PADANG— Normalisasi Batang Idas di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, memasuki hari kelima pelaksanaan. Pekerjaan tersebut mulai memberikan dampak bagi masyarakat, terutama petani yang selama ini mengandalkan aliran sungai untuk mengairi sawah dan kolam ikan.
Normalisasi dilakukan menggunakan alat berat untuk memperlancar kembali aliran Batang Idas. Sebelumnya, kondisi aliran sungai yang tidak optimal membuat distribusi air ke sejumlah lahan pertanian dan kolam budidaya warga ikut terganggu.
Kini, setelah pekerjaan berjalan beberapa hari, air mulai kembali mengalir menuju lahan pertanian dan kolam ikan milik warga.
Kondisi tersebut disambut positif masyarakat. Bagi petani, kembalinya aliran air menjadi harapan agar aktivitas pertanian dan budidaya ikan dapat berjalan lebih baik.
“Alhamdulillah, air sudah mulai mengalir kembali. Mudah-mudahan setelah normalisasi selesai, alirannya semakin lancar sehingga sawah dan kolam ikan kami tidak lagi kesulitan mendapatkan air,” ujar salah seorang warga.
Kegiatan normalisasi Batang Idas dilaksanakan melalui dukungan Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas PUPR Kota Padang.
Lurah Baringin, Hj. Yuliar, S.Sos., M.M., mengapresiasi pelaksanaan normalisasi tersebut. Menurutnya, kelancaran aliran Batang Idas sangat berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perikanan.
Ia berharap pekerjaan dapat berjalan lancar hingga selesai dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Normalisasi Batang Idas menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi aliran air sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di Kelurahan Baringin. ( Sc)








