Peristiwa Di Nahi Jadi Bukti Konflik Pilkada Masih Dipelihara, Bupati Diminta Evaluasi

More articles

Malut, Investigasi.News – Peristiwa tidak mengenakkan menimpa Fifian Adeningsi Mus (FAM) Bupati Kab. Kepulauan Sula-Maluku Utara, saat hadiri undangan hajatan di desa Nahi, Kec. Sulabesi Barat pada Minggu malam 6 Juli 2025, Bupati perempuan pertama di Maluku Utara ini diteriaki “Bupati Bafoya, Bupati Bafoya !!!“ yang artinya Bupati Pembohong, bahkan sempat terjadi ketegangan antara pemuda (masyarakat) dengan aparat desa Nahi pada saat itu.

Bupati FAM mendapat teriakkan tidak mengenakan tadi saat menyampaikan sambutannya, dari informasi yang didapat media ini kapasitas Bupati sendiri hadir pada acara tersebut memenuhi undangan shohibul hajat.

Menurut sumber terpercaya media ini, peristiwa Minggu malam pada acara hajatan itu menjadi bukti bahwa Konflik Pilkada 2024 kemarin masih terpelihara, disebutkan bahwa insiden itu menjadi pukulan telak bagi Kades dan jajarannya serta orang dekat Bupati berinisial SAB yang dinilai tidak mampu merangkul semua pemuda dan masyarakat desa Nahi.

“Betul memang masyarakat terutama kaum muda penggemar joget agak kesal karena Ibu Bupati datang sudah lat (malam-red) sekitar jam 1 jadi dorang (mereka) kesal asyik joget kemudian terganggu dengan protokoler dan sambutan Bupati, namun kemudian hemat saya teriakan kepada Ibu Bupati dan ketegangan tidak perlu terjadi jika ada tim sterilisasi lapangan, karena harus ada protap karena ini yang mau hadir Ibu Bupati orang nomor satu didaerah ini“, ungkap sumber investigasi (8/7).

Protap yang dimaksud tadi adalah pendekatan emosional, sehingga biar mereka meter (mabuk-red) mudel bagaimana pun, tapi kalo ada pendekatan emosional dari tim Ibu Bupati, saya yakin tidak terjadi insiden yang tidak baik pada malam itu, lanjutnya.

Minta namanya tidak disebutkan, sumber investigasi ini meminta dengan hormat Bupati Fifian Adeningsi Mus (FAM) untuk mengevaluasi tim di Sulabesi Barat khusunya di desa Nahi.

“Saya menilai dari teriakan yang ditunjukkan kepada Ibu Bupati saat beliau memberikan sambutan, itu mengisyarakatkan jika konflik pilkada seperti masih terpelihara, ini menjadi tantangan untuk Kades serta jajaran serta stafsus Bupati SAB tadi guna merangkul semua stakeholder di Nahi untuk masuk kedalam gerbong “Sula Bahagia“ bersama Ibu Bupati FAM”, pungkasnya.

Ibu Bupati FAM seharusnya tidak alami peristiwa yang tidak menggembirakan pada malam itu jika saja tim bisa memainkan perannya dengan baik, tutup sumber investigasi masyarakat asal desa Nahi, Sulabesi Barat-Kepulauan Sula. RL

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest