Agam — Pemerintah Kabupaten Agam kembali menunjukkan respons cepat dalam menangani musibah yang menimpa warganya. Melalui Dinas Sosial, bantuan darurat langsung disalurkan kepada korban kebakaran yang terjadi di Jorong Pincuran Puti, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Baso, pada Senin (4/5/2026).
Peristiwa kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah semi permanen berukuran 8 x 6 meter milik seorang warga lanjut usia bernama Rubai (85), yang diketahui tidak berada di lokasi saat kejadian. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta dan seluruh isi rumah tidak dapat diselamatkan.
Menanggapi laporan yang diterima sekitar pukul 10.00 WIB dari warga, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si., langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk turun ke lokasi. Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Azmar, S.Si., Apt., MM, bersama tim segera melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan kepada korban.
Langkah cepat ini tidak lepas dari arahan Bupati Agam, Benni Warlis, yang menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat. Dalam berbagai kesempatan, Bupati menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara sigap, terkoordinasi, dan mengedepankan nilai kemanusiaan.
“Pemerintah daerah harus hadir secepat mungkin ketika masyarakat mengalami musibah. Bantuan tidak hanya soal materi, tetapi juga bentuk kepedulian dan dukungan moral,” menjadi prinsip yang terus didorong dalam kepemimpinannya.
Di lapangan, tim Dinas Sosial disambut oleh unsur pemerintah nagari dan kecamatan. Proses pendampingan turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat jorong, aparat kepolisian, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu membantu penanganan pascakebakaran.
Selain menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, tim juga melakukan pendataan lanjutan guna memastikan korban mendapatkan dukungan berkelanjutan, termasuk kemungkinan bantuan rehabilitasi rumah.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Namun demikian, api diketahui telah padam saat pertama kali dilaporkan, mengingat rumah dalam kondisi kosong saat kejadian berlangsung.
Kehadiran cepat pemerintah daerah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Agam dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang terdampak bencana.
Daji



















