Kotamobagu,Investigasi.News—Polemik pengelolaan Pasar Ramadhan atau Pasar Senggol 2026 di Kotamobagu akhirnya menemui titik temu. Pemerintah kota bersama asosiasi pedagang dan perwakilan pemuda Kampung Baru sepakat mengelola kegiatan tersebut secara bersama.
Kesepakatan itu dicapai dalam rapat koordinasi yang berlangsung Senin (9/3/2026), dipimpin langusng Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta dan dihadiri sejumlah pimpinan OPD, asosiasi pedagang Poyowa Kecil, serta perwakilan pemuda.
Dalam rapat tersebut, lokasi Pasar Senggol dipastikan tetap terpusat di area eks Rumah Sakit Datu Binangkang, Kelurahan Kotamobagu. Penetapan ini sekaligus menutup perdebatan terkait lokasi maupun pengelola kegiatan.
Sofyan menjelaskan, sebelumnya terdapat dua pihak yang mengajukan proposal pengelolaan. Namun setelah melalui pembahasan, kedua pihak sepakat untuk berkolaborasi.
“Sudah ada kesepakatan, pengelolaan dilakukan bersama antara asosiasi pedagang dan pemuda Kampung Baru,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut diambil agar seluruh pihak bisa terakomodasi, sekaligus memastikan aktivitas ekonomi selama Ramadan tetap berjalan tanpa menimbulkan konflik di lapangan.
Pemerintah, kata dia, kini tengah menyiapkan rekomendasi resmi yang akan mengatur teknis pelaksanaan, mulai dari penataan lapak, keamanan, kebersihan hingga sistem parkir.
Di sisi lain, kesepakatan ini disambut positif para pedagang. Ketua Asosiasi Pedagang Poyowa Kecil, Sarjan Korompot, menilai kolaborasi tersebut menjadi solusi terbaik setelah sempat muncul perbedaan kepentingan.
Hal senada disampaikan perwakilan pemuda Kampung Baru yang menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan Pasar Senggol agar berjalan tertib dan memberi manfaat ekonomi bagi warga.* *


















