolaborasi PLN, Universitas Andalas, dan berbagai pemangku kepentingan. Fakultas Teknik Unand sebelumnya telah mengembangkan prototipe pompanisasi berbasis tenaga surya yang kemudian dikembangkan agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui dukungan TJSL PLN.

Menurut Ririn, pemanfaatan energi bersih untuk mendukung sektor pertanian tersebut diharapkan dapat direplikasi di daerah lain di Sumatera Barat. Selain membantu memastikan ketersediaan air, inovasi tersebut juga membuka peluang peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan di tingkat nagari.

“Kami berharap air yang hari ini mulai mengalir ke lahan pertanian Tanjung Barulak menjadi awal mengalirnya produktivitas, kesejahteraan, harapan baru dan semangat baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Turut hadir Kepala BIN Daerah Sumatera Barat Ahad Dailimi, Sekda Tanah Datar Abdul Rahman Hadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumbar Rifda Suriani, Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto, GM PLN UID Sumbar Ririn Rachma Wardini beserta jajaran, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra, perwakilan PT Semen Padang Nurwan, perwakilan Fakultas Teknik Universitas Andalas Dendi Adi Saputra, Forkopimda dan Forkopimca, Wali Nagari dan KAN Tanjung Barulak, kelompok tani Saiyo, serta tokoh masyarakat, alim ulama, ninik mamak, cadiak pandai, dan bundo kanduang. (adpsb/rmz/bud)

Vasko Ruseimy Dipercaya Jadi Waketum PB IPSI, Bawa Silek Minang ke Level Nasional

0
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy (kanan) bersama jajaran tampak berbahagia usai pelantikan Pengurus Besar IPSI periode 2026–2030 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

JAKARTA — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy mendapat amanah baru di tingkat nasional setelah dilantik sebagai Wakil Ketua Umum V Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030.

Pelantikan kepengurusan PB IPSI periode 2026–2030 tersebut berlangsung di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Kepengurusan baru PB IPSI dipimpin Menteri Luar Negeri RI, Sugiono sebagai Ketua Umum, menggantikan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya memimpin organisasi tersebut selama lebih dari dua dekade.

Masuknya Vasko dalam jajaran pimpinan inti PB IPSI semakin memperluas perannya dalam pengembangan pencak silat Indonesia. Sebelumnya, Vasko juga dipercaya memimpin IPSI Sumbar periode 2025–2029, dengan salah satu fokus utama mendorong penguatan silek tradisi Minangkabau di lingkungan pendidikan.

Menurut Vasko, amanah di tingkat nasional tersebut harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat pencak silat Indonesia dari akar rumput. Ia meyakini pembinaan pesilat tidak boleh hanya dimulai ketika seorang anak sudah menjadi atlet, tetapi harus dibangun sejak berada di lingkungan sekolah.

“Bagi saya, silat itu bukan hanya soal bagaimana kita bertarung atau menjadi juara. Silat mengajarkan disiplin, keberanian, etika, rasa hormat, dan yang tidak kalah penting adalah mengenal jati diri dan budaya kita,” ucap Wagub Vasko.

Karena itu, Vasko menyambut baik gagasan PB IPSI untuk memperkuat pencak silat dalam dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah merupakan ruang strategis untuk memperkenalkan pencak silat kepada generasi muda sekaligus membangun karakter dan kepribadian mereka sejak usia dini.

Gagasan tersebut sejalan dengan langkah yang telah didorong Vasko di Sumbar melalui penguatan silek tradisi Minang sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu bahan yang dibawa ke tingkat nasional untuk memperkuat pembinaan pencak silat secara lebih luas.

“Kalau kita ingin pencak silat menjadi olahraga dunia, maka pembinaannya harus dimulai dari bawah. Anak-anak harus dikenalkan sejak dini, kemudian dibina melalui kompetisi yang berjenjang, sehingga dari sekolah kita bisa menemukan bibit-bibit terbaik untuk menjadi atlet nasional,” ujarnya.

Vasko menilai Sumbar memiliki modal budaya yang kuat untuk berkontribusi dalam agenda tersebut. Tradisi silek yang hidup di tengah masyarakat Minangkabau, menurutnya, bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sumber nilai yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan dalam pembinaan generasi muda dan olahraga prestasi.

Karena itu, Vasko berharap keterlibatannya di PB IPSI dapat menjadi jembatan bagi penguatan pengalaman dan potensi Sumbar dalam ekosistem pencak silat nasional. Ia ingin tradisi silek Minang tetap terjaga nilai dan identitasnya, sekaligus mampu berkembang mengikuti kebutuhan pembinaan olahraga modern.

Lebih jauh, Vasko melihat penguatan pencak silat di tingkat nasional harus diarahkan pada target yang lebih besar, yakni menjadikan pencak silat sebagai olahraga yang semakin dikenal dan diterima di panggung internasional. Cita-cita membawa pencak silat menuju Olimpiade, menurutnya, harus dijawab dengan pembinaan yang serius, terukur, dan berkelanjutan.

“Kalau kita punya cita-cita pencak silat masuk Olimpiade, jangan hanya bicara di level atas. Kita harus benahi dari bawah. Sekolah diperkuat, pembinaan atlet diperkuat, kompetisi diperbanyak dan dibuat berjenjang. Dari situlah prestasi nasional dan internasional akan lahir,” tegasnya.

Dengan amanah baru tersebut, Vasko menyatakan siap memberikan kontribusi bersama seluruh jajaran PB IPSI untuk memperkuat pencak silat Indonesia, baik sebagai olahraga prestasi maupun sebagai bagian penting dari identitas dan karakter bangsa.

“Ini bukan sekadar soal jabatan. Ini tentang bagaimana kita bersama-sama memastikan pencak silat punya masa depan yang lebih besar. Dari gelanggang di kampung-kampung, masuk ke sekolah, melahirkan atlet berprestasi, kemudian kita bawa sampai ke panggung dunia,” pungkas Vasko. (adpsb/fky/bud)

Kapolresta Deli Serdang Dampingi Wakapolda Sumut Tinjau Situasi Bandara Kualanamu Terkait Pembatalan Penerbangan

0
Wakapolda Sumut Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak didampingi Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana meninjau situasi penumpang di Bandara Internasional Kualanamu, Minggu (6/9/2026).

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., mendampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak, S.I.K., M.H meninjau situasi di Bandara Internasional Kualanamu terkait pembatalan atau cancel penerbangan sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (06/09/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung pelayanan kepada masyarakat berjalan secara optimal, khususnya dalam menghadapi dampak penumpukan penumpang akibat pembatalan penerbangan.

Berdasarkan laporan situasi penerbangan terkini, tercatat sebanyak 58 penerbangan terdampak, dengan rincian 26 penerbangan keberangkatan dibatalkan, 31 penerbangan kedatangan dibatalkan, serta 1 penerbangan dialihkan (divert) ke Bandara Internasional Kualanamu.

Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran Kepolisian untuk memastikan keamanan, ketertiban, kelancaran arus penumpang, serta pelayanan kepada masyarakat di kawasan Bandara Internasional Kualanamu tetap berjalan dengan baik.

“Kami ingin kehadiran Polri bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga soal pelayanan. Kehadiran personel harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan,” ujar Wakapolda Sumut saat diwawancarai.

Dalam rangka mengantisipasi situasi tersebut, personel ditempatkan di kawasan Bandara Kualanamu, yang terdiri dari personel Dit Samapta Polda Sumut, Dit Pam Obvit, TNI, Avsec, serta personel Polresta Deli Serdang.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., mengatakan kunjungan Wakapolda Sumut tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel yang bertugas di Bandara Kualanamu.

“Kunjungan Waka Polda Sumut ini merupakan bentuk perhatian pimpinan untuk memastikan kesiapan pengamanan di kawasan bandara. Dengan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta pengaturan lalu lintas yang optimal, kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa bandara,” ujarnya.

Ia menambahkan, personel Polresta Deli Serdang bersama Polda Sumut terus melakukan pemantauan situasi, patroli, pengamanan di area keberangkatan dan kedatangan, serta mengantisipasi potensi peningkatan keluhan penumpang, antrean panjang maupun kepadatan lalu lintas di akses menuju bandara.

Pihak Kepolisian juga terus berkoordinasi dengan stakeholder Bandara Kualanamu serta memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi dari instansi terkait.

“Kami akan terus memastikan masyarakat, khususnya pengguna jasa Bandara Kualanamu, tetap merasa aman dan nyaman di tengah situasi ini. Polri akan terus hadir memberikan pelayanan dan melakukan pengamanan secara optimal,” pungkas Kapolresta.

(Anna)

Saat Anggaran Media Diklaim Kosong, Perayaan Ultah Istri Kadis di Kantor Jadi Sorotan

0
Suasana kegiatan perayaan ulang tahun yang disebut berlangsung di lingkungan Kantor Diskominfo Kota Palembang pada 2 September 2026. Foto: M. Budy

Palembang — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, penggunaan fasilitas kantor pemerintahan untuk kegiatan yang disebut-sebut sebagai perayaan ulang tahun istri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang, Kemas Haikal, menuai sorotan.

Peristiwa tersebut disebut berlangsung pada Rabu, 2 September 2026, di lingkungan kantor Diskominfo Kota Palembang. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kegiatan itu dihadiri sejumlah pegawai dan pejabat Pemerintah Kota Palembang. Kepala BKPSDM Kota Palembang, Adi Zahri, S.Sos., disebut turut hadir dan menyanyikan lagu ulang tahun.

Tim publikasi Diskominfo juga disebut terlibat dalam persiapan maupun dokumentasi kegiatan tersebut.

Persoalan yang menjadi sorotan bukan semata-mata perayaan ulang tahun, melainkan dugaan penggunaan fasilitas, waktu, dan sumber daya kantor pemerintahan untuk kegiatan yang bersifat pribadi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Diskominfo Kota Palembang Kemas Haikal membantah dirinya mengetahui atau menginisiasi kegiatan tersebut.

“Itu kejutan dari ibu-ibu Dharma Wanita. Saya tidak tahu sebelumnya dan tidak menginisiasi. Dilaksanakan saat jam istirahat, tidak mengganggu pelayanan.”

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan yang layak dijawab secara terbuka. Jika kegiatan benar-benar merupakan kejutan yang diinisiasi Dharma Wanita, bagaimana mekanisme penggunaan ruangan dan fasilitas kantor? Siapa yang menyiapkan tempat, peralatan, konsumsi, serta kebutuhan lainnya?

Publik juga mempertanyakan apakah seluruh kebutuhan kegiatan benar-benar dibiayai secara pribadi dan tidak menggunakan anggaran maupun fasilitas kedinasan.

Sorotan semakin menguat karena terdapat informasi bahwa anggaran untuk pembayaran jasa publikasi media yang telah memiliki kerja sama atau MoU dengan Diskominfo disebut telah habis. Sejumlah pihak disebut diminta menunggu hingga perubahan anggaran September 2026.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas penggunaan fasilitas dan sumber daya di lingkungan Diskominfo Kota Palembang.

Jika anggaran untuk kepentingan pelayanan informasi publik dinyatakan kosong, sementara sebuah kegiatan keluarga pejabat dapat berlangsung di lingkungan kantor dengan dukungan fasilitas dan keterlibatan sejumlah pegawai maupun pejabat.

(M. Budy)

Kemarau Panjang, Kades Srikaton Turun Langsung Siram Jalan untuk Redam Debu

0
Kepala Desa Srikaton, Agung Tri Laksono, S.Pd., turun langsung melakukan penyiraman jalan di Jalur 10, Desa Srikaton, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, untuk mengurangi debu akibat kemarau panjang. Foto: Suprene

Sumsel — Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi jalan yang kering dan berdebu menjadi salah satu persoalan yang dirasakan warga, khususnya di Desa Srikaton, Jalur 10, Kecamatan Air Salek senin (07/09).

