Beranda blog Halaman 4362

Rustam Effendi, Segera Isi Kekosongan Jabatan Wawako Padang

0

PADANG, INVESTIGASI – Bursa perebutan posisi Wakil Walikota antara Partai PKS dan Partai makin memanas. Dua partai pengusung Mahyeldi – Hendri Septa bertarung ketat dalam perburuan BA 2 yang sudah hampir tiga bulan tanpa wakil walikota.

Partai PAN dan Partai PKS saat ini memperebutkan jatah Wakil Walikota Padang, semakin gencar dalam melakukan lobi politik. Mulai tingkat fraksi sampai tingkat DPP.

Menanggapi hal tersebut anggota DPRD kota Padang Rustam Effendi dari fraksi PAN, mengaku hal yang biasa dalam dinamika politik. Persoalan memanas dalam politik akan mencair juga.”Tetapi sebagai kader partai kami tetap akan siap mendukung siapa pun yang akan ditugaskan oleh DPP untuk menjadi wakil Walikota Padang tiga tahun kedepan,” katanya

Menurut Rustam Effendi terlalu lama posisi wakil Walikota Padang tak terisi juga kurang baik.”Makanya, kita berharap segera mengisi kekosongan itu. Sehingga, siapapun yang terpilih akan mendamping Hendri Septa dalam membangun Kota Padang,” imbuhnya.

(Herman Jetar)

Mengenal Lebih Dekat Ir. Fhatol Bari, Kadis PUPR Sumbar (Bag 1)

0
Suasana keakraban sangat kental, saat bertemu dengan Ir. Fhatol Bari, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumbar.

PADANG, INVESTIGASI_Santun dalam bertutur kata, pembawaan yang tenang dan menyejukkan, membuat suasana diskusi makin nyaman. Tak ada raut keletihan, wajah kejenuhan, meski sejibun rutinitas membelenggunya menjadi seorang Kepala Dinas. Apalagi, jabatan diembannya, butuh tanggungjawab besar dan konsentrasi penuh membangun infrastruktur di Sumbar.

Kata kata meluncur sejuk, saat Fhatol Bari menceritakan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Membangun infrastruktur membutuhkan konsentrasi penuh dan merangkul berbagai pihak. Melobi pusat agar dana pembangunan untuk Sumbar makin deras, juga butuh dukungan berbagai pihak, termasuk anggota dewan provinsi maupun pusat.

Fhatol Bari yang sudah puluhan tahun menjabat sebagai Kepala Dinas PU dibeberapa kabupaten dan provinsi, sudah terbukti ‘lecut tangannya’. Beberapa tahun menjadi Kepala Dinas PU di Kabupaten Pesisir Selatan, Fhatol Bari sukses membangun infrastruktur di Nagari Sejuta Pesona itu. Atas prestasi itu, Kabupaten Solok dibawah kepemimpinan Gusmal memanggil Fhatol Bari untuk membantunya membangun infrastruktur di daerah tersebut.

Bahkan, saat terjadinya pergantian bupati dari Gusmal kepada Syamsu Rahim, Fhatol masih dipercaya menjadi Kadis PU. Dua bupati, Fhatol tak tergantikan menjadi Kadis PU. Setelah sukses membangun infrastruktur di Kabupaten Solok, Fhatol ditarik Irwan Prayitno menjadi Kadis PUPR Sumbar. Sejak tahun 2017, efektif menjalankan tanggungjawab menjadi Kepala Dinas PUPR Sumbar, Fhatol sukses menyulap infrastruktur di Sumbar.

Meski, beragam persoalan, berderet kendala, namun Fhatol mampu mengatasinya. Kuncinya, merangkul berbagai pihak. Seperti di Kabupaten Solok menjadi Kadis di dua Kepala Daerah, di Provinsi Sumbar, Fhatol juga mendapat kepercayaan yang sama. Sejak 2016 dipercaya Irwan Prayitno sampai 2020, tahun 2021 Fhatol kembali dipercaya memegang jabatan Kadis PUPR Sumbar.

Padahal, tahun 2021 ini sudah berganti nakhoda Provinsi Sumbar dari Irwan Prayitno kepada Mahyeldi Ansharullah. Sungguh kepercayaan yang luar biasa dan prestasi membanggakan dari seorang Fhatol. Lalu bagaimana gebrakannya saat dipercaya menjadi Kadis PUPR Sumbar sejak 2016 sampai sekarang. Akan kita kupas lebih dalam lagi. Bersambung

Penulis
Suci Martia
Pimpinan Redaksi Investigasi.news

Pemkab Komit Jadikan Pasaman Tujuan Wisata Pavorit

0
Pasaman, Investigasi.News – Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman yang dipimpin Benny Utama dan Sabar AS, bertekad menjadikan daerahnya sebagai tujuan wisata dan mengupayakan sebagai destinasi wisata nasional dikarenakan bentang alam yang indah mempesona serta kearifan lokal yang terjaga lestari.

“Melalui dukungan penuh semua pihak, kami memiliki komitmen tinggi dan bertekad menjadikan daerah Pasaman sebagai daerah tujuan wisata favorite serta sebagai destinasi wisata nasional,” ujar Sabar AS, saat diskusi bersama pelaku wisata Pasaman di Balerong Pusako Anak Nagari, (08/06).

Adapun potensi wisata yang dimiliki Pasaman itu sangat beragam, mulai dari wisata alam, wisata sejarah dan wisata religi. Antara lain Museum Tuanku Imam Bonjol dan Equator di Bonjol, kawasan Cagar Alam Rimbo Panti dengan berbagai kekayaan flora dan fauna, kawasan wisata Puncak Tonang Lubuk Sikaping. Selain itu, Pasaman juga memiliki objek wisata yang dikelola baik oleh para pelaku wisata, seperti Ambun Water Park, Puncak Kemoyen dan masih banyak lainnya.

Sabar AS juga mengatakan, bahwa pembangunan wisata terpadu di Pasaman, khususnya di Kecamatan Bonjol yang saat ini mereka rumuskan, berpegang pada konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Upaya pengembangan dan pengelolaan sumber daya yang dilakukan diarahkan agar dapat memenuhi aspek ekonomi, sosial dan estetika sekaligus dapat menjaga keutuhan dan kelestarian ekologi, keanekaragaman hayati, budaya serta sistem kehidupan masyarakat.

Untuk itulah, tambah Sabar AS, pengembangan kampung atau nagari wisata harus menerapkan pemberdayaan masyarakat lokal setempat serta prinsip-prinsip pelestarian dalam hal pemanfaatannya agar tidak melampaui daya dukung lingkungan.

“Kapasitas maksimum daya dukung dari suatu destinasi dalam mendukung kebutuhan berbagai pemanfaatan tidak akan merusak alam, budaya maupun lingkungan,” jelasnya.

Wakil Bupati Pasaman juga mengharapkan, masyarakat ataupun pemuda lokal untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang legal dan professional. Karena, suatu objek wisata akan menimbulkan ‘Domino Effect Economy’, dan pelaku wisata yang bersinggungan langsung adalah masyarakat lokal.

Harapannya, Pokdarwis tersebut dapat segera menggerakkan potensi nagarinya masing-masing guna menjadikan sebagai destinasi unggulan di Pasaman. Bahkan menjadikan destinasi kampung wisata nasional.

“Tentunya ini bisa dicapai, jika semua pihak yang berkepentingan saling bahu membahu dalam mewujudkannya,” tutur Sabar AS.

Ia akan mengupayakan, melaporkan keberadaan potensi wisata di Pasaman tersebut kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno. Mengingat saat ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di tanah air.

Setelahnya, Wabup Pasaman dan OPD menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama OPD terkait, dalam rangka merumuskan arah pembangunan pariwisata Pasaman. Hal ini untuk pencapaian target Program Prioritas RPJMD 2021-2026. Yaitu, Kabupaten Pasaman menjadi daerah tujuan favorite para wisatawan. (R/Sc)

Dengarkan Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Agam Tahun 2020, DPRD Gelar Paripurna

0
Agam, Investigasi.News – DPRD Kabupaten Agam gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Bupati tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Agam Tahun 2020. Rapat paripurna yang dibuka Wakil Ketua DPRD Agam Suharman dan didampingi Wakil Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra ,dan Irfan Amran, anggota Dprd, sekretaris Dprd Indra. Senin (07/06)

Rapat Paripurna dihadiri oleh Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, Forkopimda, Asisten I Rahman,SIP dan kepala OPD. Di awal sidang wakil ketua Dprd Suharman mengatakan atas nama lembaga Dprd Agam mengucapkan selamat kepada pemerintah atas prestasi yang telah dicapai,terhadap laporan kinerja yang diperiksa oleh BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)yang ke 7 dan ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan untuk tahun yang akan datang.

Wakil Bupati Agam Irwan Fikri menyampaikan Nota Pengantar Bupati Agam tentang Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kabupaten Agam tahun 2020 di Depan anggota DPRD Agam yang hadir langsung maupun secara virtual.

Disampaikan Irwan Fikri, bahwa tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi semua karena Indonesia dilanda pandemi Covid-19 sehingga mempengaruhi kehidupan termasuk keuangan negara maupun keuangan daerah.

Dikatakan Irwan Fikri , kondisi itu memberikan pengaruh signifikan kepada pelaksanaan APBD tahun 2020 baik dari sisi pendapatan maupun belanja daerah.

Dipaparkan Wabup, meskipun dalam kondisi demikian , namun pengelolaan keuangan daerah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berkat kerjasama semua pihak kabupaten Agam kembali memperoleh WTP dari BPK RI atas laporan keuangan Pemda Agam tahun 2020 untuk yang ke-7 kalinya secara berturut-turut.

” Tetapi prestasi ini jangan sampai membuat kita berpuas diri kami harap prestasi ini dapat dipertahankan kan di masa yang akan datang dan terima kasih serta apresiasi kami kepada seluruh aparatur dan jajaran OPD yang terlibat dalam pengelolaan keuangan daerah maupun yang terlibat dalam pembinaan, pengawasan dan terimakasih juga kepada pimpinan dan anggota dewan”ujar Wabup.

Dijelaskan Wabup Irwan Fikri, laporan realisasi anggaran merupakan laporan membandingkan antara rencana dengan yang direalisasikan, baik pendapatan belanja maupun pembiayaan.

“Selama tahun anggaran 2010 pendapatan daerah dapat direalisasikan sebesar 98, 92% dari target Rp.1.380.837.821.331,84 yang bersumber dari pada pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah” ujarnya.

Sementara , belanja daerah direalisasikan sebesar 93,59% dari rencana Rp.1.446.831.371,41 yang digunakan untuk belanja operasional, belanja modal dan belanja tidak terduga serta untuk belanja transfer.

Selanjutnya terkait dengan realisasi pembiayaan,disampaikan Irwan Fikri khususnya penerimaan pembiayaan yang direncanakan dari silpa tahun lalu sebesar Rp.65.993.326.985,58 terealisasi 100 persen.

