Jember, Investigasi.News- Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jember menggelar aksi menyuarakan jeritan rakyat kecil (wong cilik) terkait karut-marut pengelolaan Pasar Tanjung.
Seperti yang diungkapkan oleh ketua DPC GMNI Jember, Abdul Aziz Al Fazri. menilai tata kelola pusat perdagangan terbesar di Jember tersebut mengalami kecacatan serius yang merugikan para pedagang kecil dan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember gagal memberikan rasa aman dan keadilan ekonomi di lingkungan pasar.”Ujarnya.
Guna membenahi kondisi tersebut, DPC GMNI Jember secara tegas melayangkan empat tuntutan utama kepada pembuat kebijakan:
1. Tagih Janji Bupati
Menuntut Bupati Jember segera bertanggung jawab atas janji politiknya untuk menyelesaikan total permasalahan tata kelola Pasar Tanjung.
2. Transparansi Data Pedagang
Mendesak Pemkab Jember segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap pedagang Pasar Tanjung dan membuka hasilnya secara transparan kepada publik.
3. Pemberantasan Pungli dan Premanisme
Mendesak Pemkab Jember segera menanggulangi dan menyapu bersih segala bentuk penyelewengan, pungutan liar (pungli), serta tindakan premanisme di area pasar.
4. Tunda Revitalisasi, Benahi Akses
Menuntut Pemkab Jember memprioritaskan penyelesaian tata kelola pedagang dan disfungsi akses jalan utama Pasar Tanjung sebelum melanjutkan rencana proyek revitalisasi fisik pasar.
Aksi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah agar tidak menutup mata terhadap penindasan ekonomi yang dialami pedagang kecil akibat tata kelola yang korup dan tidak berpihak pada rakyat.
Js




