Iklan muba

BPBD Pidie Jaya Siagakan Tim Gabungan, Okta Handipa: Pantau Ketat Kondisi Sungai Krueng Meureudu

More articles

Pidie Jaya | Investigasi.News — Mengantisipasi potensi banjir akibat cuaca mendung dan hujan di wilayah hulu sungai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya langsung menyiagakan tim gabungan di pos utama sejak Sabtu (9/5/2026). Langkah cepat ini dilakukan menyusul meningkatnya volume air Sungai Krueng Meureudu akibat hujan yang terjadi di kawasan pegunungan.

Sejak malam hingga pagi hari, wilayah Kabupaten Pidie Jaya diselimuti awan tebal dan cuaca mendung. Bahkan, sejumlah wilayah pegunungan di hulu sungai dilaporkan sempat diguyur hujan, sehingga debit air Sungai Krueng Meureudu mengalami kenaikan dibandingkan hari-hari biasa.

Menanggapi kondisi tersebut, personel BPBD Pidie Jaya terlihat bersiaga di pos utama yang berada di kompleks Kantor Bupati Pidie Jaya guna memantau perkembangan situasi.

Pelaksana Harian (Plh) BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh petugas untuk tetap siaga dan melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi sungai, khususnya Krueng Meureudu.

“Mengingat kondisi cuaca yang mendung dan berawan tebal sejak kemarin sore, anggota kami disiagakan di pos untuk terus memantau kondisi air sungai Krueng Meureudu dan wilayah lainnya di Pidie Jaya. Tim juga siap turun langsung ke lokasi apabila menerima laporan dari masyarakat, terutama terkait potensi banjir,” ujar Okta Handipa melalui sambungan telepon kepada kontributor Investigasi.News.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan dilakukan sebagai langkah antisipasi dini guna meminimalisasi dampak apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.

Sebagaimana diketahui, pascabanjir besar yang melanda Pidie Jaya pada akhir tahun lalu, sejumlah kawasan permukiman warga hingga kini masih menjadi langganan banjir, terutama di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureudu.

Kondisi sungai yang mengalami pendangkalan cukup parah akibat material banjir dan longsor pada Desember 2025 lalu dinilai menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kerawanan banjir di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, penanganan normalisasi sungai di sejumlah titik masih belum tuntas, sehingga masyarakat di sekitar bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat.

(Herry)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest