Banyuasin | Investigasi.News – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan masyarakat di berbagai daerah. Di Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pemanfaatan lahan pertanian untuk budidaya jagung menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung program swasembada pangan sekaligus meningkatkan perekonomian petani.
Salah satu petani yang aktif mengembangkan komoditas jagung adalah Radi, pemilik lahan di Kecamatan Air Salek. Dengan memanfaatkan lahan yang dimilikinya, Radi mulai melakukan penanaman jagung sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.
Proses penanaman dilakukan menggunakan alat penanam jagung (corn planter) sehingga penempatan benih menjadi lebih rapi, efisien, dan mampu mempercepat proses tanam. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya operasional.
Menurut Radi, budidaya jagung memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena permintaan pasar terus meningkat. Selain menjadi bahan pangan, jagung juga dibutuhkan sebagai bahan baku pakan ternak sehingga memiliki nilai ekonomi yang baik bagi petani.
“Kami berharap hasil panen nanti dapat memberikan manfaat bagi keluarga sekaligus mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Kalau hasilnya bagus, ke depan luas tanam akan kami tambah,” ujarnya jumat (10/07).
Kecamatan Air Salek sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian yang memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman pangan. Dukungan masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi sederhana dalam proses tanam, budidaya jagung di Kecamatan Air Salek diharapkan menjadi contoh bagi petani lainnya untuk terus mengoptimalkan lahan pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Suprene



