BATAM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didorong oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dinilai menjadi peluang emas untuk membangun ketahanan pangan berkelanjutan di Kepulauan Riau.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Kepri sekaligus Ketua DPD HKTI Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. Ia menilai instruksi Kemendagri kepada pemerintah daerah untuk mendukung MBG adalah langkah tepat yang memiliki multiplier effect (dampak berganda) bagi perekonomian warga.
Ada tiga poin utama yang disoroti dalam penguatan program ini di Kepulauan Riau:
Peningkatan Kualitas SDM: Memenuhi gizi masyarakat dan menekan angka stunting secara siginifikan.
Penyerapan Produk Lokal: Menjadikan hasil tani, ternak, dan tangkapan nelayan Kepri sebagai bahan baku utama program.
Stabilitas Pasar & Harga: Mendorong rantai pasok terintegrasi untuk menjaga kestabilan harga komoditas di daerah.
“Program ini jangan hanya dilihat dari sisi konsumsi semata, tetapi sebagai investasi ekosistem pangan. Jika rantai pasoknya kuat dan memanfaatkan potensi lokal, MBG akan berkesinambungan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata,” jelas Nyanyang.
Sebagai bagian dari unsur pimpinan Pemprov Kepri dan pimpinan HKTI, Nyanyang memastikan pihaknya siap memfasilitasi penguatan kapasitas produksi para petani dan pelaku usaha pangan daerah agar siap memenuhi standar dan kebutuhan program MBG secara konsisten.
Fransisco chrons






