Oleh: Abi Syarbaini
Pimpinan Pondok Pesantren Alquran Darul Inqilabi Pusat
Memang tidak mungkin ada orang tua yang mengajarkan hal buruk dengan sengaja kepada anaknya. Kemungkinan besar, semua orang tua menyangka bahwa apa yang mereka lakukan semuanya adalah demi kebaikan anaknya semata.
Orang tua yang bersikap lunak dan permisif kepada anaknya, semua itu karena kasih sayangnya, dan menurutnya sikap itulah yang terbaik untuk anak yang dicintainya.
Orang tua yang bersikap tegas dan keras kepada anaknya, semua itu juga karena kasih sayangnya, dan menurutnya sikap itulah yang terbaik untuk anak yang dicintainya.
Orang tua yang membolehkan apapun yang diminta atau yang dilakukan anaknya, juga karena kasih sayangnya.
Orang tua yang banyak melarang apa yang ingin dilakukan anaknya, itu juga karena kasih sayangnya.
Ilustrasi yang disampaikan oleh Sal Severe tentang operasi bedah yang dilakukan oleh seorang yang bukan dokter tapi mengaku menyayangi si pasien, semakin relevan di sini.
Severe mengajak pembacanya untuk menghadirkan situasi ini dalam pikiran, yaitu ada seorang pasien yang harus menjalani operasi bedah. Ia sudah berbaring di ranjang ruang bedah, dengan mengenakan pakaian steril dan di sekelilingnya dipenuhi berbagai alat-alat medis yang tidak dipahaminya.
Dalam keheningan, ia berbaring cukup lama untuk menunggu dokter bedahnya datang. Hingga kemudian datang seorang pria dengan pakaian khas dokter di ruang operasi, mengenakan masker dan penutup kepala steril, dan tiba-tiba berkata kepada si pasien,
“Hai, ini pertama kalinya saya melakukan operasi bedah. Saya belum berpengalaman sama sekali. Saya bukan seorang dokter bedah. Bahkan saya bukan seorang dokter. Tapi tenang saja, saya memiliki rasa sayang yang besar, jadi Anda bisa percaya pada saya untuk menjalankan operasi ini.”
Jika Anda adalah pasiennya, apakah Anda akan mempercayakan tubuh Anda dibedah oleh orang yang bukan dokter bedah, yang tidak memiliki pengalaman dan keahlian dalam operasi bedah? Anda tidak mau? Lho tapi dia punya rasa sayang yang besar, Anda masih tidak mau?
Mengapa Anda tidak mau? Karena Anda tahu bahwa rasa sayang saja tidak cukup untuk menyerahkan keselamatan hidup Anda kepada seseorang bukan?
Jika demikian, mengapa selama ini kita “tega” melakukan operasi terhadap jiwa dan mental anak-anak kita hanya dengan bermodal kasih sayang yang besar tanpa memiliki keahlian sebagai orang tua pendidik?
Mari berbenah bersama. Mendidik anak tidak cukup hanya bermodal rasa sayang, tapi juga harus dilengkapi dengan seperangkat ilmu yang dibutuhkan agar pendidikan anak kita tidak hanya “coba-coba” semata.
Bismillah ayo belajar.










