Banner

Aktivitas Perusahaan Sampoerna Kayoe Sebabkan Konsumsi BBM Meningkat, SPBU Kompak Di Falabisahaya Butuh Suplai Tambahan

More articles

Malut, Investigasi.News-, Ditengah naiknya harga BBM jenis Pertamax yang sebelumnya Rp 12.600 per liter menjadi Rp 16.650 per liter, di Kabupaten Kepulauan Sula, tepatnya di Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara dan sekitarnya, konsumsi BBM meningkat drastis, hal ini ditenggarai akibat adanya aktivitas pada pabrik pengolahan Kayu milik PT. Sampoerna Kayoe.

“Tidak dipungkiri dengan bukanya perusahaan yang menampung ribuan tenaga kerja baik yang berasal dari Pulau Mangoli maupun di luar Pulau Mangoli, itu konsumi BBM meningkat drastis, sebenarnya bukan hanya BBM, Bahan Pokok (Bapok) lainnya juga demikian”, ujar Dani salah satu warga Falabisahaya (12/6).

Silahkan saja lihat antrian pengisian BBM di SPBU Kompak Falabisahaya pada jam-jam sibuk yang didominasi oleh karyawan PT. Sampoerna Kayoe, tambahnya.

Sementara itu Ko Wil pemilik SPBU Kompak di Falabisahaya yang berhasil dikonfirmasi media ini membenarkan jika konsumsi BBM meningkat tajam sejak beroperasinya PT. Sampoerna Kayoe.

“Sejak buka perusahaan memang kita jual minyak lebih cepat habis, malah kadang stok yang ada tidak cukup untuk melayani konsumsi minyak disini”, ujar Ko Wil (12/9).

Dijelaskan oleh Ko Wil, bahwa SPBU miliknya mendapat jatah Suplai 30 Ton BBM Subsidi jenis Pertalite dan 60-70 Ton BBM Non Subsidi Jenis Pertamax.

“Yang disuplai Pertamina kadang tidak bisa menutup kebutuhan disini, makanya kalo boleh ditambah lagi suplainya terutama yang Pertalite”, tandas Ko Wil.

Disentil terkait naiknya harga BBM Jenis Pertamax yang baru saja terjadi, dengan tertawa ringan Ko Wil menjelaskan.

“Itu kan kenaikan harga Pertamax terjadi malam, besoknya baru kita jual minyak, dong baku gara (bercanda-red), bilang kata ini minyak stok lama jadi jual dengan harga lama dulu”, pungkas Ko Wil menceritakan.

Menurutnya menyangkut kenaikan harga BBM masyarakat lebih dulu tau melalui platform media sosial (medsos) yang terdepan menginformasikan, sehingga pihak penjual BBM seperti dirinya tidak terlalu rumit untuk mensosialisasikan menyangkut kenaikan harga tersebut.

“Tinggal kita rubah saja harga di mesin dispenser BBM, mereka sudah tau”, tutup Ko Wil Pemilik SPBU Falabisahaya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest