Kota Jayapura, Investigasi.News – Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Provinsi Papua, Yerry Basri Mak, S.H., M.H., mendesak Pemerintah Kota Jayapura segera melakukan penyegaran kepemimpinan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, beberapa pejabat eselon II, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jayapura, Nofdi Rampi, telah terlalu lama menjabat dan perlu segera digantikan.
Menurut Yerry, rotasi jabatan ini sangat penting untuk memastikan adanya kaderisasi dalam tubuh birokrasi, sehingga Aparatur Sipil Negara (ASN) lain juga mendapatkan kesempatan naik jabatan dan mengembangkan kapasitas kepemimpinan mereka.
“Dengan hadirnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota definitif yang baru, sudah saatnya dilakukan rotasi kepemimpinan di OPD. Pejabat yang telah menjabat bertahun-tahun harus memberikan kesempatan kepada ASN lain untuk naik ke posisi eselon II. Ini bukan hanya soal regenerasi, tetapi juga soal keadilan dan profesionalisme dalam birokrasi,” tegasnya kepada media, Rabu (12/03/2025).
Secara khusus, Yerry menyoroti kepemimpinan Nofdi Rampi di Dinas PUPR Kota Jayapura.
“Siapa yang tidak kenal dengan Nofdi Rampi? Beliau sudah terlalu lama menjabat sebagai Kadis PUPR. Kita tahu dan kenal kinerjanya, tetapi ini bukan tentang kapasitas individu, melainkan tentang keadilan dalam pemerintahan. Seharusnya, jabatan ini juga bisa dirasakan oleh ASN lain yang memiliki kompetensi serupa,” katanya.
Ia menambahkan bahwa jika Nofdi Rampi masih dibutuhkan dalam pemerintahan, lebih baik ia dipromosikan ke posisi lain, misalnya sebagai Asisten Sekda di Pemkot Jayapura.
“Kami harapkan Pak Nofdi juga bisa merasakan jabatan eselon II yang lain. Dengan demikian, kaderisasi dalam birokrasi tetap berjalan dan tidak ada dominasi jabatan oleh satu orang dalam waktu yang terlalu lama,” lanjutnya.
Selain rotasi jabatan, Yerry juga menyoroti pentingnya memberi kesempatan kepada ASN asli Papua, khususnya dari Port Numbay, untuk naik ke posisi strategis seperti Kepala Dinas PUPR.
“Saya yakin di instansi itu masih ada ASN yang mampu memimpin, baik dari segi kepangkatan, pengalaman, maupun kemampuan manajerial dan kepemimpinan. Jika ada ASN Anak Asli Papua yang memenuhi semua aspek tersebut, tentu kami akan sangat mendukung agar mereka diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan Kadis PUPR Kota Jayapura,” jelasnya.
Menurutnya, promosi ASN lokal ke jabatan strategis merupakan bagian dari kebijakan yang seharusnya diterapkan oleh pemerintah daerah untuk memberikan apresiasi kepada sumber daya manusia (SDM) lokal.
“Apalagi jika mereka memang memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan pejabat lain. Ini bukan sekadar soal politik jabatan, tapi juga soal bagaimana kita membangun kepercayaan dan kebanggaan bagi ASN lokal agar mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk bekerja lebih baik,” tambahnya.
Yerry berharap Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, dan Wakil Wali Kota, Rustan Saru, dapat mempertimbangkan pergantian ini demi menciptakan pemerintahan yang lebih dinamis, adil, dan transparan.
“Kami percaya kepemimpinan Pak Abisai Rollo dan Pak Rustan Saru bisa membawa perubahan yang baik untuk Kota Jayapura. Salah satunya adalah dengan melakukan kaderisasi dan penyegaran kepemimpinan di OPD, agar ASN yang berpotensi juga mendapatkan kesempatan berkembang,” tutupnya.
JO