Wabup Agam berharap pembahasan ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun tahun 2020 ini , dapat berjalan dengan lancar dan dalam waktu yang tidak terlalu lama sehingga proses perubahan APBD tahun 2021 yang berkaitan langsung dengan raperda ini dapat dimulai, ujarnya.

(Aji)

Bali Paling Siap Gelar Munas Kadin Meski Disaat Pandemi

0

 

Bali, Investigasi.News – Pandemi Covid-19 selama 15 bulan, membuat perekonomian Bali terpuruk jatuh hingga minus 9,85 persen Padahal sebelum pandemi, ekonomi Bali sehat, tumbuh 5,94 persen dan penyumbang 40 persen devisa pariwisata nasional. Atas dasar itulah, Putu Astawa, yang juga mewakili masyarakat Bali merasa sedih, Munas Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia ke VIII batal berlangsung di Kawasan Nusa Dua 2-4 Juni 2021, dengan alasan Covid-19. “Di saat pandemi ini, saya menjamin Bali paling siap menggelar acara bersifat nasional, dengan jumlah tamu ribuan, seperti Munas Kadin,” kata Putu Astawa.

Pemda, dan Masyarakat Bali, tidak tinggal diam. Dipimpin Gubenur Bali, I Wayan Koster, pulau dewata memerangi pandemi dengan tersistem, pengadaan fasilitas rumah sakit, disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes), dan pelaksanaan vaksinasi secara efektif.


“Pandemi Covid-19 membuat Bali tidak berdaya. Kehidupan ekonomi turun drastis. Kami berusaha mengatasi sebisa mungkin. Semua usaha kami lakukan, dan semua unsur baik dari pemerintah, swasta dan masyarakat berkerjasama agar Bali kembali dikunjungi orang,” kata I Wayan Koster.

Sementara Putu Astawa, Kadis Pariwisata Bali, menjamin bahwa semua fasilitas pariwisata di Bali dari mulai hotel, restoran, tempat wisata dan transportasi beroperasi dengan prokes Covid-19. Semua fasilitas itu punya sertifikat CHSE (Cleanliness-Kebersihan, Health-Kesehatan, Safety -Keamanan, dan Environment Sustainability -Ramah Lingkungan).

Perhelatan Munas Kadin VIII, yang rencananya akan dihadiri 4.000 orang, memang sebuah harapan cerah bagi masyarakat Bali. Diharapkan menjadi percontohan bahwa Bali kembali bisa menggelar acara berskala nasional, sekaligus juga bisa dikunjungi wisatawan.

“Kami berharap Munas Kadin tetap di Bali. Kami akan menjaga dan melaksanakannya dengan baik. Sebab sukses munas, adalah pintu untuk bangkitnya kembali perekonomian masyarakat Bali,” ujar Putu Astawa.Dibatalkannya Munas Kadin VIII di Bali dengan alasan Covid-19 memang jadi tanda tanya. Sebab Bali saat ini justru rendah penyebaran Covid-19. Sementara pemerintah juga sedang fokus membantu Bali dengan program Work From Bali (WFB), yaitu program tujuh kementerian yang karyawannya pindah dan berkerja dari Bali. Jadi artinya Bali terbuka untuk didatangi, asal memauhi prokes.(T.Ab)

 

Dakwah Kreatif Ditengah Pandemi

0

 

Prolog-Tidak hanya dimasa pandemi, berdakwah memang sangat perlu kreatifitas dan inovasi, seorang da’i mestilah melakoni diri seumpama seorang dokter yang trampil berkomunikasi dan memberikan obat yang tepat sehingga pasian sehat dan mau menuruti kehendak sang dokter untuk sehat.

Tampilan yang kaku, keras dan menakutkan tentu akan menyebabkan calon mad’u/orang yang didakwahi menjauh dan malah menolak meskipun yang disampaikan adalah kebenaran, tetapi kemasan dakwah yang menarik, bersahabat dan dibungkus dengan bumbu yang indah menawan hati akan didekati dan diterima dan akhirnya dakwah akan berhasil.

Tampilan Islam yang rahmatal lil’alamin perlu menjadi jati diri dan laku utama para da’i, sehingga para mad’u atau orang/ummat yang didakwahi dapat menerima dan mengikuti dakwah ilallah dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, selanjutnya penyampaian dakwah yang penuh hikmah dan hasanah sebagaimana perintah Allah dalam Alqur’an penting menjadi startegi dan uslub dakwah.

Apalagi dimasa pandemi ini dimana ruang gerak berdakwah terbatasi dengan jarangnya pertemuan off line/tatap muka langsung, berbagai majlis ilmu terhenti akibat “social distancing” semua orang diwajibkan melakukan “psical distancing” atau menjaga jarak satu sama lain, walhasil dakwah dalam bentuk tatap muka dilarang sementara hingga suatu daerah keluar dari zona merah atau orange.

Dengan berbagai pembatasan karna pandemi covid 19, pemanfatan teknologi untuk berkomunikasi dan bekerja semakin meningkat bahkan sudah menjadi pilihan utama, baik rapat, sosialisasi, seminar yang dikenal dengan webinar dilakukan secara on line/dalam jaringan/daring, apalagi penggunanaan media sosial semakin tinggi bahkan siswa yang semula dilarang menggunakan HP androit situasi pandemi ini malah mesti dibelikan HP untuk sarana belajar online (School From Home).

Berbagai hasil survey dan penelitian dirilis bahwa penggunaan media sosial dan lama orang di layar kaca baik HP maupun laptop jauh meningkat dibanding sebelum pandemi sehingga hal ini memberikan peluang dan sekaligus tantangan bagi para da’i untuk memanfaatkan situasi ini untuk berkdakwah lebih kreatif dan inovatif.

Apalagi Indonesia hari ini memasuki era bonus demografi dimana jumlah generasi muda mendominasi jumlah penduduk, maka berdakwah ditengah generasi muda mestilah menjadi perhatian khusus sehingga para generasi mileneal ini dapat disiapkan menjadi generasi rabbani sebagai tonggak bangkitnya peradapan madani terutama tentunya di bumi nusantara sebagai penduduk muslim terbesar di dunia.

Maka berangkat dari latar belakang diatas yang perlu kita pertanyakan dalam makalah ini adalah apa arti penting dakwah kreatif dimasa pandemi? Dan bagaimanakah bentuk dakwah yang kreatif di masa pandemi hari ini?

Dakwah kreatif di masa pandemi

“Jadilah di antara kamu sebaik-sebaik umat yang mengajak kepada kebaikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali-Imran : 104)

Aktivitas dakwah merupakan tugas yang mulai, ia adalah warisan tugas para nabi dan rasul dimuka bumi untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar agar setiap individu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Menurut Yusuf Qardhawani esensi dakwah adalah bermakna membangun gerakan yang akan membawa manusia ke jalan Islam meliputi aqidah dan syariah, dunia dan negara, mental dan kekuatan fisik, peradaban dan umat, kebudayaan dan politik serta jihad menegakkannya di kalangan umat Islam sendiri, agar terjadi sinkronisasi antara realitas kehidupan muslim dengan aqidahnya

Hasan Al-Banna mendefinisikan bahwa dakwah adalah mengajak dan memanggil umat manusia agar menerima dan mempercayai keyakinan dan pandangan hidup Islam dengan menyampaikan kebenaran ilahi setiap manusia adalah tugas kerissalahan setiap orang percaya selama hayatnya.

Menurut Toha Yahya Oemar definisi dakwah menurut Islam ialah mengajak manusia dengan cara bijaksanan kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagian mereka didunia dan akhirat

Dari landasan ayat Alqur’an dan definisi dakwah oleh para ulama dapat disimpulkan bahwa dakwah suatu upaya mengajak ummat manusia ke jalan Islam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dengan hikmah dan hasanah bertujuan untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sementara kreatif dapat kita maknai berdasarkan pengertian sebagai berikut.

Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang member kesempatan individu untuk menciptakan ide2 asli/adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang” (Widyatun,1999)

“Kreatifitas adalah kemampuan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek dari perspektif baru, dan menentukan kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran” (James R. Evans, 1994)

“Kreatifitas adalah suatu kemampuan berpikir ataupun melakukan tindakan yang bertujuan untuk mencari pemecahan sebuah kondisi ataupun permasalahan secara cerdas, berbeda (out of the box), tidak umum, orisinil, serta membawa hasil yang tepat dan bermanfaat” (inginhilangingatan, 2009)

Berdasarkan definisi yang telah dipaparkan oleh para tokoh psikologi di atas, maka definisi kreatif adalah kemampuan menghasilkan suatu gagasan dengan berbagai macam alternatif dan beberapa proses kreatif yang didukung oleh lingkungan sekitar.

Maka dakwah Kreatif dapat dimaknai dengan upaya yang dilakukan dengan kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu kegiatan dakwah yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, mampu membuat orang tertarik untuk mengikuti aturan dan belajar mengenai Islam.

Dakwah Kreatif hanya bisa dilakukan oleh orang yang Kreatif, yakni para da’i yang mampu memahami perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, memahami berbagai jenis dan bentuk medan dakwah sebagaimana di ajarkan oleh Rasul bahwa adat dan bahasa setempat mestilah diperhatikan dalam berdakwah. “Berbicaralah sesuai dengan kadar pendengar”, dan juga “Adat setempat/’uruf bisa menjadi salah satu referensi hukum”.

Dakwah kreatif dalam konteks kekinian dan kedisinian

Sebagaimana kita maklumi bahwa metode dakwah dilihat dari sarana penyampaianya terdiri dari dakwah bil al lisan (dakwah dengan lisan/perkataan/ceramah), dakwah bil al qalam (dakwah dengan pena/tulisan) dan dakwah bil al hal (dakwah dengan keteladanan dan contoh langsung)

Dilihat dari sisi pendekatan dakwah bisa dilakukan melalui fardiyah/pribadi, dakwah Ammah/umum serta dakwah khassah/khusus dalam bentuk majlis terbatas yang bersifat bersambung dengan tema yang jelas dan memiliki kurikulum.

Dilihat dari kreatifitas dakwah bisa dilakukan secara kreatif dari sisi bahasa, konten yang menarik, media serta trik penyampaian yang lugas,elegan dan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Dikaitkan dengan masa pandemi Covid 19, dengan situasi “new normal” dimana sarana berinteraksi sosial telah dominan dilakukan melalui daring/on line dan semakin tingginya penggunaan internet dan media sosial, maka dakwah kreatif bisa dioptimalkan sebagai berikut :

1.Kreatif dari sisi penyampaian baik secara lisan/ceramah maupun tulisan/gambar/flayer dan juga kreatif dari sisi pendekatan sehingga dakwah mudah diterima dan dicerna para mad’u/objek dakwah

Dalam hal ini apa yang dicontohkan oleh Aa Gym dengan dakwah menejemen qalbu, dakwah ust Salim fillah, ust orange, muzammil hasballah dengan suara merdunya dan gaya menarik generasi muda.

Begitu juga dakwah kreatif dapat dilihat dari sosok pribadi Gamal Albinsaid, M.Biomed. adalah seorang dokter, wirausahawan sosial, dan CEO Indonesia Medika. Ia menggagas berdirinya Klinik Asuransi Sampah dan Bank Sampah, dimana dengan kreatifitas ia melakukan berbagai terobosan menarik terhadap dakwah untuk peduli lingkungan dan berbagai pelatihan dan seminar yang berisi konten dakwah sehingga anak-anak mileneal menjadi terinspirasi dan menjadikan Gamal sebagai idola anak muda yang kreatif tetapi taat beragama.

Betapa tidak Gamal telah berprestasi sejak kecil, Gamal Albinsaid tak hanya untuk dirinya. Dengan konsep sampahnya orang miskin bisa tertolong hidupnya, dokter muda ini pun terus berinovasi dan dikenal sebagai entrepreneur sosial kebangggaan Indonesia. Gamal bukanlah orang sembarangan, semasa kuliah ia telah meraih 12 penghargaan ilmiah dari berbagai universitas di Tanah Air. Tak hanya itu, dia meraih penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur Prize 2014 yang diselenggarai oleh University of Cambridge, Inggris, dan Unilever.

  1. Kreatif dari sisi pemanfatan kemajuan teknologi, dari sisi ini dakwah kreatif bisa dilakukan dengan : Membuat konten vidio kreatif dengan vidio profesional ataupun vlog pribadi yang berisi bahan ceramah yang menarik, dalam hal ini seorang da’i sesungguhnya bisa berdakwah hanya didepan HP dan meng aploud nya di you tube , WA, FB ataupun media sosial lainya, jadi sesungguhnya untuk berdakwah hari ini sangatlah mudah dan tidak perlu menemui jamaah, cukup menyiapkan bahan yang menarik, padat, sesuaikan tema dan objek dakwah lalu rekam dan sebarkan via media internet.

Sebagaimana berbagai chanel youtube yang telah dibuat oleh para asatiz nasional seperti ustaz Abdul Somad (UAS), ust Adi Hidayat, dan lainya sangatlah menunjang gerakan dakwah ditengah ummat sehingga nasrul fikrah islamiyah/ penyebaran fikrah islam semakin luas ditengah masyarakat bahkan kalangan preman yang tidak pernah ke mesjid bisa di dakwahi dengan hanya mereka menonton youtube, oleh karena itu para ustaz/ustazah agar melirik peluang dakwah melalui youtube atau platfon sejenis dalam berdakwah dengan menyiapkan konten dakwah.

Dakwah melalui meme, flayer ataupun gambar kreatif yang disuguhi potongan ayat ataupun hadis juga bisa dilakukan, jika da’i mampu mendisain bentuk gambar kreatif yang menyentuh ataun menyindir halus dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar maka akan di lihat dan dibaca oleh khayalak/publik, lalukan secara rutin dan membidik objek dakwah yang relevan, semisal sasaran adalah generasi mileneal maka buatlah konten gambar yang menarik buat mereka dan dengan bahasa gaul yang familiar dan menarik

3.Kreatif melihat medan dakwah yang beragam, seorang da’i tidak hanya bisa berdakwah di rumah ibadah tetapi juga dimana orang banyak berkumpul bisa berdakwah dengan penyampaian yang kreatif dan menarik.

Apalagi di ranah minang dimana para pemuda dan preman pengangguran menjadikan lapau sebagai tempat nongkrong ataupun diberbagai klub olah raga, maka tidak ada salahnya seorang da’i menggagas berdirinya majlis ataupun komunitas pengajian yang berpusat di lapau, sebagaimana digagas oleh seorang da’i di kecamatan Kamang Magek Kab Agam dengan mendirikan komunitas “LAPAU SURAU GURAU”, dimana para pemuda dan sopir angkot yang sering nongkrong di lapau dikumpulkan secara rutin, mereka didakwahi dengan konten yang sesuai kadar ilmu dan pemahaman mereka oleh ustaz dan tokoh masyarakat secara bergantian.

Dakwah pemuda juga bisa disambilkan dengan kegiatan olah raga baik silat dalam bentuk PANDEKA SURAU, sepak bola, volly dan lain sebagainya.

  1. Kreatif melihat kecendrungan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menghafal qur’an dimana hari ini tumbuh subuh pondok tahfizh, surau tahfiz dan berbagai kursus tahfizh qur’an, para da’i bisa menangkap peluang ini untuk membentuk HALAQAH QUR’AN, sebagai sarana mendekatkan masyarakat untuk Alqur’an, menghafal dan menyampaikan materi dakwah secara rutin dan sistematis.

D. Epilog

Kreatif dalam berkdakwah mestilah senantiasa dilakukan apalagi dimasa pandemi covid 19, karena masa pandemi bisa menjadi tantangan dan sekaligus peluang untuk memaksimalkan dakwah.

Berbagai inovasi bisa di munculkan dalam berdakwah terutama dakwah kepada generasi milenial yang sangat familiar dengan HP dan internet, berbagai konten dakwah bisa disiapkan oleh para da’i secara kreatif dan dapat di sebar/share melalui media youtube, Facebook, Whatsupp, twiter maupun instragram.

Dakwah kreatif juga dapat dilakukan dengan melihat kondisi medan dakwah dimana adat setempat, kebiasaan dan apa yang tren disuatu daerah bisa dilirik menjadi peluang dakwah. Seperti dakwah dilapau, di kelompok silat, dikelompok randai, group talempong, group tambua tansa dan lainya bisa menjadi lahan dakwah yang kreatif, begitu juga dakwah di lingkungan komunitas baik pencinta alam, komunitas literasi, pencinta motor jadul, kelompok hobi dan sebagainya.

 

Oleh : Safrudin,SS,MM

Cegah Penyebaran Covid-19, Sejumlah Agenda Pariwisata di Padang Ditunda

0
Penyebaran
Padang, Investigasi.News – Pemko Padang menunda sejumlah agenda yang akan digelar dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona yang sudah menjadi pandemi global. “Memang ada beberapa agenda pariwisata kita dalam waktu dekat ini. Seperti festival Bak Cang Lamang Baluwo, Lomba Selaju Sampan dan kejuaraan gulat internasional.

Namun kita tunda dulu penyelenggaraanya untuk menghindari penyebaran virus corona ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Arfian, dihubungi melalui telepon, Minggu (22/3/2020).

Arfian mengatakan akan melakukan penjadwalan ulang untuk sejumlah agenda yang ditunda tersebut. “Kita akan melihat kondisi dulu. Jika sudah kondusif maka kita akan melakukan penjadwalan ulang dan menggelarnya lagi,” sebutnya.

Untuk menghindari penyebaran virus corona ini, sebelumnya pemerintah Kota Padang sudah menutup tempat wisata seperti Pantai Air Manis dan Gunung Padang. “Kita melakukan penutupan sementara untuk tempat wisata Pantai Air Manis dan Gunung Padang. Penutupan kita lakukan sampai 2 April mendatang,” ungkapnya.

Lebih jauh Arfian mengatakan kunjungan wisata ke Kota Padang pada saat ini memang belum meningkat. “Kunjungan wisata saat ini memang low season, karena agenda pariwisata kita belum banyak. Kunjungan akan meningkat di sekitar bulan Juni ke atas, karena agenda pariwisata kita sudah mulai banyak,” ungkapnya.

Sumber : regional.kompas.com

Laporan Perekonomian Provinsi Sumatera Barat Februari 2021

0
Ekonomi
Padang, Investigasi.News – Pada triwulan IV 2020, ekonomi Sumatera Barat kontraksi pada level -2,23% (yoy) membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang juga kontraksi pada level -2,91% (yoy). Perbaikan ekonomi pada triwulan IV 2020 sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan pemerintah di pusat dan daerah. Berdasarkan pengeluaran, perbaikan ekonomi terjadi pada beberapa komponen pengeluaran terutama pada Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan ekspor seiring dengan semakin pulihnya confidence investor dan meningkatnya akses perdagangan global. Dari sisi lapangan usaha (LU), perbaikan ekonomi terutama bersumber dari meningkatnya LU pertanian, kehutanan dan perikanan serta LU industri pengolahan seiring dengan meningkatnya permintaan CPO dan karet.

Secara tahunan, ekonomi Sumatera Barat tahun 2020 terkontraksi sebesar -1,60% (yoy) menurun dibandingkan dengan tahun 2019 yang tumbuh sebesar 5,01% (yoy). Dari sisi permintaan, terbatasnya permintaan domestik dan internasional akibat pandemi COVID-19 yang mulai melanda pada akhir triwulan I 2020 menekan kinerja konsumsi dan investasi. Turunnya permintaan agregat pada akhirnya menekan kinerja seluruh lapangan usaha utama Sumatera Barat yaitu LU pertanian, LU transportasi dan pergudangan, serta LU perdagangan besar dan eceran.

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat diprakirakan akan terus membaik di triwulan I 2021. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat diprakirakan membaik sejalan dengan proses pemulihan ekonomi nasional. Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga (RT) diprakirakan meningkat seiring dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat yang semakin meningkat di triwulan I 2021. Keberlanjutan program bantuan sosial dari pemerintah juga akan mendorong konsumsi RT dan pemerintah. Dari sisi LU, perbaikan kinerja perekonomian pada triwulan I 2021 terutama disebabkan oleh prakiraan perbaikan kinerja LU transportasi dan pergudangan; perdagangan dan eceran serta industri pengolahan. Kelanjutan tren perbaikan harga dunia untuk komoditas utama CPO dan karet diprakirakan akan turut mendorong LU industri pengolahan.

Keuangan Pemerintah

Realisasi pendapatan dan belanja Provinsi Sumatera Barat hingga triwulan IV 2020 tercatat lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2019 disebabkan oleh adanya realokasi yang dilakukan untuk penanganan dampak COVID-19. Pada triwulan IV 2020 realisasi pendapatan mencapai 99,10% atau senilai Rp6,36 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV 2019 dengan nilai realisasi sebesar 96,72% atau Rp 6,39 triliun. Realisasi belanja secara persentase pada triwulan IV 2020 mencapai 95,34% atau senilai Rp6,41 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan presentase realisasi triwulan IV 2019 sebesar 92,42% atau senilai Rp6,55 triliun.

