Polres Toba Dinilai Tidak Profesional Tangani Kasus Dugaan Pencabulan

More articles

Toba, investigasi.news – Penanganan kasus dugaan pencabulan dengan korban berinisial I.S di Polres Toba menuai sorotan tajam. Keluarga korban menuding Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) bekerja tidak profesional dalam menangani laporan yang sudah hampir dua bulan berjalan.

Kasus ini bermula dari laporan resmi korban ke SPKT Polres Toba pada 31 Juli 2025. Setelah menjalani otopsi medis di RSU Porsea yang hasilnya dinyatakan positif, korban bersama saksi dan orangtuanya mendatangi Unit PPA untuk membuat laporan dugaan tindak pencabulan. Dua nama telah masuk sebagai terlapor, yakni seorang pria berinisial A.M.S dan seorang perempuan berinisial N.Y.T.

Penyidik sempat memanggil korban serta saksi-saksi untuk dimintai keterangan lanjutan pada 9 September 2025. Namun, hingga kini perkembangan penyidikan dianggap mandek. Keluarga korban yang berulang kali menanyakan kejelasan kasus—pada Jumat (12/9) dan Sabtu dini hari (13/9)—mengaku justru mendapat jawaban berbelit dari pihak Unit PPA.

“Jawaban yang diberikan penyidik terkesan mengada-ada, tidak profesional, dan jauh dari harapan masyarakat yang ingin melihat hukum ditegakkan,” tegas keluarga korban.

Mereka menilai sikap penyidik Unit PPA Polres Toba meruntuhkan kepercayaan publik terhadap kepolisian. Keluarga korban mendesak agar proses hukum segera dipercepat dan para terlapor, A.M.S dan N.Y.T, segera ditahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Jangan sampai kasus ini ditutup-tutupi. Kami ingin kepastian hukum, bukan sekadar janji,” ujar keluarga korban menambahkan.

Kasus ini kini menjadi sorotan luas, terutama soal integritas aparat penegak hukum di Toba dalam melindungi korban dan memastikan keadilan benar-benar ditegakkan.

Reporter: Octa

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest