Batam, investigasi.news – Bau busuk dugaan kejahatan pangan menyeruak dari perairan Galang. Dua kapal kayu bermuatan beras dan ketan misterius melenggang bebas tanpa tersentuh hukum, membongkar muatan di Pelabuhan Rakyat Bekas Dapur Arang, Dapur 6, Rempang Cate. Tanpa dokumen yang jelas, tanpa transparansi, dan tanpa ada taring dari instansi pengawas!
Di mana Bea Cukai Batam? Jangan cuma duduk manis, makan gaji dari keringat rakyat, tapi berotak tumpul dan mata membuta saat mafia pangan menjarah perbatasan! Pembiaran ini bukan sekadar kelalaian—ini adalah bentuk pengkhianatan dan pembangkangan terhadap tugas negara.
Pelabuhan rakyat telah dijadikan sarang empuk para penyelundup. Jika kapal-kapal siluman bisa bebas beroperasi tanpa diperiksa, maka patut dicurigai: Apakah aparat pengawas memang lumpuh total, atau justru ikut menikmati piring kotor hasil kongkalikong dengan para mafia?
TUNTUTAN BOLA PANAS SEGERA DILAKUKAN:
1. BEKUK DAN GELEDAH: Jangan diam seperti instansi pemalas! Geledah dua kapal kayu tersebut, sita muatannya, dan periksa seluruh dokumen kepabeanan serta karantinanya sekarang juga!
2. DISERET KE HUKUM: Seret pemilik barang, dalang penyokong dana, hingga cukong utama di balik pengiriman terselubung ini ke penjara!
3. BERSIHKAN OKNUM: Bongkar siapa oknum penikmat upeti yang memberi angin segar pada pelabuhan tikus di Barelang!
Jika Bea Cukai Batam tetap membisu dan enggan menindak tegas, publik tidak akan lagi segan menyimpulkan: Kalian bukan penegak hukum, melainkan kaki tangan yang memelihara kejahatan para mafia beras!
Fransisco chrons