Perkembangan Inflasi Daerah

Inflasi triwulan IV 2020 tercatat meningkat dibanding triwulan sebelumnya didorong oleh peningkatan permintaan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru tahun 2021. Pada triwulan IV 2020, laju inflasi Sumatera Barat tercatat sebesar 2,11% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi pada triwulan III 2020 sebesar 0,16% (yoy). Laju inflasi pada triwulan IV terutama didorong oleh inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau yang menyumbang inflasi sebesar 1,44% (yoy). Inflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh peningkatan harga komoditas pangan seperti cabai merah, petai, udang basah, ikan gembolo/ikan aso-aso dan telur ayam ras yang didorong oleh keterbatasan pasokan dan peningkatan permintaan pada Natal dan Tahun Baru 2021. Cuaca yang kurang baik di akhir tahun 2020 juga turut mendorong kenaikan harga komoditas hasil laut. Inflasi pada triwulan IV 2020 tertahan lebih lanjut oleh deflasi pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang menyumbang deflasi sebesar -0,07% (yoy). Deflasi pada kelompok ini tercatat disumbang oleh biaya pulsa ponsel yang disebabkan oleh pemberian potongan harga di tengah masih tingginya aktivitas daring.

Inflasi Sumatera Barat pada tahun 2020 tercatat sebesar 2,11% (yoy) meningkat dibandingkan realisasi inflasi pada tahun 2019 sebesar 1,67% (yoy). Realisasi inflasi Sumatera Barat ini lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi inflasi nasional yaitu 1,68% (yoy) namun tetap pada sasaran inflasi nasional di tahun 2020 sebesar 3±1%. Peningkatan inflasi tahun 2020 didorong oleh faktor rendahnya base year inflasi tahun 2019 dan peningkatan harga bahan pangan terutama di awal dan akhir tahun 2020.

Tekanan inflasi di triwulan I 2021 diprakirakan melambat dibandingkan triwulan IV 2020 seiring dengan normalisasi harga dan permintaan secara umum pasca HBKN. Meredanya laju inflasi didorong oleh normalisasi permintaan pasca HBKN Natal dan tahun baru yang cenderung mendorong kenaikan harga komoditas pangan maupun jasa transportasi seperti tarif angkutan udara. Cuaca yang cukup baik di triwulan I 2021 mendukung kestabilan harga pangan terutama cabai merah dan bawang merah yang rentan terganggu produktivitasnya oleh tingginya curah hujan di triwulan sebelumnya

Stabilitas Keuangan Daerah dan Pengembangan Akses Keuangan

Stabilitas sistem keuangan daerah di Sumatera Barat pada triwulan IV 2020 terjaga. Aset perbankan tercatat senilai Rp71,37 triliun dengan laju pertumbuhan 4,34% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 4,13% (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan/kredit perbankan juga masih bertumbuh meski mengalami perlambatan. DPK perbankan pada triwulan laporan tercatat senilai Rp45,37 triliun atau tumbuh 4,55% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan III 2020 sebesar 5,98% (yoy). Sementara kredit tercatat senilai Rp58,73 triliun dengan laju pertumbuhan 1,65% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 2,26% (yoy). Sejalan dengan perlambatan kredit yang tidak sedalam perlambatan DPK, maka angka Loan to Deposit Ratio (LDR) pada triwulan IV 2020 mengalami peningkatan ke level 129,44%, dari 125,97% di triwulan III 2020. Perlambatan pertumbuhan total kredit juga disertai dengan penurunan risiko yang terindikasi dari menurunnya rasio Non-Performing Loan (NPL) Sumatera Barat pada angka 1,89%, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan III 2020 yang sebesar 2,34%.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) di Sumatera Barat pada triwulan IV 2020 mengalami peningkatan sejalan dengan perbaikan ekonomi yang terjadi. Transaksi pembayaran melalui BI-RTGS di wilayah Sumatera Barat pada triwulan IV 2020 secara nominal Rp50,98 triliun atau tumbuh sebesar 24,35% (yoy), meningkat jika dibandingkan dengan triwulan III 2020 yang mencapai Rp34,95 triliun atau tumbuh sebesar 9,22% (yoy). Transaksi uang elektronik (UE) dan layanan keuangan digital (LKD) menunjukkan peningkatan seiring adanya perluasan program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk tetap menjaga daya beli masyarakat, serta pergeseran preferensi masyarakat untuk bertransaksi secara digital di tengah pandemi. Sementara itu, transaksi kliring debet pada triwulan IV tahun 2020 menunjukkan peningkatan secara volume dan nominal dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Secara umum, pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat. Kondisi tersebut tercermin pada sejumlah indikator, seperti persentase penduduk miskin, indeks kedalaman kemiskinan, serta indeks keparahan kemiskinan. Secara garis besar jumlah penduduk miskin di Sumatera Barat pada September 2020 tercatat sebanyak 364,8 ribu jiwa, meningkat dibandingkan dengan September 2019 sebanyak 343,1 ribu jiwa. Dengan kondisi tersebut, persentase penduduk miskin di Sumatera Barat naik dari 6,29% pada September 2019 menjadi 6,56% pada September 2020.

Kesejahteraan petani Sumatera Barat pada triwulan IV 2020 mengalami peningkatan. Secara rata-rata, NTP Sumatera Barat pada triwulan laporan tercatat sebesar 101,86, lebih tinggi dibandingkan dengan NTP triwulan III 2020 sebesar 99,45. Peningkatan NTP tersebut didorong oleh adanya peningkatan indeks harga yang diterima petani khususnya pada subkelompok perkebunan rakyat. Hal ini seiring dengan perbaikan harga CPO dan karet dunia yang mendorong kenaikan harga TBS dan karet bokar.

