Sumberpucung, Malang — Dari pandangan kabur menjadi lebih terang. Itulah yang dirasakan tujuh warga lanjut usia di Kecamatan Sumberpucung setelah menjalani operasi katarak gratis pada pertengahan Agustus lalu.
Operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Skrining Mata Katarak Gratis yang digelar Klinik Utama IshK Tolaram Eye Centre bersama Puskesmas Sumberpucung, PPDS Mata RSSA, Koas FK Unisma, kader kesehatan, dan perangkat desa.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam dua gelombang. Pertama, di Balai Desa Sumberpucung pada 30 Juli 2026. Kedua, di Balai Dukuh Krajan, Desa Jatiguwi, pada 6 Agustus 2026.
Warga tidak perlu pergi jauh ke kota. Mereka cukup datang ke balai desa dengan membawa KTP. Sebanyak 25 warga Sumberpucung dan 16 warga Jatiguwi, atau total 41 orang, mengikuti pemeriksaan lengkap oleh tim dokter spesialis mata.
Dari hasil skrining, sejumlah warga dinyatakan suspek katarak. Sebanyak delapan orang kemudian diberangkatkan dan berhasil menjalani operasi pada 10 Agustus 2026 di Klinik Utama IshK Tolaram Eye Centre. Satu orang lainnya belum dapat menjalani operasi karena terdiagnosis glaukoma dan harus mendapatkan penanganan terlebih dahulu.
“Kami Datang, Bukan Menunggu”
Bayu dari Tim Tolaram Eye Centre menegaskan pentingnya pendekatan jemput bola dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kalau menunggu pasien datang ke klinik, banyak yang tidak akan datang karena kendala biaya dan jarak. Maka, kami yang harus turun ke desa,” katanya.
Deteksi Dini Cegah Kebutaan
Penanggung Jawab (PJ) Indera Puskesmas Sumberpucung, Heny, menyebut skrining tersebut sangat penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.
“Banyak lansia menganggap mata kabur itu karena faktor usia. Padahal, katarak bisa disembuhkan. Dengan deteksi dini, kita menyelamatkan produktivitas dan kualitas hidup mereka,” ujar Heny.

Apresiasi dari Pimpinan Puskesmas
Kepala Puskesmas Sumberpucung, drg. Rahmawati Daha, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi Klinik IshK Tolaram Eye Centre, PPDS RSSA, Koas FK Unisma, kader, serta perangkat Desa Sumberpucung dan Jatiguwi. Kolaborasi ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Semoga delapan warga kita segera pulih dan dapat beraktivitas normal kembali,” pungkas drg. Rahmawati Daha.
Hingga saat ini, seluruh pasien pascaoperasi dilaporkan dalam kondisi stabil dan telah menjalani kontrol.
Adv/Guh




