Malang – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan dan produktivitas para pahlawan tanpa tanda jasa, SMK Brantas Karangkates menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Kegiatan tersebut berlangsung tertib di lingkungan sekolah pada Selasa (9/6/2026).
Selain melakukan skrining kesehatan umum, seperti pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol, kegiatan ini juga berfokus pada deteksi dini kanker pada perempuan. Sebanyak 33 tenaga pendidik mengikuti CKG, namun 18 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan perempuan bersedia menjalani pemeriksaan Pap Smear yang difasilitasi oleh Laboratorium Parahita Malang serta dikombinasikan dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS).
Kepala SMK Brantas Karangkates, Mintasih Utami, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif tersebut. Ia mengakui bahwa pada awalnya tidak mudah mengajak para guru perempuan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi karena masih adanya hambatan psikologis.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Jujur, pada awalnya masih banyak guru perempuan yang merasa malu, risih, atau takut untuk melakukan Pap Smear karena sifat pemeriksaannya yang sangat privat. Namun, melalui pendekatan yang suportif dan penyediaan ruang yang aman di sekolah, alhamdulillah sebanyak 18 guru perempuan hari ini berhasil mengatasi rasa malu tersebut demi kesehatan mereka. Guru yang sehat akan melahirkan generasi yang hebat,” ujar Mintasih.
Lebih lanjut, Mintasih berharap program serupa dapat terus berlanjut dengan cakupan pemeriksaan yang lebih luas.
“Kami berharap ke depan akan ada kegiatan pemeriksaan kesehatan lainnya untuk mendeteksi berbagai potensi penyakit sejak dini, sehingga kondisi kesehatan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di SMK Brantas dapat terus terjaga secara menyeluruh,” tambahnya.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Deteksi Dini Kanker
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara pihak sekolah, fasilitas kesehatan daerah, sektor swasta, dan kalangan akademisi. Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Istitik dan Nur Khus, yang memastikan seluruh proses pemeriksaan berjalan nyaman serta tetap menjaga privasi peserta. Kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa kebidanan dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB).

Turut hadir memantau jalannya kegiatan, Kepala Puskesmas Sumberpucung, drg. Rahmawati Daha. Ia menegaskan bahwa rasa malu dan enggan masih menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam upaya intervensi dini. Melalui kombinasi Pap Smear dan Pemeriksaan Payudara Klinis, risiko penyakit dapat dideteksi sejak awal. Kami sangat mengapresiasi para guru perempuan yang bersedia mengikuti pemeriksaan ini karena Pap Smear merupakan prosedur medis yang bertujuan menjaga kesehatan dan keselamatan mereka. Puskesmas Sumberpucung berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal kesehatan para pendidik,” tegas drg. Rahmawati.
Melalui pelaksanaan skrining kesehatan berkala yang difasilitasi sekolah, diharapkan stigma dan rasa malu terkait pemeriksaan kesehatan reproduksi dapat berkurang. Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) di kalangan tenaga pendidik maupun masyarakat luas dapat terus meningkat.
Guh