Prospek Perekonomian Daerah

Perekonomian Sumatera Barat pada triwulan II 2021 diprakirakan tumbuh meningkat dibandingkan dengan prakiraan triwulan I 2021. Dari sisi permintaan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diprakirakan akan menopang pertumbuhan. Peningkatan konsumsi RT sejalan dengan normalisasi permintaan pasca beradaptasinya perilaku ekonomi masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi di tengah pandemi. Program vaksinasi di Sumatera Barat yang dimulai pada tanggal 14 Januari 2021 dan perluasan stimulus/insentif dari Pemerintah diprakirakan akan mendorong keyakinan masyarakat untuk melakukan konsumsi. Dari sisi LU, sebagian besar lapangan usaha di Sumatera Barat khususnya lapangan usaha unggulan yaitu LU perdagangan, LU transportasi, dan LU pertanian diprakirakan akan membaik seiring dengan HBKN lebaran.

Secara keseluruhan, perekonomian Sumatera Barat diprakirakan meningkat di tahun 2021. Peningkatan ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan global maupun domestik seiring dengan proses pemulihan ekonomi yang sedang berjalan. Peningkatan kinerja perekonomian global maupun nasional memberikan dampak pada perekonomian Sumatera Barat. Peningkatan dari sisi permintaan terutama terjadi pada konsumsi rumah tangga dan investasi, serta perbaikan net ekspor. Berdasarkan lapangan usaha, permintaan domestik yang meningkat mendorong akselerasi sektor usaha secara keseluruhan terutama LU pertanian, LU perdagangan, serta LU transportasi. Kegiatan MICE dan kunjungan wisnus serta wisman diprakirakan akan membaik pada tahun 2021 mendorong peningkatan kinerja LU perdagangan dan transportasi. Aktivitas HBKN yang lebih tinggi pada tahun 2021 juga turut mendorong permintaan secara umum.

Pada triwulan II tahun 2021, laju IHK diprakirakan meningkat jika dibandingkan dengan prakiraan inflasi pada triwulan I 2021. Peningkatan tekanan inflasi diprakirakan didorong oleh peningkatan permintaan secara umum pada HBKN lebaran. Selain itu faktor base year yang rendah pada lebaran tahun 2020 turut mendorong laju inflasi tahunan triwulan II 2021. Selain itu, peningkatan harga rokok secara gradual juga perlu diantisipasi seiring dengan penyesuaian terhadap peningkatan tarif cukai rokok pada tahun 2021. Dari sisi cuaca, potensi La Nina Moderat hingga Mei 2021 dapat mengancam gagal panen pada komoditas pangan dan pergeseran musim tanam di beberapa lokasi.

Sumber: https://www.bi.go.id/

Pasca Ditutup, Wawako Hendri Tinjau Objek Wisata Pantai Air Manis

0
Hendri
Padang, Investigasi.News – Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa mengunjungi dan meninjau pos destinasi wisata di Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang, Jumat (3/4/2020) sore. Dalam kesempatan itu wawako juga didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Arfian bersama Kabid Destinasi Andree Algamar.

Setelah itu wawako pun juga meninjau pos destinasi wisata di Pantai Air Manis sekaligus memeriksa kesiapan petugas yang standby berjaga di pos-pos tersebut.

“Sejak Kota Padang dinyatakan dalam kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona (covid-19), kita Pemerintah Kota Padang sudah mengambil kebijakan untuk sementara waktu menutup tempat-tempat yang mengundang keramaian termasuk kawasan objek wisata Gunung Padang dan Pantai Air Manis ini,” ungkap wawako.

Lebih lanjut Wawako Hendri pun juga berpesan kepada petugas untuk tetap standby dan tetap berjaga sebaik mungkin menyikapi kebijakan pemerintah terhadap penutupan akses masuk ke kawasan objek wisata tersebut.

“Untuk itu kepada para petugas yang berjaga agar melakukan penjagaan dengan baik. Jangan sampai lengah,” imbau wawako. (David/Prokopim)

Sumber :Humas Kota Padang

Pemkab Benteng Gelar Upacara Peringatan Hari Jadi yang Ke-11 Tahun

0

Benteng, investigasi.news – Memperingati Hari Jadi ke-11 tahun Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah (Benteng) gelar upacara bendera dihalaman kantor Pemkab Benteng. Senin (24/6/2019). Upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Benteng, Dr. Ferry Ramli, SH, MH.

Dalam sambutannya, Bupati Benteng Dr. Ferry Ramli, SH, MH mengatakan, dihari jadi kali ini menjadi momentum mengevaluasi kinerja untuk memajukan Kabupaten Benteng, sesuai motto Maroba Ite Maju.

“Momentum ini kita gunakan untuk mengevaluasi kinerja kita, dalam hal ini saya dan ASN Benteng. Sampai saat ini misi kita sesuai moto kabupaten kita, Maroba Ite Maju. Kita akan terus mengupayakan kemajuan pembangunan Benteng, dan mengabdi penuh untuk masyarakat dan negara,” ungkap Bupati Benteng Ferry Ramli.

Bupati Ferry Ramli juga mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh ASN yang menurutnya ikut berjuang bersama membangun Kabupaten Bengkulu Tengah.

Selain itu, Bupati Ferry Ramli dan Wakil Bupati, Septi Periadi, juga menyempatkan diri memberikan sumbangan bantuan kepada masyarakat berupa sandang pangan bekerja sama dengan bank BRI, serta memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh masyarakat perintis daerah perkantoran dan masyarakat penghibah lokasi untuk perkantoran Pemkab Benteng.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut beberapa pejabat Provinsi Bengkulu, diantaranya Danlanal Bengkulu, Bupati Bengkulu Selatan, Wakil Bupati Kepahiang, Dandrem, Kapolres Bengkulu Utara, Anggota DPD RI dari Provinsi Bengkulu dan pejabat lainnya. (ADV)