Jember, Investigasi.News – Proses pengurusan PERPANJANGAN izin operasional Klinik Dokterku Bina Sehat sebagai klinik perintis layanan Dokter Keluarga di Jember, hingga kini masih terkatung-katung tanpa kejelasan. Kondisi ini memicu sorotan tajam dari berbagai pihak yang menilai kebijakan pimpinan daerah setempat lambat dan cenderung mempersulit iklim investasi di sektor pelayanan kesehatan masyarakat.
Seperti yang dikatakan oleh Owner Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS)Jember GROUP dr. Hj. Faida, MMR menyatakan telah memenuhi seluruh dokumen persyaratan administratif dan teknis yang diwajibkan oleh aturan pusat. Namun, permohonan izin operasional mereka tertahan di tingkat dinas teknis penanaman modal dan kesehatan daerah.
Hambatan ini berdampak langsung pada pelayanan publik.
“Puluhan ribu pasien yang bergantung pada fasilitas kesehatan tingkat pertama ini terpaksa mencari alternatif lain yang jaraknya lebih jauh.” Ungkap Hj Faida.
Selain itu,ia menambahkan ketidakpastian izin ini mengancam keberlangsungan lapangan kerja bagi puluhan tenaga medis lokal.
Lambatnya penerbitan izin ini membuat kebijakan dan komitmen pimpinan daerah dalam mempermudah investasi dipertanyakan.
Ia menilai ada ego sektoral dan tumpang tindih regulasi lokal yang sengaja dipelihara, sehingga memperpanjang birokrasi.
“Pimpinan daerah seharusnya memangkas jalur birokrasi yang tidak perlu, bukan malah membiarkan izin fasilitas kesehatan yang krusial seperti ini mandek berbulan-bulan,” ujarnya.
Js




