TEMINABUAN — Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan terus memperkuat sektor pendidikan sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Papua Barat Daya. Selain fokus membenahi sekolah di wilayah pesisir, Pemkab juga menyiapkan 15 pelajar terbaik untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Selatan, Isak Meres, SH., M.Si., mengatakan pemerataan akses pendidikan masih menjadi tantangan utama, khususnya di daerah pesisir yang mengalami keterbatasan tenaga pengajar, transportasi, serta sarana dan prasarana pendidikan.
“Program nasional terkait literasi harus menjadi perhatian bersama. Di Sorong Selatan masih ada sekolah di wilayah pesisir yang menghadapi keterbatasan guru dan akses transportasi sehingga pelayanan pendidikan belum maksimal,” ujar Isak di Teminabuan, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah kini tengah menyiapkan langkah pembenahan secara bertahap melalui program pembangunan sarana dan prasarana pendidikan untuk periode 2027–2028. Program tersebut akan didukung melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk program sekolah dan dukungan sistem pendidikan nasional.
Sekolah-sekolah juga didorong lebih aktif menyampaikan kebutuhan pembangunan maupun fasilitas penunjang melalui operator sekolah agar persoalan pendidikan di wilayah terpencil dapat segera diatasi.
“Kami berharap program ini menjadi solusi nyata bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah sulit dijangkau,” katanya.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemkab Sorong Selatan juga menjalankan program pendidikan gratis bertajuk “Satu Rumah, Satu Sarjana” yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.
Melalui program tersebut, mahasiswa asal Sorong Selatan mendapat bantuan pendidikan untuk melanjutkan studi, baik di Kota Sorong maupun di Universitas Wersar (UNSAR) Sorong Selatan. Program ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi lebih luas bagi masyarakat.
Di sisi lain, Pemkab Sorong Selatan mulai membuka jalan bagi generasi muda Papua untuk bersaing di tingkat internasional. Sebanyak 15 pelajar saat ini dipersiapkan mengikuti pendidikan dan pelatihan di luar negeri.
“Tujuh orang dipersiapkan ke Jepang, empat ke Australia, dan empat ke Perancis. Saat ini mereka sedang menjalani pembinaan bahasa di Yogyakarta,” jelas Isak.
Para peserta mendapat pelatihan intensif bahasa Jepang, bahasa Inggris, dan bahasa Perancis sebagai bekal sebelum diberangkatkan. Untuk tahap awal, tujuh pelajar dijadwalkan berangkat ke Jepang pada September 2026 sambil menunggu hasil akhir dari lembaga pelatihan.
Isak berharap para pelajar tersebut mampu menjadi generasi Papua yang unggul, berdaya saing, dan kelak kembali untuk membangun Sorong Selatan.
“Saya berharap anak-anak ini membawa nama baik daerah, provinsi, dan keluarga. Ketika mereka kembali nanti, orang tua bangga dan pemerintah daerah juga bangga karena ada anak Papua, khususnya dari Sorong Selatan, yang mampu belajar di luar negeri dan kembali membangun daerahnya,” ujarnya.
Program penguatan pendidikan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM dan menciptakan generasi muda Papua yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Jhon




