Banner iklan

Gelar Diskusi Kolaboratif, HIPMI Jember Siap Bawa Ekosistem Kopi Lokal Mendunia

More articles

Jember, Investigasi.news – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Jember menggelar diskusi kolaboratif strategis guna memperkuat komoditas lokal. Acara ini fokus membangun ekosistem kopi Jember agar lebih kuat, berdaya saing tinggi, dan mampu menembus pasar internasional.

Ketua Umum HIPMI Jember, Holand Sanjaya, menegaskan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan dari hulu ke hilir. Menurutnya, Jember memiliki potensi kopi luar biasa yang perlu dikelola secara modern dan kolaboratif.

“Kami ingin menciptakan ekosistem kopi yang tidak hanya tangguh di pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi untuk mendunia,” ujar Holand Sanjaya dalam sambutannya.

Diskusi ini menghadirkan para petani kopi, pemilik kedai, akademisi, serta regulator. Pertemuan menyoroti standarisasi kualitas produk, pemanfaatan teknologi digital, dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Melalui langkah ini, HIPMI Jember berkomitmen mengawal hilirisasi produk kopi lokal. Upaya nyata tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkokoh posisi Jember sebagai salah satu lumbung kopi terbaik di Indonesia.

Acara ini mendapat apresiasi tinggi dari para pelaku usaha kopi lokal, salah satunya Imam Bukhori, pemilik merek dagang Coffee Bikla (Barokah Ibrahimy Lereng Argopuro). Pria yang mengawali kariernya sebagai anak petani ini mengaku sangat gembira dengan inisiatif yang digagas oleh Hipmi Jember.

“Kami sangat senang sekali Hipmi Jember mengadakan acara seperti ini. Ini wadah yang sangat kami butuhkan,” ujar Bukhori di sela-sela acara.

Bukhori kemudian membagikan kisah inspiratifnya dalam menggeluti dunia perkopian yang dimulai sejak tahun 2019. Berkat ketekunan, usaha yang awalnya hanya memproduksi 5 kilogram kopi kini melonjak drastis hingga mampu memproduksi 4 sampai 8 kuintal kopi. Coffee Bikla saat ini hadir dengan dua variasi unggulan, yaitu kopi jantan dan kopi rempah.

Melalui forum kolaboratif ini, Bukhori menaruh harapan besar agar jaringan pengusaha muda dapat memberikan dampak nyata bagi perbaikan nasib petani di tingkat tapak.

“Kami berharap melalui Hipmi ini, bisa memberikan support kepada para petani dan pengusaha kecil seperti kami, sehingga kopi khas Jember ini bisa mendunia,” tambahnya.

Selain dukungan dari sektor swasta dan asosiasi, Bukhori juga menyoroti pentingnya peran aktif dari regulator. Ia berharap ke depannya ada perhatian khusus dan sentuhan nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, terutama dalam penyediaan infrastruktur pascapanen.

“Kami sangat berharap ke depan ada sentuhan dari pemerintah kabupaten Jember, seperti bantuan alat sortasi, agar kualitas biji kopi yang dihasilkan makin standar dan siap bersaing di pasar global,” pungkasnya.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest