KOTAMOBAGU,Investigasi.News – Pemerintah Kota Kotamobagu membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) untuk mendukung pembangunan daerah. Komitmen tersebut mengemuka saat Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., menerima kunjungan silaturahmi Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin, S.E., M.M., bersama jajaran pengurus pusat.
Pertemuan berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan organisasi kepemudaan sekaligus memperkuat komunikasi antara struktur GP Ansor di daerah dan pusat.
Wali Kota Kotamobagu menyambut kedatangan Addin dan rombongan dengan ungkapan adat Bolaang Mongondow. Ia menyampaikan ucapan “Niondon Dega” sebagai bentuk penghormatan sekaligus selamat datang di Tanah Totabuan.
“Dalam sebutan bahasa adat Bolaang Mongondow, kami menyampaikan ucapan ‘Niondon Dega’—selamat datang di Tanah Totabuan kepada yang kita banggakan, Pak Ketum beserta seluruh rombongan,” kata Wali Kota Weny Gaib.
Wali Kota juga memberikan apresiasi atas kehadiran pimpinan pusat GP Ansor di Kotamobagu. Menurut dia, kunjungan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas kader dan kepengurusan GP Ansor di Sulawesi Utara, terutama di kawasan Bolaang Mongondow Raya (BMR), mendapat perhatian hingga tingkat nasional.
“Kehadiran Pak Ketum membuktikan bahwa pergerakan Pemuda Ansor di Sulawesi Utara, khususnya di BMR, terpantau hingga ke pusat. Magnet pergerakan inilah yang mampu membawa pimpinan pusat datang ke tempat kita yang jauh,” ujarnya.
Wali Kota juga kemudian menyinggung posisi geografis BMR yang cukup jauh dari pusat pemerintahan nasional. Menurutnya, kondisi tersebut semestinya menjadi alasan untuk memperkuat komunikasi dan perhatian pemerintah maupun organisasi di tingkat pusat terhadap pembangunan daerah.
“Makin jauh suatu daerah, tentu makin butuh perhatian khusus,” katanya.
Ia berharap kunjungan Ketum GP Ansor tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi dapat membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dalam mendorong kemajuan masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di BMR.
“Kami sangat berharap kunjungan ini membawa kesan baik dan menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan pusat untuk membantu membangun masyarakat di Sulawesi Utara, khususnya Bolaang Mongondow Raya,” lanjut Wali Kota.
Selain berbicara mengenai hubungan kelembagaan, orang nomor satu di Kotamobagu ini juga menyampaikan pesan kepada para kader dan pengurus GP Ansor yang hadir. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ketulusan dalam menjalankan amanah organisasi dan memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kerja organisasi harus dilandasi niat yang baik, bukan semata-mata mengejar kepentingan pribadi atau posisi. Ketulusan dalam menjalankan tugas diyakini akan melahirkan kepercayaan dan membuka kesempatan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar.
“Laksanakanlah kegiatan ini dengan ikhlas, lakukan semua tugas dengan tulus tanpa harus berharap yang lebih. Insyaallah, semakin kita bekerja dengan niat di jalan-Nya, maka apa yang diinginkan masyarakat akan dilimpahkan pada kita semua dan kita akan diberikan tugas yang lebih besar serta lebih mulia,” tuturnya.
Di akhir sambutan, Wali Kota menyampaikan “Syukur Moanto” atau terima kasih atas kunjungan Ketum GP Ansor beserta rombongan. Ia berharap hubungan antara Pemkot Kotamobagu dan GP Ansor dapat terus terjaga dan berkembang menjadi sinergi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus GP Ansor dari tingkat pusat hingga daerah. Di antaranya Ketua Bidang Pengembangan SDM PP GP Ansor Dwi Winarno dan Wasekjen PP GP Ansor Donal Qomadiasyah Tungkagi.
Dari jajaran PW GP Ansor Sulawesi Utara hadir Ketua Hamri Mokoagow, Sekretaris Junaidi Maskromo, dan Bendahara Amar Kosoloi. Hadir pula Anggota DPRD Kota Kotamobagu Dani Ikbal Mokoginta, Ketua PC GP Ansor Kota Kotamobagu Refly Setiawan Mamonto, serta jajaran pengurus Ansor dan Banser se-Bolaang Mongondow Raya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam membangun sumber daya manusia serta mendorong kemajuan daerah dari tingkat lokal hingga nasional.(**)








