BANYUWANGI — Pesona wisata dan budaya Banyuwangi kini semakin mudah dijangkau. Pemerintah bersama PT KAI terus memperkuat konektivitas menuju daerah berjuluk The Sunrise of Java itu dengan menghadirkan rute baru KA Sangkuriang relasi Bandung–Banyuwangi via Yogyakarta yang resmi beroperasi mulai 1 Mei 2026.
Hadirnya jalur kereta lintas wisata tersebut menjadi angin segar bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Kini wisatawan dari Bandung, Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya dapat menikmati perjalanan darat yang nyaman menuju salah satu destinasi wisata unggulan nasional yang dikenal kaya budaya, alam, dan kuliner tradisional.
Kereta tersebut melintasi sejumlah kota besar di Pulau Jawa sebelum tiba di Stasiun Ketapang Banyuwangi, gerbang utama menuju berbagai destinasi eksotis di ujung timur Pulau Jawa.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif hadirnya KA Sangkuriang yang dinilai akan semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai pusat wisata berbasis budaya dan alam di Indonesia.
“Alhamdulillah, konektivitas Banyuwangi dengan kota-kota besar terus bertambah. Setelah Jakarta dan Malang, kini Banyuwangi terhubung langsung dengan Bandung yang juga merupakan kota wisata nasional. Kami berharap ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banyuwangi,” ujar Ipuk usai melepas keberangkatan perdana KA Sangkuriang di Stasiun Ketapang, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Ipuk, akses transportasi yang semakin mudah akan membuka peluang lebih besar bagi wisatawan untuk menikmati berbagai keindahan Banyuwangi, mulai dari panorama Gunung Ijen dengan fenomena api biru mendunia, Pantai Pulau Merah yang memikat peselancar, hingga Taman Nasional Alas Purwo yang sarat nuansa mistis dan budaya lokal.
Tidak hanya alam, Banyuwangi juga dikenal sebagai daerah yang kuat menjaga tradisi dan seni budaya Osing. Wisatawan yang datang dapat menikmati berbagai atraksi budaya seperti Tari Gandrung, musik patrol, kuliner tradisional khas Banyuwangi, hingga festival budaya yang rutin digelar sepanjang tahun.
KA Sangkuriang sendiri hadir dengan konsep perjalanan modern dan nyaman. Kereta ini menyediakan tiga kelas layanan mulai dari ekonomi premium, eksekutif, hingga kelas mewah Compartment Suites yang menawarkan pengalaman perjalanan eksklusif.
Vice President PT KAI Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menjelaskan perjalanan Banyuwangi–Bandung menempuh jarak sekitar 1.002 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 17 jam 30 menit.
“KA Sangkuriang berangkat dari Stasiun Ketapang pukul 15.00 WIB dan tiba di Bandung pukul 08.30 WIB,” ujar Hengky.
Rangkaian kereta modern berbahan stainless steel itu dilengkapi fasilitas lengkap seperti kereta restorasi, layanan kuliner selama perjalanan, hingga kabin Compartment Suites dengan kursi rebah 180 derajat, televisi pribadi, layanan makanan eksklusif, dan ruang privat yang nyaman.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari tingkat okupansi keberangkatan perdana yang mencapai lebih dari 100 persen di beberapa kelas. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap jalur wisata baru tersebut.
Salah satu penumpang, Edo Permana asal Surabaya, mengaku terkesan dengan kenyamanan perjalanan sekaligus daya tarik wisata Banyuwangi yang menurutnya semakin lengkap.
“Banyuwangi itu paket lengkap. Wisatanya bagus, kulinernya enak, budayanya juga kuat. Saya paling suka nasi tempong dan suasana alamnya,” ujar Edo.
Ia mengaku menyempatkan menikmati kuliner khas Banyuwangi sebelum melanjutkan perjalanan. Menurutnya, hadirnya KA Sangkuriang akan semakin memudahkan wisatawan menikmati berbagai destinasi unggulan Banyuwangi tanpa harus repot menggunakan kendaraan pribadi.
Dengan semakin terbukanya akses transportasi, Banyuwangi diyakini akan terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat lokal dalam satu pengalaman wisata yang berkesan.
Adv/Guh



















