Pasaman—Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) menunjukkan kepedulian nyata bagi masyarakat Pasaman Barat. Jumat (8/5), kedua lembaga itu menyerahkan bantuan kemanusiaan sekaligus dukungan pengembangan koperasi masjid kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia menyalurkan bantuan senilai RM7.500 bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Pasaman Barat. Selain itu, bantuan sebesar RM3.000 juga diberikan untuk mendukung pengembangan koperasi Masjid Agung Baitul Ilmi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat dan diterima langsung oleh Bupati Yulianto. Hadir Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, Asisten I Setia Bakti, jajaran kepala OPD, BAZNAS Pasbar, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Yulianto menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Pasaman Barat. Menurutnya, bantuan itu diharapkan mampu meringankan beban warga terdampak bencana sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis masjid.
“Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Semoga silaturahmi dan kerja sama ini terus terjalin dengan baik,” ujar Yulianto.
Ia juga berharap hubungan antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan ANGKASA Malaysia dapat berkembang lebih luas, termasuk membuka ruang berbagi pengalaman dalam pengelolaan koperasi modern dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Presiden ANGKASA Malaysia, Datok Haji Kamarudin Bin Ismail, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kerja sama dan persaudaraan antara kedua pihak.
Menurutnya, bantuan itu sebenarnya telah direncanakan sejak dua bulan lalu, namun baru dapat direalisasikan bersamaan dengan kunjungan rombongan ke Pasaman Barat.
Tak hanya fokus pada bantuan kemanusiaan, ANGKASA bersama BAZNAS RI juga mendorong pengembangan koperasi kariah masjid sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
“Koperasi masjid tidak hanya menjadi wadah ekonomi masyarakat, tetapi juga sarana membangun kemandirian secara kolektif. Di kawasan Makkah dan Madinah, aktivitas ekonomi tumbuh di sekitar masjid. Konsep inilah yang sedang kami galakkan,” jelasnya.
Ketua BAZNAS Pasaman Barat, Devi Irawan, memastikan bantuan tersebut akan segera direalisasikan dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Dila



















