Pariaman, Investigasi.news– Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Pauh Barat, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sabtu (6/9/2025) sekitar pukul 13.30 WIB. Sebuah mobil minibus Honda Brio BA 1343 OT yang ditumpangi sepasang suami istri bersama dua anak mereka dihantam kereta api yang melintas.
Kasat Lantas Polres Pariaman, Iptu Abdullah Riadi, membenarkan peristiwa tersebut. Mobil yang dikemudikan Andry Ardian Nur (33), seorang karyawan BUMN asal Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, membawa istri Annisa Puti Kemayani (32) serta dua anak mereka, Alfatih Muhammad Arysa dan Aleena Muniraa Arysa.
“Kecelakaan terjadi saat minibus berusaha melintas, namun dari arah Naras menuju Pariaman datang kereta api dengan jarak yang sudah sangat dekat. Tabrakan tidak bisa dihindari dan kereta menghantam mobil tersebut,” jelas Iptu Riadi.
Akibat kejadian ini, seluruh penumpang mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH Kota Pariaman. Kendaraan mengalami kerusakan berat.
Rincian kondisi korban:
- Andry Ardian Nur (pengemudi): luka lecet di tangan dan kaki, robek di bagian kepala belakang.
- Annisa Puti Kemayani (istri): luka robek di mata kanan, lecet di tangan dan kaki.
- Alfatih Muhammad Arysa (anak pertama): luka robek di kepala belakang, lecet di tangan dan kaki.
- Aleena Muniraa Arysa (anak kedua): luka robek di kepala belakang, retak pada tengkorak, lecet di kaki dan tangan, mengalami penurunan kesadaran sehingga dirujuk ke RS Yos Sudarso Kota Padang.
Iptu Riadi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api, terutama yang tidak memiliki palang pintu.
“Utamakan keselamatan. Berhenti sejenak, tengok kanan kiri sebelum melintas. Kewaspadaan bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Kasus ini kini ditangani Unit Laka Lantas Polres Pariaman.
Andra Sikumbang

















