Ternate, Investigasi.news – Hanya dalam waktu sekitar delapan jam sejak peristiwa berdarah yang merenggut nyawa Suwardi Gani, aparat gabungan Polres Ternate berhasil membekuk terduga pelaku pembunuhan yang mencoba melarikan diri dari Kota Ternate melalui jalur laut.
Pelarian terduga pelaku berinisial DA, warga Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, berakhir di atas kapal tujuan Ternate–Bacan yang hendak bertolak dari Pelabuhan Bastiong, Rabu (3/6/2026) dini hari.
Penangkapan dramatis tersebut dilakukan sekitar pukul 03.30 WIT oleh tim gabungan yang terdiri dari Unit Opsnal Polsek Ternate Utara, Unit Reskrim Polsek Ternate Selatan, dan Unit Resmob Polres Ternate.
Operasi pengejaran dipimpin langsung oleh KBO Satreskrim Polres Ternate, IPDA Soedharmono, bersama Panit Reskrim Polsek Ternate Utara, IPDA M. Soleh.
Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Bakri Syahruddin, S.H., melalui Kasi Humas Polres Ternate IPDA Sudirjo, S.I.P., menjelaskan bahwa setelah menerima laporan peristiwa pembunuhan yang menewaskan Suwardi Gani di RT 09/RW 05, Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, aparat langsung bergerak melakukan pengejaran intensif.
Tak ingin kehilangan jejak, tim gabungan sejak Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIT menyisir sejumlah penginapan di kawasan pelabuhan. Polisi menduga pelaku berupaya kabur meninggalkan Ternate untuk menghindari jeratan hukum.
Namun, upaya persembunyian itu tak bertahan lama.
Berbekal informasi yang dikumpulkan di lapangan, polisi mengendus rencana pelarian pelaku melalui Pelabuhan Bastiong. Kecurigaan itu menguat setelah diketahui DA memiliki keterkaitan pekerjaan di wilayah Bacan.
Saat melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang akan berlayar menuju Bacan, petugas menemukan DA bersembunyi di dek dua kapal. Ia tampak berbaring di tempat tidur penumpang, berusaha menghilangkan jejak dan mengelabui petugas.
Ketika mengetahui keberadaan polisi, DA disebut berusaha kabur. Namun, aparat yang telah mengepung lokasi bergerak cepat melakukan pengejaran.
Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan.
Dalam proses penangkapan, DA diduga melakukan perlawanan sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur kepolisian.
Pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan dan diamankan sebelum sempat meninggalkan wilayah Ternate.
Setelah ditangkap, DA dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis sebelum selanjutnya digelandang ke Mapolres Ternate guna menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.
Keberhasilan mengungkap kasus dalam hitungan jam ini menjadi bukti kesigapan aparat dalam memburu pelaku kejahatan berat. Kini penyidik masih mendalami motif di balik aksi yang menewaskan Suwardi Gani serta mengumpulkan alat bukti untuk menuntaskan proses hukum terhadap terduga pelaku.
(JK)







