Banner iklan

APH Tak Mampu Basmi Togel Di Jayapura?

More articles

JAYAPURA, Papua — Dugaan masih maraknya peredaran toto gelap (togel) di Kota Jayapura kembali menampar wajah penegakan hukum. Di saat perjudian jelas dilarang, aktivitas yang disebut menawarkan pemasangan togel kepada masyarakat justru dikabarkan masih berlangsung.

Pertanyaan publik pun semakin keras: sebenarnya ke mana mata dan telinga aparat penegak hukum (APH)?

Jika dugaan tersebut benar, kondisi ini jelas bukan perkara sepele. Perjudian tidak boleh dibiarkan tumbuh seperti penyakit yang sengaja dipelihara. Semakin lama dibiarkan, semakin luas pula masyarakat yang berpotensi terseret.

Yang lebih penting, APH jangan sekadar sibuk mengejar pemain atau pengecer di lapangan. Kalau memang ada jaringan togel, bongkar sampai ke akar-akarnya.

Siapa pemasoknya? Siapa penampungnya? Ke mana aliran uangnya? Siapa yang mengatur operasionalnya? Dan siapa yang berada di balik jaringan tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab melalui penyelidikan dan penegakan hukum yang profesional.

Seorang tokoh agama yang meminta identitasnya dirahasiakan menilai praktik perjudian tidak semestinya mendapatkan ruang di tengah masyarakat.

“Perjudian jelas dilarang hukum dan bertentangan dengan nilai agama. Kalau masih terjadi, tentu harus ada tindakan tegas,” ujarnya kepada media ini.

Menurutnya, pembiaran terhadap perjudian berpotensi membuat masyarakat kehilangan kepekaan terhadap pelanggaran hukum.

“Jangan sampai karena terlalu sering terlihat, akhirnya dianggap biasa. Justru di situlah bahayanya,” katanya.

Desakan lebih keras disampaikan Yunus, mahasiswa asal Kota Jayapura, Minggu (13/9/2026). Ia meminta APH tidak melakukan penindakan setengah hati.

“Jangan cuma berani menangkap yang berada di ujung rantai. Kalau memang ada jaringan, bongkar sampai ke pengendalinya. Jangan berhenti di pengecer,” tegas Yunus.

Menurutnya, penegakan hukum akan kehilangan wibawa apabila hanya menyasar pelaku kecil sementara dugaan jaringan yang lebih besar tidak pernah terungkap.

“Kalau ada bukti, tindak sesuai hukum. Jangan tebang pilih. Jangan biarkan perjudian merasa lebih kuat daripada aparat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi tamparan keras bagi aparat yang memiliki kewenangan melakukan penindakan. Sebab, publik tidak membutuhkan sekadar razia seremonial yang kemudian membuat aktivitas kembali berjalan setelah beberapa waktu.

Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata.

Jangan biarkan pelaku lapangan menjadi kambing hitam sementara aktor yang lebih besar tidak tersentuh.

Publik juga patut mempertanyakan efektivitas pengawasan apabila dugaan aktivitas togel dapat terus beredar di tengah masyarakat.

APH harus menunjukkan bahwa hukum benar-benar memiliki gigi.

Jangan sampai masyarakat melihat perjudian berlangsung, sementara aparat justru terlihat seperti tidak melihat apa-apa.

Hingga berita ini ditayang, media ini masih menunggu jawaban pihak terkait lainnya. Jhonsa

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest