Sawahlunto, Investigasi.news – Songket Silungkang tak semata sebagai Bahan untuk membuat baju serta selendang saja, salah satu kreatifitas dalam pembuatan souvenir dari pernak pernik perca yang diproduksi oleh salah satu sub sektor ekonomi kreatif dan ditangan pengrajin Sigek Art di Desa Silungkang Duo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto mengerakkan potensi itu.
Kelompok pengrajin Sigek Art di Desa Silungkang Duo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto, kelompok pengrajin yang berawal beranggotakan 17 orang ini memanfaatkan perca kain Songket menjadi tas, bungkus tisu, gantungan kunci, masker, ID Card serta kebutuhan kelengkapan rumah tangga lainnya yang akan hadir pada ajangSawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa)2025.
Ketua Kelompok Sigek Art Silungkang Rita Fitri menyatakan setelah sebelumnya pada kegiatan We Are Site Managers International Symposium 23 hingga 28 Agustus 2025 yang dihadiri perwakilan dari 21 negara itu juga memamerkan produk dan bertransaksi.
” pada SISSCa 2025 ini beberapa produk unggulan souvenir, tas serta kelengkapan produk Sigek Art lainnya ditampilkan” kata Rita, Jum’at (5/9/2025).
SISSCa itu kegiatan tiap tahunan dan jadi kalender event Kota Sawahlunto sejak 2015 lalu, yang kerap digelar untuk mempromosikan songket Silungkang yang juga warisan budaya tak benda nasional. (tumpak)

















