Sibolga, Investigasi.news – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menghentikan pelayanan rute penyeberangan Sibolga – Gunungsitoli, Kepulauan Nias dalam tahun ini.
Rencana penghentian layanan tersebut dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Danau Toba, Ellenor Piri. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian penempatan armada berdasarkan kebutuhan operasional di masing-masing lintasan.
“Sejalan dengan hal tersebut, terdapat rencana penyesuaian penempatan KMP Jatra II pada periode Oktober 2026. Pelaksanaannya tetap memperhatikan kesiapan teknis dan operasional kapal, kelengkapan dokumen dan sertifikasi, kondisi cuaca, serta ketentuan keselamatan pelayaran,” ujar Ellenor Piri kepada Investigasi.news, Sabtu (11/10).
Ellenor menjelaskan, penyesuaian armada dilakukan untuk memastikan kapasitas kapal dapat dimanfaatkan secara optimal dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan.
“Kami memahami bahwa layanan Sibolga–Gunungsitoli memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat, wisatawan, dan aktivitas ekonomi. Karena itu, kebutuhan konektivitas masyarakat tetap menjadi perhatian dalam pengelolaan layanan penyeberangan ASDP,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk layanan selanjutnya pada lintasan Sibolga–Gunungsitoli, ASDP akan menyampaikan informasi sesuai dengan kebijakan operasional yang ditetapkan perusahaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengacu pada informasi resmi ASDP terkait jadwal dan layanan penyeberangan,” katanya.
Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, penghentian rute tersebut diduga karena faktor biaya operasional yang tidak tertutupi dari pendapatan di setiap keberangkatan. Selain itu, adanya dugaan persaingan penjualan tiket yang tidak sehat untuk kategori kendaraan dari operator swasta turut mempengaruhi okupansi.
Sebagian pengusaha ekspedisi lokal di Sibolga dan Gunungsitoli disebut lebih memilih menggunakan kapal swasta karena adanya kemudahan sistem pembayaran tempo atau kredit, yang tidak dapat diterapkan oleh ASDP sebagai BUMN yang wajib tunai dan tertib administrasi.
Rute Sibolga–Gunungsitoli sendiri selama ini melayani jadwal reguler tiga kali seminggu, yakni berangkat dari Sibolga setiap Selasa, Kamis, dan Minggu, serta dari Gunungsitoli setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
Dengan rencana penghentian tersebut, masyarakat dikhawatirkan akan kehilangan alternatif penyeberangan dengan tarif terjangkau dan sistem tiket online Ferizy. Hal ini juga akan mempengaruhi fluktuasi kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok di Pulau Nias.
(WR. WARASI)













