JAKARTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam memperkuat koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menerima Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dalam ajang Koperasi Awards 2026 yang diinisiasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Kamis (20/8/2026).
Penghargaan tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Kabupaten Bengkalis. Bupati Kasmarni tercatat sebagai satu-satunya bupati di Provinsi Riau yang menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara pada Koperasi Awards 2026.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pejabat negara, pejabat pemerintah pusat dan daerah, tokoh gerakan koperasi, serta tokoh masyarakat yang dinilai memiliki kontribusi, pengabdian, dan peran aktif dalam pembinaan, pengembangan, serta penguatan koperasi sebagai gerakan ekonomi kerakyatan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan atas konsistensi kebijakan dalam mendorong koperasi agar tidak berhenti sebagai lembaga ekonomi, tetapi benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Bupati Kasmarni, dukungan terhadap koperasi diwujudkan melalui berbagai program pembinaan, pengawasan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan kualitas manajemen dan tata kelola koperasi.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga mendorong pembentukan dan pengembangan koperasi, memfasilitasi pendidikan serta pelatihan perkoperasian, memberikan pendampingan kelembagaan, sekaligus memperkuat tata kelola agar koperasi semakin profesional, transparan, akuntabel, dan mampu beradaptasi dengan tuntutan ekonomi modern.
Dalam sambutannya pada Koperasi Awards 2026, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi harus hadir semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi wadah untuk mengonsolidasikan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat.
Arah tersebut, menurutnya, sejalan dengan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat hingga tingkat desa.
“Keberhasilan koperasi bukan diukur dari seberapa besar koperasi itu, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Ferry Juliantono.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ukuran keberhasilan koperasi tidak semata-mata terletak pada besarnya aset maupun jumlah anggota, tetapi pada sejauh mana koperasi mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, pengembangan koperasi ke depan harus dilakukan melalui kerja nyata, penguatan kelembagaan, profesionalisasi pengelolaan, serta modernisasi koperasi agar mampu menghadapi perubahan zaman dan persaingan ekonomi yang semakin dinamis.
Menanggapi penghargaan tersebut, Bupati Kasmarni menyampaikan apresiasi sekaligus menegaskan bahwa penghargaan tersebut justru menjadi penyemangat bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk meningkatkan pembinaan terhadap seluruh gerakan koperasi.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan, pendampingan dan penguatan kelembagaan koperasi agar semakin profesional, mandiri dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Kasmarni.
Menurut Kasmarni, koperasi memiliki posisi strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, penguatan koperasi tidak cukup hanya dilakukan dari sisi kelembagaan, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola, inovasi, serta pemanfaatan teknologi.
Koperasi juga dituntut mampu membaca perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pasar. Dengan demikian, koperasi tidak hanya bertahan sebagai organisasi ekonomi, tetapi dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang produktif dan berdaya saing.
Bupati Kasmarni berharap seluruh gerakan koperasi di Kabupaten Bengkalis terus berkembang dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia juga mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat menciptakan nilai tambah sekaligus membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara 2026 yang diterima Bupati Kasmarni menjadi penanda atas komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen penting pembangunan ekonomi daerah.
Lebih dari sekadar penghargaan, capaian tersebut menjadi tantangan sekaligus dorongan untuk memastikan koperasi di Bengkalis semakin sehat, mandiri, profesional, modern, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen melanjutkan penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai lapisan.
(Emy)








