Banyuasin, Sumsel — Ada pemandangan yang cukup mengundang tanda tanya saat awak media berkunjung ke SMP Negeri 3 Pulau Rimau, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kedatangan awak media ke sekolah tersebut awalnya hanya untuk bersilaturahmi sekaligus menjalin komunikasi dengan pihak sekolah.
Namun, suasana yang ditemui justru terkesan berbeda. Awak media yang datang ke sekolah tidak langsung dapat bertemu dengan kepala sekolah maupun guru.
Salah seorang guru tata usaha (TU) yang ditemui di lokasi mempersilakan awak media masuk dan meminta untuk menunggu. Ia menyampaikan bahwa kepala sekolah akan dipanggil untuk menemui awak media.
Awak media pun menunggu dengan tenang dan menghormati pihak sekolah.
Namun, waktu terus berjalan. Hampir satu jam menunggu, tidak seorang pun dari pihak yang ditunggu datang menemui. Awak media kemudian mencoba melihat ke sejumlah ruangan di lingkungan sekolah.
Yang menjadi pertanyaan, ruangan-ruangan yang didatangi justru terlihat kosong. Guru maupun kepala sekolah tidak terlihat.
Kondisi tersebut membuat suasana sekolah terkesan sangat sepi. Awak media pun bertanya-tanya, ke mana para guru dan kepala sekolah hingga tidak seorang pun dapat ditemui saat jam kunjungan?
Kesan yang muncul di lapangan bahkan membuat awak media merasa seolah-olah suasana sekolah mendadak berubah. Apakah memang sedang ada kegiatan di luar sekolah, atau ada alasan lain sehingga para guru dan kepala sekolah tidak berada di ruangan?
Padahal, kedatangan awak media bukan untuk mencari masalah. Kehadiran tersebut merupakan bagian dari silaturahmi dan komunikasi dengan pihak sekolah.
Jika memang kepala sekolah sedang memiliki agenda di luar atau para guru sedang menjalankan tugas lainnya, tentu penjelasan sederhana akan jauh lebih baik daripada membiarkan tamu menunggu tanpa kepastian.
Publik tentu berharap lembaga pendidikan memberikan contoh keterbukaan dan komunikasi yang baik. Terlebih, sekolah merupakan institusi pelayanan publik yang semestinya mudah ditemui dan terbuka dalam membangun komunikasi dengan masyarakat maupun insan pers.
Hampir satu jam menunggu, ruangan diperiksa satu per satu, tetapi tidak ada kepala sekolah maupun guru yang berhasil ditemui. Ada apa sebenarnya dengan SMPN 3 Pulau Rimau?
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Negeri 3 Pulau Rimau belum memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut.
Media tetap membuka ruang bagi kepala sekolah dan pihak SMPN 3 Pulau Rimau untuk memberikan klarifikasi maupun hak jawab secara terbuka. (Suprene)










