Sumsel — Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi jalan yang kering dan berdebu menjadi salah satu persoalan yang dirasakan warga, khususnya di Desa Srikaton, Jalur 10, Kecamatan Air Salek senin (07/09).
Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Desa Srikaton, Agung Tri Laksono, S.Pd., turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyiraman jalan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi debu yang beterbangan akibat kondisi jalan yang kering.
Penyiraman dilakukan pada sejumlah titik jalan yang dinilai cukup berdebu dan menjadi jalur aktivitas masyarakat sehari-hari. Debu yang beterbangan dinilai dapat mengganggu kenyamanan warga, terutama pengguna jalan dan masyarakat yang tinggal di sekitar ruas tersebut.
Agung Tri Laksono mengatakan, penyiraman jalan merupakan langkah sederhana namun penting untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau yang berkepanjangan.
“Kami berupaya melakukan penyiraman jalan untuk mengurangi debu. Ini demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan ini,” ujarnya.
Kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang membuat kondisi jalan semakin kering. Jika tidak dilakukan penanganan, debu berpotensi semakin mengganggu aktivitas warga, terlebih ketika kendaraan melintas.
Kades Srikaton juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tetap waspada terhadap berbagai dampak yang dapat ditimbulkan selama musim kemarau.
Penyiraman jalan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kondisi masyarakat. Di tengah keterbatasan, pemerintah desa berupaya mengambil langkah nyata agar dampak kemarau tidak semakin dirasakan warga.
Suprene