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Desa Srikaton, Agung Tri Laksono, S.Pd., turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyiraman jalan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi debu yang beterbangan akibat kondisi jalan yang kering.

Penyiraman dilakukan pada sejumlah titik jalan yang dinilai cukup berdebu dan menjadi jalur aktivitas masyarakat sehari-hari. Debu yang beterbangan dinilai dapat mengganggu kenyamanan warga, terutama pengguna jalan dan masyarakat yang tinggal di sekitar ruas tersebut.

Agung Tri Laksono mengatakan, penyiraman jalan merupakan langkah sederhana namun penting untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau yang berkepanjangan.

“Kami berupaya melakukan penyiraman jalan untuk mengurangi debu. Ini demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan ini,” ujarnya.

Kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang membuat kondisi jalan semakin kering. Jika tidak dilakukan penanganan, debu berpotensi semakin mengganggu aktivitas warga, terlebih ketika kendaraan melintas.

Kades Srikaton juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tetap waspada terhadap berbagai dampak yang dapat ditimbulkan selama musim kemarau.

Penyiraman jalan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kondisi masyarakat. Di tengah keterbatasan, pemerintah desa berupaya mengambil langkah nyata agar dampak kemarau tidak semakin dirasakan warga.

Suprene

Berani dan Konsisten, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember Disebut Benar-Benar Penyambung Lidah Rakyat

0
Widarto Selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Dapat Apresiasi Dari Tokoh Masyarakat Atas Kinerja Fraksi

Jember, Investigasi.news- Langkah taktis dan konsistensi Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember dalam mengawal jalannya roda pemerintahan mendapatkan apresiasi luas dari berbagai lapisan masyarakat.

Fraksi berlambang banteng moncong putih tersebut dinilai berani dan konsisten menyuarakan kritik terhadap program-program eksekutif yang dianggap tidak pro-rakyat serta berpotensi menghambur-hamburkan anggaran daerah (APBD).

Kritik tajam yang dilayangkan Fraksi PDI Perjuangan belakangan ini mendapat sorotan positif. Salah satunya adalah penolakan keras terhadap pemborosan anggaran untuk hal-hal yang bersifat seremonial dan pencitraan, seperti pengadaan stiker dan banner yang dinilai tidak memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Jember serta penolakan fraksi terkait rencana pinjaman daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember adalah sebesar Rp786,57 miliar.

“Kami sangat mengapresiasi keberanian Fraksi PDI Perjuangan. Di tengah situasi ekonomi yang menantang, anggaran daerah seharusnya diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi, infrastruktur pelosok, dan bantuan sosial, bukan malah dihamburkan untuk cetak stiker atau banner yang kurang esensial,” ujar ji Dirgan, salah seorang tokoh masyarakat Jember.

Tidak hanya soal anggaran seremonial, ketegasan Fraksi PDI Perjuangan dalam mengkritisi dan menolak rencana pinjaman daerah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sebesar Rp700 miliar juga mendapat acungan jempol.

Masyarakat menilai pengawasan ketat ini sangat penting agar daerah tidak terbebani utang besar yang justru berpotensi menjadi bom waktu di masa depan, terutama jika peruntukannya tidak dikaji secara matang dan transparan.

Perwakilan warga menyampaikan bahwa kehadiran Fraksi PDI Perjuangan di parlemen benar-benar dirasakan sebagai penyambung lidah rakyat. Konsistensi dalam melakukan fungsi checks and balances terhadap kebijakan bupati dan jajaran eksekutif membuktikan bahwa partai ini berkomitmen penuh pada pemanfaatan anggaran yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat jelata.

Masyarakat berharap Fraksi PDI Perjuangan Jember tetap menjaga ritme pengawasan ini secara konsisten agar setiap rupiah dari APBD Jember benar-benar kembali dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat, bukan sekadar untuk kepentingan seremonial segelintir pihak.